.

Apr 21, 2013

Kerusakan Hutan Tidak Terkendali

Oleh : Atep Afia Hidayat - Pemborosan sumberdaya alam yang begitu fantastis, itulah prestasi Pemerintah Indonesia, baik pada era Orde Lama, Orde Baru, maupun era Reformasi sekarang. Begitu mudahnya perijinan diberikan kepada konglomerasi pelahap hutan, seolah tidak memikirkan hari depan dan kepentingan masyarakat lokal. Babat abis, deru gergaji mesin dan alat-alat berat pun dengan leluasa merambah kawasan hutan, bahkan hutan primer yang masih perawan. 

Berdasarkan data yang diungkapkan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan (dalam Republika Online, 14 Juni 2010), sedikitnya 12 juta hektar kawasan hutan di Indonesia dalam kondisi terlantar. Saat ini hutan primer hanya tersisa 43 juta hektar. Menurutnya jangan ganggu hutan primer, jika mau alih fungsi gunakan hutan terlantar. Zulkifli mengungkapkan deforestry saat ini mencapai 1,1 juta hektar per tahun, sedangkan pada masa Orde Baru mencapai 3 juta hektar per tahun.

Kondisi yang sangat mencemaskan, bahkan merupakan ancaman sangat serius bagi kenyamanan ekosistem Indonesia, bahkan seluruh dunia. Hutan di Indonesia yang semula meliputi 70 persen dari seluruh permukaan daratan, atau sekitar 130 juta hektar, secara sistematis mengalami penggundulan, bahkan 42 juta hektar sudah benar-benar gundul, nyaris bebas vegetasi. Kalau kita lihat permukaan Pulau Jawa dari pesawat, atau melalui satelit di Google Map, maka warna hijau merupakan bagian yang sangat kecil. Begitu pula di Pulau Sumatera dan Kepulauan Nusatenggara. Wilayah yang didominasi warna hijau, yang menunjukkan hutannya masih dominan hanya terdapat di di Kalimantan dan Papua.

Bayangkan, saat ini deforestry mencapai 1,1 juta hektar atau 11.000 km2 per tahun. Kawasan seluas itu kira-kira sekitar 2 kali luas Propinsi Bali dan 17 kali luas Propinsi DKI Jaya ! Luar biasa, dalam satu tahun terjadi kerusakan hutan seluas 17 kali DKI Jaya dan 2 kali Bali. Pemborosan sumberdaya hutan yang sudah melampaui akal sehat. Sama sekali tidak berpihak pada kepentingan ekologi atau lingkungan, bahkan tidak berpihak pada kepentingan pembangunan dan ekonomi. Eksploitasi dan eksplorasi hutan yang berlebihan dan melampuai batas daya dukung lingkungan, hanya akan menghasilkan nilai ekonomi yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya pemulihan.

Secara teoritis memang hutan termasuk sumberdaya alam yang dapat diperbaharui, misalnya dengan penghijauan atau reboisasi. Namun dalam pelaksanaannya tidak semudah itu, menanam pohon kehutanan perlu pemeliharaan, bukan sekedar tanam lantas ditinggal begitu saja. Selain itu, hutan primer memiliki plasma nuftah yang sangat beragam, dengan ekosistem yang harmonis. Beragam flora dan fauna ada didalamnya, berinteraksi secara alamiah dan seimbang. Sedangkan hutan hasil penanaman kembali, kondisi ekosistemnya sama sekali tidak menyerupai hutan primer, apalagi semacam hutan tanaman industri (HTI) yang vegetasinya homogen.

Penebangan hutan dengan alasan kepentingan ekonomi, seperti untuk pengembangan industri berbasis kehutanan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Adapun penebangan oleh masyarakat sekitar, terutama karena alasan kemiskinan. Di sekitar hutan tidak ada sumber penghidupan, ya dengan terpaksa masyarakat menebang dan merambah hutan untuk dijual kayu dan hasil hutan lainnya. Industri kehutanan perlu diatur sedemikian rupa, sehingga kawasan operasionalnya tidak menyentuh hutan primer.

Pengawasannya jelas tidak gampang, mengingat jumah dan kualitas aparat pengawas hutan sangat terbatas. Begitu pula kewenangan dan kemampuan Pemerintah Daerah dalam menjaga hutan di wilayahnya sangat minim.

