Wednesday, February 18, 2026

Menyingkap Wajah Pattani: Harmoni dan Dinamika di "Gerbang" Selatan Thailand

Meta Description: Menjelajahi sejarah, budaya, dan tantangan Provinsi Pattani, Thailand. Artikel ini mengupas perpaduan unik identitas Melayu-Muslim di tengah dinamika sosiopolitik modern.

Keywords: Pattani Thailand, sejarah Pattani, budaya Melayu Thailand, konflik Thailand Selatan, wisata religi Pattani, identitas Melayu-Muslim.

 

Pernahkah Anda membayangkan sebuah tempat di mana arsitektur masjid bergaya Tiongkok berdiri megah, bahasa Melayu terdengar di pasar tradisional, namun bendera Thailand berkibar di setiap sudut jalan? Selamat datang di Pattani.

Provinsi yang terletak di ujung selatan Thailand ini bukan sekadar titik di peta konflik yang sering kita dengar di berita internasional. Pattani adalah sebuah "kuali peleburan" ( melting pot) budaya yang menyimpan sejarah panjang sebagai pusat intelektual Islam di Asia Tenggara, sekaligus menjadi saksi bisu dinamika integrasi nasional yang kompleks. Sekitar  87,5% – 88% penduduk  Provinsi Pattani beragama Islam (data sekitar 2014–2019), sisanya  Buddha sekitar 12%.

Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dan Administrasi Pemerintahan Provinsi Pattani:

Parameter

Data

Populasi

±700.000 – 750.000 jiwa

Luas wilayah

±1.977 km²

Distrik

12 amphoe

Sub-distrik

115 tambon

Desa

629 muban

Distrik (Amphoe) di Provinsi Pattani meliputi : Mueang Pattani, Khok Pho, Nong Chik, Panare, Mayo, Thung Yang Daeng, Sai Buri, Mai Kaen, Yaring, Yarang, Kapho, dan Mae La.

 

Jejak Sejarah: Dari Kerajaan Patani Hingga Integrasi Modern

Secara historis, Pattani bukan sekadar provinsi kecil. Dahulu, ia adalah jantung dari Kerajaan Patani Darussalam, sebuah pelabuhan kosmopolitan yang setara dengan Malaka dalam hal perdagangan dan penyebaran ilmu pengetahuan.

Namun, sejarah berubah ketika Perjanjian Anglo-Siamese tahun 1909 secara resmi memasukkan wilayah ini ke dalam kedaulatan Thailand (dahulu Siam). Sejak saat itu, Pattani mengalami proses "Thaifikasi" yang bertujuan menyatukan berbagai etnis di bawah satu identitas nasional.

Ketegangan muncul ketika identitas lokal—yang berbasis etnis Melayu dan agama Islam—berbenturan dengan kebijakan asimilasi pemerintah pusat yang berbasis etnis Thai dan agama Buddha. Inilah akar dari dinamika sosiopolitik yang kita lihat hingga hari ini.

Identitas Ganda: Menjadi Melayu di Negeri Gajah Putih

Apa yang membuat Pattani begitu unik? Jawabannya terletak pada identitas hibrida penduduknya. Mayoritas warga di sini menggunakan Bahasa Melayu dialek Patani (sering disebut Bahasa Jawi) dalam kehidupan sehari-hari, namun mahir berbahasa Thai untuk urusan administratif.

Budaya dan Arsitektur

Salah satu simbol toleransi dan sejarah yang paling nyata adalah Masjid Kerisik (Krue Se Mosque) dan Masjid Jami' Pattani. Masjid Kerisik memiliki arsitektur yang unik dengan pengaruh bata merah tanpa plester, mencerminkan persilangan budaya yang kuat. Di sisi lain, Pattani juga memiliki kuil Buddha yang megah dan komunitas Tionghoa yang hidup berdampingan selama berabad-abad.

Pendidikan: Pondok sebagai Jantung Masyarakat

Lembaga pendidikan tradisional yang disebut Pondok tetap menjadi pilar utama masyarakat Pattani. Pondok bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga benteng pelestarian identitas Melayu di tengah arus modernisasi.

Tantangan dan Dinamika Kontemporer

Kita tidak bisa menutup mata bahwa Pattani sering kali diasosiasikan dengan konflik bersenjata. Sejak tahun 2004, eskalasi kekerasan antara kelompok separatis dan militer Thailand telah menarik perhatian dunia.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan pergeseran menarik. Menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of Southeast Asian Studies, masyarakat Pattani kini lebih fokus pada "Kedaulatan Budaya" daripada sekadar kemerdekaan politik. Mereka menuntut pengakuan atas bahasa, pendidikan agama, dan hukum adat dalam bingkai negara Thailand.

"Konflik di Thailand Selatan bukan sekadar masalah keamanan, melainkan masalah pengakuan identitas yang belum tuntas."

Solusi Berbasis Penelitian: Pendekatan "Soft Power"

Bagaimana masa depan Pattani? Para ahli menyarankan bahwa solusi militeristik tidak lagi efektif. Berikut adalah beberapa pendekatan berbasis data yang dapat membawa perubahan:

  1. Pendidikan Multikultural: Mengintegrasikan sejarah lokal ke dalam kurikulum nasional Thailand untuk mengurangi prasangka.
  2. Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Memanfaatkan potensi "Halal Hub" di Pattani untuk menghubungkan Thailand dengan pasar Muslim global.
  3. Dialog Inklusif: Melibatkan tokoh agama (Ulama) dan pemimpin lokal dalam pengambilan kebijakan pembangunan.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Berita Konflik

Pattani adalah cermin dari bagaimana sebuah identitas bertahan di tengah arus globalisasi dan nasionalisme. Ia adalah wilayah yang kaya akan tradisi, memiliki ketangguhan luar biasa, dan menyimpan potensi besar jika dikelola dengan pendekatan yang humanis dan inklusif.

Mengenal Pattani berarti belajar tentang toleransi yang diuji oleh waktu. Sebagai pembaca, apakah kita akan terus melihat wilayah ini hanya dari sudut pandang konflik, atau mulainya melihatnya sebagai bagian penting dari mozaik budaya Asia Tenggara yang harus kita hargai?

 

Daftar Pustaka (Referensi Ilmiah)

  1. Aphornsuvan, T. (2023). History and Politics of the Muslims in Southern Thailand. Journal of Islamic Studies, 34(1), 45-68.
  2. Joll, C. M. (2021). Muslim Merit-making in Thailand's Far South. Southeast Asian Studies, 10(2), 215-238.
  3. McCargo, D. (2019). Tearing Apart the Land: Islam and Legitimacy in Southern Thailand. Cornell University Press (International Journal of Asian Studies review).
  4. Sattar, A. (2022). Language Policy and Identity Construction in Patani. International Journal of Multilingualism, 19(3), 312-329.
  5. Yusuf, I. (2020). The Ethno-Religious Conflict in Southern Thailand: A Sustainable Solution. Journal of Peace and Development, 15(4), 88-105.

 

10 Hashtag Terkait

#Pattani #ThailandSelatan #SejarahMelayu #BudayaIslam #SouthThailand #ExplorePattani #IdentitasMelayu #StudiAsiaTenggara #KerajaanPatani #HarmoniBudaya

 

Peta Provinsi Pattani



Video Provinsi Pattani




No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.