.

Jan 6, 2014

Kepemimpinan Bangsa Berbasis Talenta

Oleh : Atep Afia Hidayat - Tak lama lagi akan segara terjadi pergantian kepemimpinan bangsa. Mulai dari presiden, parlemen dan kabinet bakal berganti, baik dengan wajah baru atau muka-muka lama. Pemilu 2014 akan menjadi momentum yang sangat menentukan untuk kelangsungan bangsa Indonesia. Hal yang perlu dicermati, sebenarnya Pemilu 2014 merupakan ajang seleksi kemepimpinan nasional. Nah, apakah proses seleksi akan berlangsung dengan profesional, atau bisa saja terjadi proses seleksi yang abal-abalan.


Sulit dibayangkan jika kualitas penyelenggaraan Pemilu 2014 rendah, tentu saja akan menghasilkan pemimpin bangsa yang tidak memiliki talenta. Ya, kepeimimpinan erat kaitannya dengan talenta (baik menyangkut minat, bakat, kemampuan, keseriusan, profesionalisme, dan sebagainya). Apa jadinya jika bangsa yang menempati peringkat keempat terbesar di dunia ini dikelola oleh pemimpin yang tidak memiliki talenta, atau pemimpin abal-abal.

Hal itu bisa saja terjadi, sebagai gambaran perhatikan daftar calon legislatif (Caleg) Pemilu 2014 yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dari sekian banyak Caleg berapa persen yang memiliki talenta untuk bidang kepemimpinan, makin rendah persentasinya maka kondisi bangsa ini ke depan akan makin rentan. Apalagi jika memperhatikan Caleg untuk tingkat propinsi, kabupaten dan kota, banyak ditemukan "tokoh" yang kurang dikenali. Jangankan menyangkut talenta, namanya saja seperti baru muncul dalam daftar tersebut. Bagaimana kondisi daerah-daerah dalam lima tahun ke depan jika Caleg yang lolos dan berhasil menduduki DPRD Propinsi, Kabupaten dan Kota kurang berkualitas ?

Partai politik (Parpol) sebenarnya merupakan pihak yang paling bertanggungjawab dalam meloloskan seorang Caleg. Umumnya yang menjadi Caleg adalah kader Parpol tersebut. Dalam hal ini diperlukan obyektivitas dari internal Parpol untuk menentukan daftar Caleg yang diperkirakan memiliki talenta kepemimpinan.

Hal yang paling krusial ialah dalam penentuan orang nomor satu di Republik ini. Ya, jabatan presiden  akan sangat mewarnai bagaimana Indonesia ke depan. Dengan sendirinya Presiden RI mendatang harus memiliki talenta kepemimpinan nasional, bukan sekedar berambisi atau populer semata. Bisa saja seorang calon presiden memiliki tingkat populeritas yang tinggi, mungkin karena mempromosikan diri atau membangun proses pencitraan melalui beragam media, bisa juga karena mendapat simpati rakyat. Namun belum tentu kapasitas talenta kepemimpinannya cukup memadai untuk "mengendalikan" dan "mengelola" lebih dari 250 juta rakyat.

Republik Indonesia dengan seperempat milyar penduduknya tentu saja sangat memerlukan pemimpin besar, bukan pemimpin pemimpi atau pemimpin formalitas. Lima tahun keperiode kepemimpinan harus menghasilkan pencepaian yang luar biasa, bukan pencapaian ala kadarnya, sehingga bangsa Indonesia relatif tertinggal bahkan di kawasan regional sekalipun.

Dengan demikian seluruh penyelenggara negara dalam periode lima tahun ke depan, seharusnya memiliki talenta kememimpinan nasional. Sudah selayakanya rakyat lebih cerdas dalam menentukan pilihan. Perhatikan dengan sungguh-sungguh, mana pemimpin yang benar-benar memprioritaskan kepentingan bangsa, mana yang hanya mengutamakan kepentingan kelompoknya (banyak pemimpin nasional namun lebih mementikan Parpol, suku, almamater, dan sebagainya), dan mana yang hanya mengedepankan urusan pribadinya (pemimpin yang korup). (Atep Afia).