Jangankan di Kalimantan atau Papua yang kawasan hutannya sangat luas, di Kabupaten Bandung saja masih banyak kawasan kehutanan yang seolah tidak bertuan. Sebagai gambaran kerusakan hutan sekitar Gunung Wayang, yang merupakan hulu Sungai Citarum sudah begitu parah dan cenderung diabaikan. Hutan di Gunung Wayang telah beralih fungsi menjadi kebun sayuran seperti kubis dan kentang, padahal peranannya begitu strategis sebagai hulu sungai. Dampaknya dengan mudah terlihat, banjir langganan selalu menggenangi kawasan Baleendah, Banjaran dan Majalaya (Kabupaten Bandung), bahkan sampai ke Kabupaten Karawang di hilir.

Selain itu akibat vegetasi hutan yang makin jarang, longsor pun mengancam kawasan Pacet dan Kertasari, lokasi di mana Hulu Sungai Citarum berada. Akibat debit air yang tidak menentu, keberadaan Waduk Jatiluhur dan Saguling yang volume airnya tergantung aliran Sungai Citarum juga menjadi terancam.

Hutan tropis di Indonesia memiliki peran strategis untuk kehidupan ekologis Planet Bumi. Dengan luas kawasan hutan nomor 2 setelah Brasil, sudah selayaknya Pemerintah Indonesia lebih meningkatkan keseriusannya dalam menjaga kelestarian hutan. Hutan Indonesia selain besar secara kuantitas, juga harus besar secara kualitas. Hutan Indonesia adalah paru-parunya Planet Bumi. Adanya kecenderungan pemanasan global juga turut dipengaruhi kondisi pengelolaan hutan di Indonesia. Oleh sebab itu stop deforestry, stop penebangan hutan primer dengan alasan apapun. (Atep Afia).

19 comments:

  1. Selamat Pagi


    Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhin dengan lebat oleh pepohonandan tumbuhan lainnya.Jadi hutan mempunyai fungsi dalam mengontrol fluktuasi debit air pada sungai sehingga pada saat musim hujan tidak meluap dan pada saat musim kemarau tidak kering,hutan juga berfungsi sebagai pengatur hidro-orologis bagi kehidupan manusia makhluk hidup lainnya.
    Dampak dari kerusakan hutan terjadinya erosi,banjir,banjir bandang dsb.marilah kita jaga hutan.Ada beberapa dalam upaya penyelamatan hutan diindonesia,karena hutan kita adalah hutan terbesar yang ke-2 setelah brasil,yakni antara lain :
    1.Reboisasi
    2.penanaman dilahan yang tersisa
    4.pemanfaatan dan tebang pilih pohon yang ingin diterbang

    demikian jadi marilah kita jaga hutan indonesia dengan melindungi dan menjaga secara tidak langsung kita telah menanamkan benih untuk kelangsungan hidup dimasa yang akan datang


    Terima kasih
    tyo

    ReplyDelete
  2. Saat ini, Indonesia telah kehilangan sekitar 72% hutan aslinya, banyak sekali penebangan liar, kemudian kerusakan hutan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, dll. Hutan memiliki fungsi penting untuk kehidupan manusia yaitu memberikan kadar O2 yang lebih, kemudian menanggulangi terjadinya banjir karena air tertahan oleh tanaman tanaman atau pepohonan, kemudian hutan banyak di manfaatkan oleh manusia untuk membuat suatu furniture dari sebuah kayu yang terdapat di hutan. Masih banyak lagi fungsi hutan, namun saat ini kebanyakan para pelaku yang memanfaatkan hutan tidak bertanggung jawab, mereka meninggalkannya begitu saja tanpa penanaman kembali, sehingga hutan di indosensia saat ini banyak yang mengalami kerusakan.Saran saya :
    1. Lebih di tegaskan kepada para pelaku penebangan hutan dengan sanksi atau denda jika secara illegal
    2. Di adakannya reboisasi tiap hutan
    3. Mengurangi penggunaan manfaat hutan secara berlebihan

