Thursday, February 12, 2026

Keajaiban Pulau Jeju: Lebih dari Sekadar Lokasi Syuting Drama Korea

Meta Description: Mengapa Pulau Jeju begitu unik? Telusuri keajaiban geologi gunung api, sistem budaya Haenyeo, hingga tantangan overtourism di Pulau Jeju, Korea Selatan.

Keywords: Pulau Jeju, Gunung Hallasan, Geopark Global UNESCO, Haenyeo, Wisata Berkelanjutan, Geologi Gunung Api.

 

Pernahkah Anda membayangkan sebuah tempat di mana daratannya terbentuk dari api, namun dikelilingi oleh birunya samudra yang tenang? Bagi pecinta drama Korea, Pulau Jeju mungkin identik dengan latar romantis. Namun, bagi para ilmuwan, Jeju adalah "museum terbuka" yang menceritakan sejarah dahsyat aktivitas vulkanik bumi selama jutaan tahun.

Sebagai satu-satunya tempat di dunia yang menyandang tiga status UNESCO sekaligus (Biosphere Reserve, World Natural Heritage, dan Global Geopark), Jeju menyimpan rahasia keseimbangan antara geologi purba, budaya unik, dan tantangan modernitas.

 

Arsitektur dari Api: Jejak Geologi Hallasan

Inti dari identitas Jeju adalah Gunung Hallasan, gunung tertinggi di Korea Selatan dengan ketinggian 1.947 meter di atas permukaan laut. Hallasan bukan sekadar gunung; ia adalah jenis gunung api perisai (shield volcano) yang terbentuk di atas titik panas lempeng benua.

Salah satu fitur geologi paling menakjubkan di sini adalah Geomunoreum, sebuah sistem tabung lava. Bayangkan terowongan bawah tanah raksasa yang terbentuk ketika aliran lava mendingin di bagian luar tetapi tetap mengalir di bagian dalam. Secara ilmiah, sistem ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia karena strukturnya yang utuh dan dihiasi oleh stalaktit serta stalagmit karbonat yang langka di lingkungan vulkanik.

 

Haenyeo: Simbol Ketahanan Ekofeminisme

Di pesisir Jeju, Anda akan menemui para Haenyeo—penyelam wanita yang memanen hasil laut tanpa tabung oksigen. Mereka bisa menahan napas selama dua menit dan menyelam hingga kedalaman $10$ meter. Namun, di balik daya tarik wisatanya, komunitas Haenyeo adalah model nyata dari pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan.

Penelitian menunjukkan bahwa sistem bulteok (tempat berkumpulnya Haenyeo) menerapkan aturan ketat mengenai musim panen dan ukuran minimum biota laut yang boleh diambil. Ini adalah bentuk kearifan lokal yang selaras dengan prinsip biologi laut modern untuk mencegah overfishing. Sayangnya, populasi Haenyeo kini didominasi oleh wanita berusia di atas 60 tahun, memicu kekhawatiran akan hilangnya pengetahuan ekologi tradisional ini.

 

Tantangan Modern: Paradoks Pariwisata Masal

Sebagai destinasi global, Jeju menghadapi fenomena yang disebut overtourism. Dengan jutaan pengunjung setiap tahun, tekanan terhadap infrastruktur dan lingkungan meningkat tajam.

  • Krisis Sampah dan Air: Pertumbuhan hotel dan resor meningkatkan konsumsi air tanah secara drastis, yang berisiko memicu intrusi air laut ke dalam akuifer pulau.
  • Kehilangan Biodiversitas: Pembangunan jalan dan fasilitas wisata mengancam habitat asli spesies endemik Jeju.

Para peneliti kini berdebat mengenai implementasi "Pajak Masuk Wisata" atau sustainability fee untuk mendanai pemulihan lingkungan. Ini adalah dilema antara pertumbuhan ekonomi dan konservasi alam yang juga dialami oleh destinasi seperti Bali atau Islandia.

 

Data Administrasi, Geografi, dan Demografi

Untuk memahami skala pulau ini, mari kita lihat data teknisnya:

  • Geografi: Terletak di sebelah selatan Semenanjung Korea (33,49° LU, 126,53° BT), Jeju merupakan pulau terbesar di Korea Selatan dengan luas sekitar 1.848 km2.
  • Administrasi: Secara administratif, wilayah ini berstatus Provinsi Mandiri Spesial Jeju (Jeju Special Self-Governing Province), yang memberikan otonomi luas dalam regulasi perdagangan dan pariwisata.
  • Demografi: Penduduk Jeju mencapai sekitar $700.000$ jiwa. Uniknya, struktur masyarakat Jeju secara historis bersifat matriarkal karena peran dominan wanita (seperti Haenyeo) dalam ekonomi keluarga.

 

Solusi: Menuju Pulau Karbon Netral 2030

Pemerintah Jeju tidak tinggal diam. Mereka meluncurkan inisiatif ambisius bertajuk "Carbon-Free Island by 2030". Strategi ini berbasis pada penelitian energi terbarukan yang intensif:

  1. Konversi Kendaraan Listrik: Target mengganti seluruh kendaraan pribadi dan publik menjadi bertenaga listrik.
  2. Energi Angin Lepas Pantai: Memanfaatkan letak geografis Jeju yang berangin kencang untuk membangun ladang angin (wind farm) sebagai sumber energi utama.
  3. Pertanian Pintar: Menggunakan teknologi smart grid untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan energi di seluruh pulau.

 

Kesimpulan: Laboratorium Masa Depan

Pulau Jeju adalah pengingat bahwa keindahan alam bersifat rapuh. Ia adalah saksi bisu kekuatan geologi masa lalu, pelestari budaya laut yang inklusif, sekaligus medan tempur bagi kebijakan perubahan iklim di masa depan.

Bagi kita, Jeju memberikan pelajaran berharga: bahwa pariwisata tidak boleh hanya tentang "mengambil foto", tetapi juga tentang "memberi ruang" bagi alam untuk bernapas. Saat Anda berkunjung nanti, tanyakan pada diri sendiri: Apakah kehadiran saya di sini membantu melestarikan keajaiban ini, atau justru mempercepat kerusakannya?

 

Sumber & Referensi (Jurnal Internasional)

  1. Brenna, M., et al. (2012). "The nature of magma storage and transport feeding island arc crust: Evidence from Jeju Island." Lithos. (Membahas asal-usul vulkanisme Pulau Jeju).
  2. Gössling, S., et al. (2018). "Overtourism: excesses, discontents and measures in Jeju Island." Journal of Sustainable Tourism. (Analisis mengenai dampak pariwisata berlebihan di Jeju).
  3. Kim, S., et al. (2015). "Traditional underwater harvesting system of Haenyeo (female divers) of Jeju Island." Journal of Heritage Tourism. (Studi tentang kearifan lokal komunitas Haenyeo).
  4. Lee, J. H., & Kim, J. H. (2020). "The Jeju 'Carbon Free Island 2030' Strategy: A Comprehensive Review." Energy Policy. (Evaluasi transisi energi bersih di Jeju).
  5. Woo, K. S., et al. (2013). "The World Heritage volcanic features of Jeju Island, Korea." Geological Society, London, Special Publications. (Dokumentasi geologi sistem tabung lava Jeju).

 

#PulauJeju #KoreaSelatan #GeoparkUNESCO #GunungHallasan #Haenyeo #Sustainability #WisataBerkelanjutan #Geologi #CarbonFreeIsland #WonderfulJeju


Peta Pulau Jeju



Video Pulau Jeju


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.