Pendahuluan
Bayangkan jika solusi perubahan iklim tidak hanya ada di
langit, tetapi juga tersembunyi di dasar laut dan akar-akar pohon bakau. Di
tengah krisis iklim global, laut bukan sekadar korban—ia adalah pahlawan yang
belum sepenuhnya dikenali.
Menurut laporan IPCC (2023), lebih dari 30% emisi karbon yang dihasilkan manusia telah diserap oleh lautan. Namun, potensi laut sebagai penyerap karbon alami—khususnya melalui ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan rawa payau—masih belum dimanfaatkan secara optimal. Inilah yang disebut sebagai blue carbon, atau karbon biru.