Gambar:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c5/Soekarno.jpg

14 comments:

  1. Mencari pemimpin sekelas Presiden pertama kita Soekarno memang susah jika melihat bakal calon calon yang ada. Akan tetapi paling tidak ada satu atau dua orang yang mirip dengan Soekarno, mulai dari talenta sampai prestasi kerja. Sebagai pemilih kita harus pintar dalam menggunakan hak suara, pelajari misi - misi calon presiden, simak trek record nya dalam bekerja baru lah memilih sesuai pilihan hati.

    ReplyDelete
  2. Pemilu sebenarnya menjadi ajang paling massif, bebas (free) dan adil untuk meentukan partai dan tokoh yang berak mewakili rakyat. Dalam pemilu setiap orang diargai sama, dengan semikiana siapapun yang terpili yang paling banyak, dianggap memiliki sumber dukungan yang juga lebi banyak dibandingkan yang lainnya. Pendidikan politik yang seharusnya mewarnai kampanye tidak mendapat porsi yang cukup dalam pelaksanaan kampanye, karena baik peserta maupun rakyat pemilih belum terbangun pemahaman bahwa kampanye adalah media pendidikan politik sebagai ajang untuk menyampaikan program yang kelak bisa ditagih. Komunikasi politik selama kampanye umumnya banyak diwarnai komunkasi nonverbal, yang mampu membuat senang dan membangun semangat yang hadir, tetapi tidak menyentuh aspek pemikiran maka tidak sala ketika yang terpilih dan duduk di parlemen senayan bukan orang yang punya talenta dan kapabilitas.

    ReplyDelete
  3. Mencari pemimpin yang adil dan pro rakyat saat ini sangat susah-susah gampang, dalam artian sebenarnya tokoh yang di betul-betul pro rakyat dan adil ada akan tetapi banyak pihak-pihak atau golongan yang menghalangi tokoh tersebut untuk memimpin negeri ini bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme dan menurut saya banyak partai atau golongan yang mementingkan kepentingannya bukan untuk kepentingan orang banyak.Saya sangat berharap semoga tahun ini akan terpilih pemimpin yang akan pro rakyat dan sangat tegas.

    ReplyDelete
  4. Pemimpin yang memiliki talenta kepemimpinan memang sangat sulit ditemukan. Presiden Soekarno adalah contoh dari seorang pemimpin yang bertalenta kepemimpinan yang perlu kita contoh dan kita jadiakn panutan.

    Pada masa pemilu ini, kita harus jeli dalam memilih pemimpin atau wakil kita di parlemen agar dapat menyampaikan dan menjalankan amanat yang telah rakyat berikan dan tentuny diharapkan seseorang tersebut bertaenta kepemimpinan. Hal ini diharapkan akan membawa indonesia ke masa yang lebih baik lagi.

    #indonesia ayo bangkit....

    ReplyDelete
  5. Orang yang bisa memimpin negara indonesia dan menjadikan negara ini berjaya di dunia hidup makmur adil pastinya yang berpihak pada rakyat selalu mang kita memperjuangkan rakyatnya . Sosok pemimpin inilah yang sedang kita cari saat ini yang mempunyai talenta lebih dari orang pada umumnya, religius, adil , dan mensejahterahkan rakyatnya. Membuat negara indonesia menjadi pemimpin dunia Amin.

    ReplyDelete
  6. Ya memang...
    Indonesia menunggu Sang Satrio Piningit untuk membangkitkan bangsa ini...
    Perlu seorang pemimpin yang bertalenta kuat dan punya dedikasi yang tinggi demi bangsa ini.. demi rakyat ini..
    Bukan demi partai, suku, atau perut dirinya atau keluarganya.
    Bagi saya dalam memilih Pemimpin yang akan menahkodai bangsa ini besok harus memiliki beberapa kriteria menurut pribadi saya sendiri. Seperti dekat dengan rakyat, Cerdas, Berwibawa, Tegas, Moral dan akhlak yang baik, serta mempunyai Visi dan Misi yang bagus untuk bangsa ini. Dan juga bukan sekedar ucapan belaka. Perlu adanya pemimpin yang punya kerja nyata.

