.

Aug 2, 2013

Lebaran, Mudik dan Kekuatan Silaturahim


Oleh : Atep Afia Hidayat – Budaya lebaran mungkin hanya ada di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Lebaran ditandai dengan migrasi besar-besaran penduduk Indonesia dari satu tempat ke tempat lainnya, bisa lintas provinsi, kota dan kabupaten, kecamatan, kelurahan atau desa, atau antar kampung. Luar biasa, lebih dari dua ratus juta orang akan bergerak menuju tempat lainnya, atau yang lebih dikenal dengan istilah mudik, ada yang hanya puluhan meter, ada juga yang sampai ribuan kilometer.


Semuanya serentak hendak merayakan lebaran setelah berpuasa sebulan lamanya. Lebaran identik dengan keinginan untuk bermaaf-maafan di antara anggota keluarga atau teman sekampung. Menjelang lebaran berbagai moda transportasi kebanjiran penumpang, bahkan melampaui daya tampung. Mulai dari bandara, pelabuhan sampai terminal disesaki calon penumpang, semuanya dengan keinginan dan tujuan yang sama yaitu menjalin silaturahim.

Silaturahim tak lain merupakan upaya untuk menyambungkan kembali tali kekeluargaan, persaudaraan, perkerabatan, atau pertemanan. Sulaturahim merupakan aktivitas yang bukan sekedar berkomunikasi, tetapi lebih memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Bandingkan perbedaan yang mendasar antara konsep silaturahim dengan komunikasi. Silaturahim lebih menyentuh aspek kasih sayang dan hati nurani, karena silaturahim hakekatnya ialah menyambung tali kasih sayang. Manusia sebagai mahluk Allah SWT yang Maha Penyayang, sudah semestinya menjalani kehidupan dengan penuh kasih sayang kepada siapapun, terlebih dengan sesama manusia. 

Dalam hal ini setiap manusia pada hakekatnya adalah bertalian atau berkaitan, meskipun tingkat keeratannya beragam. Kalau ditelusuri lebih jauh, nenek moyang semua manusia yang ada dan yang pernah ada adalah sama, bermuara pada pasangan Nabi Adam dan Siti Hawa, sebagai manusia yang pertama diturunkan di Planet Bumi. Lebaran tak lain merupakan ajang silaturahim bukan sekedar berkomunikasi. Lebaran yang tak lain merupakan perayaan Hari Raya Idul Fitri, yang juga menjadi  hari kemenangan, setelah selama sebulan menunaikan perintah Allah SWT, yaitu ibadah puasa sebagai Rukun Islam ke empat.   

Lebaran diwarnai dengan arus mudik yang bisa saja merupakan migrasi manusia terbesar di Planet Bumi. Begitu pula setelah masa lebaran, akan ditandai dengan arus balik. Suasana lebaran, desa dan kampung halaman akan menjadi ramai, sementara sebagian kota seperti  Jakarta akan menjadi sepi. Jakarta yang dikenal karena kemacetan lalulintasnya, untuk sementara akan menjadi kota metropolitan dengan arus lalulintas yang sepi. Lebaran beserta arus mudiknya akan berdampak pada perputaran roda perekonomian yang makin menguat. Dalam hal ini konsumsi dan distribusi barang keperluan sehari-hari meningkat pesat yang menyebabkan dinamika perekonomian desa menguat.

Ya, lebaran dan mudik menjadi ajang untuk memperkuat tali silaturahim, kalau diakumulasikan secara nasional secara langsung akan berdampak terhadap penguatan kebersamaan dan persatuan bangsa. (Atep Afia)  


4 comments:

  1. Ya, mudik saat lebaran di Indonesia sudah menjadi budaya. Berkumpul sanak keluarga merupakan hal yang dinanti, bersilaturahmi antar sesame merupakan hal yang indah di hariyang fitri. Untuk itu saat menjelang lebaran pemerintah harus menambah sarana transportasi untuk menunjang masyarakat yang ingin mudik, dan sarana dan prasarana jalan harus diperbaiki sepeti jalan yang berlubang dan penerangan jalan untuk meminimalisi kecelakaan. Agar Suasan yang indah dan bahagia tidak berubah jadi suasana duka. Karena dilihat dari angka kecelakaan saat mudik masih cukup besar.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Afifah Putri Nadiyah
    @A20-AFIFAH

    Arus mudik lebaran memang sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Untuk itu sudah kewajiban pemerintah membenahi transportasi untuk pulang ke kampung halaman. Selain itu perlu juga dilakukan perbaikan jalan untuk mengantisipasi kemacetan yang akan terjadi, terutama di jalur pantura.

    ReplyDelete
  4. yosep setiawan
    @A05-Yosep

    Mudik adalah tradisi oleh masyarakat indonesia sebelum hari raya idul fitri,pulang nya masyarakat yang berkerja dari kota ke kampung halamannya . ada yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum..sudah tidak asing lagi ketika musim mudik jalanan akan sangat padet oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.hal ini akan menimbulkan kemacetan sangat panjang bahkan sampai puluhan KM.hal ini menjadi PR terhadap pemerintah untuk menanganinya ,meningkat nya penggunaan kendaraan tidak sesuai dengan jalannannya ,

    ReplyDelete