    ReplyDelete
  3. Kerusakan lingkungan hutan seperti yang telah dipaparkan pada artikel di atas itu merupakan kerusakan akibat ulah manusia sendiri yang melakukan penebangan pohon secara liar bahkan pembukaan areal menjadi daerah pemukiman, pertanian dan sebagainya, sebenarnya hutan yang masih alami itu mempunyai pohon yang lebat juga perakaran yang baik yang dapat menyerap air ketika hujan datang dan menyimpan nya dalam tanah di celah-celah perakaran, lalu secara perlahan melepaskan nya melalui daerah aliran saungai. Seperti yang kita ketahui bahwa hutan merupakan paru-paru bumi, maka dari itu kita harus menjaga hutan kita, mungkin benar reboisasi dalam pelaksanaan nya itu tidaklah mudah karena menanam pohon kehutanan perlu pemeliharaan. Menurut saya salah satu cara yang dapat dijadikan sebagai penanganan kerusakan hutan adalah melakukan penebangan secara konservatif. Penebangan secara konservatif adalah penebangan dengan cara menebang pohon yang sudah tidak berproduktif lagi. Jangan sampai pohon yang masih muda dan produktif di tebang.

    ReplyDelete
  4. Sudah sepatutnya eksploitasi dan eksplorasi hutan secara berlebihan bahkan tidak mementingkan aspek lingkungan didalamnya, hendaknya menjadi permasalahan serius yang harus diperhatikan saat ini. Sudah menjadi fakta jika hutan-hutan primer di Indonesia perlahan semakin gundul, khususnya di pulau Jawa yang lagi gencar-gencarnya melakukan pembangunan. Lahan hutan dialihkan fungsinya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk keperluan pembangunan, perindustrian, finansial, bahkan ekonomi. Kadar oksigen pun akan semakin berkurang yang dampak parahnya akan terjadi pada anak cucu kita kelak. Jika kualitas hutan semakin berkurang, tidak ada lagi yang dapat membantu menyerap air melalui perakarannya yang lebat di setiap pohon-pohonnya yang rindang jika terjadi musim hujan, itulah dampak terjadinya banjir. Menurut saya, salah satu cara yang diperlukan untuk menanggulangi penjarahan hutan yang semakin liar, yaitu dengan melakukan sistem tebang pilih yang dimana hanya menebang pohon-pohon yang sudah tua saja. Dan pesan saya, janganlah kita mengambil keputusan untuk menjarahkan hutan kita jika kita sendiri pun tidak bertanggung jawab untuk memulihkan atau menanamkannya kembali.

    ReplyDelete
  5. Kerusakan hutan tidak terkendali? Itu adalah permasalahan bagi kita semua, permasalahan yang tidsk ada ujungnya, dikarenakan hutan adalah sumber kehidupan bgi makhluk hidup didalamnya, manusia sendiri sangat bergantung kepada hasil hutan, tetapi kenapa harus hutan yang menjadi korbannya? Manusia seharusnya bisa mengendalikan pasokan industrinya dalam urusan bahan baku hutan, karena hutan semakin lama akan semakin berkurang, dan akibatnya akan berdampak serius bagi kehidupan dimuka bumi ini.

    ReplyDelete
  6. Kerusakan hutan yang tidak terkendali. Hutan diperlakukan semena-semena tanpa memikirkan dampak dan akibatnya ketika hutan menjadi rusak dan merusak ekosistem bumi sehingga terjadinya bencana banjir, kekeringan ketika musim kemarau dan terganggunya sistem perekonomian menurut saya dalam hal ini pemerintah harus secara tegas dalam menyikapinya dengan menindak orang-orang yang secara langsung tidak bertanggung jawab atas kerusakan hutan yang terjadi serta memantau kelestarian hutan yang tingkat pertumbuhannya masih terjaga dengan baik.

    ReplyDelete
  7. Saya setuju oleh artikel di atas bahwa kerusakan hutan yang semakin tidak terkendali ini adalah akibat dari ulah manusia sendiri. Tidak bisa dipungkiri, kita masih dan akan selalu membutuhkan hutan karena hutan adalah paru-paru dunia yang mana mengeluarkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup (terutama manusia) untuk bernafas. Kita terlalu sibuk menyalahkan kesana kesini karena rusaknya alam kita. Mengapa tidak kita kini mencari solusi dan bertindak bagaimana caranya agar kerusakan yang memang sudah terjadi pada hutan kita tidak semakin parah dan tidak terkendali? Oleh karena itu marilah kita membuat movement atau gerakan untuk memperbaiki hutan kita yang rusak ini.