    ReplyDelete
  7. Syaipudin Juhri3/30/2014 8:57 PM

    Maka dari itu gunakan hak pilih kita secara cerdas. Agar kita bisa mendapatkan seorang pemimpin yang bisa membawa bangsa kita maju, diperlukan partisipasi dari semua lapisan elemen masyarakat yang sudah sesuai dengan syarat seorang pemilih.
    Gunakan hak pilih kita dengan cerdas. Jangan mudah tergoda dengan money politik.

    ReplyDelete
  8. di negara indonesia ini sekarang sekarang ini memang sangat susah mencari pemimpin yang bertalenta, semua hanya berjanji di awal, dan yang di sayangkan suara suara masyarakat yang mau di bayar murah dan tidak memikirkan masa depan bangsa kita.Oleh karena itu pilih lah pemimpin dengan cerdas.

    ReplyDelete
  9. Sebagai warna negara yang baik kita harus memberi hak pilih suara karena dengan hak pilih yang kita pilih mempunyai arti dan makna untuk 5 tahun yang akan datang untuk indonesia agar semakin baik di mata dunia dan menjadi negara yang perduli terhadap para penduduk yang sangat mencintai tanah air ini. Seperti halnya bkp Sukarno beliu sangat tegas terhadap apa yang teklah di putuskan karena dengan sikap tegas negara ini tidak di lecehkan oleh negara lain.

    ReplyDelete
  10. Negara Indonesia memang sangat membutuhkan sosok pemimpin yang mempunyai talenta dan ambisi untuk memajukan negara ini kembali pada puncaknya yaitu sebagai Macan Asia.
    Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyaring untuk Caleg Indonesia, seharusnya lebih sensitif pada daftar Caleg yang tidak memiliki prestasi dengan tidak hanya melihat dari popularitas Caleg semata.

    ReplyDelete
  11. Indonesia butuh penerus generasi seperti Bapak Ir. Soekarno!!

    ReplyDelete
  12. banyak pemuda pemuda indonesia yang bertalenta dan tidak kalah saing dengan pemuda eropa..
    akan tetapi yang pintar dan bertalenta tidak mendapat dukungan dari pemerintah sendiri..
    disitulah letak kelemahan penerus penerus karna pemimpim yang egois dan menjalar ke penerusnya...
    melawan Lupa !!! indonesia tidak butuh pencitraan , dan tidak butuh kesempuraan media untuk menutupi keburukan keburukan sistem pemerintahaan

    ReplyDelete
  13. Indonesia, haus pemimpin yang bertalenta
    Indonesia saat ini memang sangat memerlukan pemimpin yang mempunyai talenta bukan hanya pencitraan media, Mungkin ini yang harusnya menjadi semangat para kaum muda atau mahasiswa untuk melakukan sesuatu untuk merubah kepemimpinan dan pemerintahan bangsa indonesia menjadi lebih relavan

    ReplyDelete
  14. ARDHIKA NUGRAHA
    @A18-ARDHIKA

    Pemimpin yang hanya mempunyai talenta tanpa didasari dengan jiwa nasionalisme dan kejujuran akan percuma untuk memimpin bangsa seperti Indonesia ini. Karena banyak sekali pemimpin-pemimpin yg hanya mempunyai talenta malah menghancurkan bangsa ini. Salah satu tindakan yg sampai saat ini belum berhenti adalah maraknya tindakan korupsi. Pemimpin-pemimpin tersebut menggunakan talentanya untuk mencari cara bagaimana untuk melakukan tindakan korupsi. Kemudian banyak pemimpin-pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya tanpa memikirkan rakyat-rakyat yang dipimpin dengan memanfaatkan jabatannya dengan sewenang-wenangnya.

    ReplyDelete