    ReplyDelete
  8. Saya setuju dengan artikel di atas bahwa kerusakan hutan semakin parah. Banyak industri-industri yang di bangun tidak memikirkan AMDAL. Perlu perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dalam penjagaan hutan. Dan lakukanlah tebang secara pilih.

    ReplyDelete
  9. Saya sangat setuju dengan artikel diatas, kerusakan hutan saat ini memang sangat tidak tekendali. Peran pemerintah sebagai aparat yang seharusnya mampu menjaga kondisi hutan di Indonesia seakan tidak terasa. Mudahnya pemerintah memberi izin terhadap perusahaan-perusahaan untuk melakukan penebangan pohon salah satu penyebabnya, apalagi setelah menebang pohon, tidak adanya sikap perbaikan atau reboisasi. Inilah yang menyebabkan kerusakan hutan sekarang sudah tidak terkendali.

    ReplyDelete
  10. menurut hemat saya seharusnya masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif untuk menjaga hutan diindonesia agar tidak disalah gunakan untuk kepentingan ekonomi tetapi juga untuk kepentingan hidup orang banyak.

    ReplyDelete
  11. Dampak dari kerusakan hutan terjadinya erosi,banjir,banjir bandang dsb. Marilah kita jaga hutan.Ada beberapa dalam upaya penyelamatan hutan yang bisa dilakukan. Kesadaran sangat di perlukan dari dalam diri masing - masing.

    ReplyDelete
  12. Semakin hari semakin banyak saja kerusakan hutan yang terjadi dibumi ini. Ilegal logging merupakan salah satu penyebab yang paling besar dalam hal merusak hutan. Sifat serakah manusia lah yang hanya mementingkan keuntungan diri sendiri tanpa memikirkan lingkungan disekitarnya. Oleh karena itu kita harus lebih memeperhatikan lingkungan kita khususnya unutk huta yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  13. Mari kita jaga hutan demi masa depan bumi ini. Jangan sampai demi keuntungan sesaat kita merusak hutan yang berperan penting dalam kelangsunagan hidup umat manusia.
    Tanpa hutan bumi tidak mempunyai paru-paru, tanpa paru-paru bumi dan seisinya tidak bisa bernafas (kecuali Allah berkehendak lain), Tidak bisa bernafas berarti mati.
    Jadi, tanpa ada hutan manusia akan cepet mati.

    ReplyDelete
  14. Sekecil apapun perlakuan penebangan pohon,tidakah kita sadar bahwa dunia terancam akan itu...

    ReplyDelete
  15. tidakkah merugikan jika hutan semakin rusak, dampak bencana yg ditimbulkan juga lumayan besar seperti tanah longsor dan asap akibat pembakaran hutan, banjir dll. Dan yg paling fatal iyalah kadar oksigen yang semakin berkurang. Seperti yang tertera pada artikel di atas bahwa Indonesia memiliki luas kawasan hutan nomer 2 setelah Brazil. mari kita sebagai bangsa Indonesia ikut serta dalam menjaga kelestarian hutan.

    ReplyDelete
  16. Sangatlah merugikan jika hutan yang harusnya kita lindungi malah kita gunduli. dampaknya jika hutan gundul akan mengakibatkan longsor , banjir dan berkurangnya kadar oksigen yang bersih.

    ReplyDelete
  17. hutan sangat berperan penting terhadap kelangsungan makhluk hidup,maka dari itu saya mengusulkan :
    1. Memberi ketegasan kepada para pelaku penebangan hutan dengan sanksi atau denda jika secara illegal
    2. Di adakannya reboisasi pada hutan
    3. Mengurangi penggunaan manfaat hutan secara berlebihan dalam kehidupan

    ReplyDelete
  18. Hutan sangat berguna bagi kehidupan makhluk tuhan di dunia,sangatlah rugi jika hutan lambat tahun semakin berkurang,hutan banyak memberikan kelebihan untuk kita semua.Mari kita lestarikan hutan untuk kehidupan yang akan datang.

    ReplyDelete
  19. kurang nya pengawasan dan kurang nya aparatur negara yg menegakan hukum menjadi faktor utama pengrusakan tanah yg tidak terkendai.apabila kerusakan hutan sudah tidak terkendali maka akan timbul bencana ekologi, seperti tanah longsor,hal yang paling mendasar yg harus kita lakukan adalah dengan melakukan reboisasi atau penanaman kembali pohon.

    ReplyDelete