.

Jan 19, 2014

Fenomena Miskin Sosial

Oleh : Atep Afia Hidayat - Dalam hal ini miskin dapat diartikan ketidakpunyaan, kekurangmampuan atau ketiadaan. Sebenarnya miskin itu tidak hanya menyangkut materi atau harta semata, namun bisa juga meliputi aspek lain. Kalau miskin harta bisa dikatakan sebagai miskin finansial atau miskin material, maka terdapat beberapa jenis  miskin lainnya, seperti spiritual dan miskin sosial.


Miskin spiritual bisa diartikan kedangkalan terhadap pemaknaan hakekat hidup yang sebenarnya. Ya, kehidupan disertai dengan misi untuk pencapaian tertentu, khususnya pencapaian akan keberadaan Sang Pencipta, Allah SWT. Hampir semua orang mengakui adanya Tuhan, namun berapa banyak yang mampu menjalin interaksi yang intensif sesuai dengan panduan yang diberikanNya. Ya, Tuhan pasti memberikan panduan orisinil sebagai software bagi manusia dalam menjalankan kehidupannya.

Jika miskin spiritual menyangkut hubungan vertikal manusia dengan Penciptanya, maka miskin sosial berkaitan dengan interaksi horisontal di antara sesama manusia. Ya, sudah berapa tahun atau puluh tahun kita menjalani kehidupan di Planet Bumi ini, tanpa sedetik pun beranjak meninggalkannya, pasti senantiasa berinteraksi dengan manusia yang lainnya. Keluasan kualitas dan kuantitas interaksi itulah yang menjadi dasar apakah seseorang masuk katagori miskin sosial atau kaya sosial.

Miskin sosial merupakan fenomena yang terus berkembang, hal itu berkaitan dengan makin mewabahnya pemanfaatan teknologi informasi  terutama dengan aplikasi media sosialnya. Banyak orang yang mengaku punya teman ribuan di situs jejaring social, namun nyatanya tidak mampu menjalin interaksi yang harmonis dengan satu orang pun. Selalu terkesan salah gaul, tidak bisa menempatkan diri atau tidak nyambung. Banyak penggiat media social namum ternyata dengan tetangga kiri-kanannya tidak saling mengenal. Bisa dikatakan ada kecenderungan makin banyak orang tenggelam di dunia maya, dan ketika harus berhadapan dengan dunia nyata terkesan menjadi bingung dan canggung.

Parameter penderita miskin sosial bisa diukur dengan mudah, antara lain melalui intensitas pergaulan dalam keseharian. Berama lama waktu yang dialokasikan untuk bersosialisasi; dengan siapa saja saling menyapa dan mengobrol; berapa banyak jumlah saudara, kerabat atau temannya yang benar-benar merasa dekat. Bisa juga diukur dari berapa banyak orang yang menjenguk ketika sedang di rawat di rumah sakit; berapa banyak undangan yang hadir ketika mengadakan pesta atau kenduri; dan berapa banyak yang mengantar ke tempat peristirahatan terakhir ketika meninggal.

Pada dasarnya kehidupan adalah membangun ikatan, mulai dari dengan yang sekamar (suami –istri); serumah (keluarga); se-RT, RW, Kampung atau komplek; se-kantor (atau tempat pekerjaan); se-sekolah (se-kampus); se-komunitas (jika tergabung dalam komunitas sosial, keagamaan, hoby, dan sebagainya). Ikatan sosial itu bisa dikembangkan dan dikelola, bisa melakukan ekspansi atau intensifikasi. Tujuannya ialah untuk saling menghubungkan tali kasih sayang (silaturahim), bukan hanya sekedar saling menyapa, say hello, atau berkomunikasi ala kadarnya.  

Jika tidak ingin terjebak dalam kondisi miskin sosial, maka hal-hal yang perlu disikapi ialah: Selalu membuka diri kepada siapapun; Tidak berprasangka terlebih dahulu, selalu memulai dari posisi netral; Bangun asumsi bahwa setiap orang itu penting dan unik; Perlu memiliki keyakinan yang kuat bahwa semakin banyak ikatan pertemanan, maka hidup yang dijalani akan menjadi lebih mudah dan lebih indah, sudah pasti rejeki pun akan lebih berlimpah.

Tunggu apalagi, buka hatimu, terangkan pikiranmu, temukan teman sebanyak-banyaknya, siapapun, kapanpun dan di manapun. Kembangkan silaturahim, bukan sekedar komunikasi. (Atep Afia - Tangerang 190114)

Sumber Gambar:
http://www.writemisskitty.com/#!blog/c232v



18 comments:

  1. Keuntungan kebanyakan masyarakat sekarang lebih banyak menjalin hubungan sosial atau menjaga silaturahmi dengan jejaring sosial karena mungkin lebih praktis dan efisien. namun di sisi lain kita tidak bisa bertemu langsung dengan teman tersebut di karenakan jauhnya tempat atau waktu untuk bertatap muka.maka dari itu kelemahan tidak bertemunya teman tersebut sangat mengurangi hubungan silaturahmi.

    ReplyDelete
  2. akhir-akhir ini memang semakin banyak orang yang tenggelam dalam dunianya sendiri.. teknologi semakin canggih dengan bertujuan untuk mendekatkan yang jauh, namun ada konsekuensinya bagi yang terlalu larut dalam kemudahan teknologi, efek yang nyata adalah menjadi miskinnya sosialisasi, dengan kata lain "Menjauhkan yangv dekat"
    bersikaplah terbuka dengan siapapun dan jangan pilih2 pertemanan.. semua orang diciptakan unik dan berbeda2

    ReplyDelete
  3. Fenomena sosial media sebagai dampak dari perkembangan ilmu informasi, ini membuat orang lupa untuk bergaul dengan sesama dan lebih asik bergaul di dunia maya, hal ini menjadi kian menjadi fenomena yang kian berkembang dimasyarakat luas. Sungguh sangat di sayangkan ketika seseorang bangga dengan banyak nya teman di dunia maya namun sedikit interaksi dengan teman di dunia nyata, miris memang namun ini adalah sisi lain dari perkembangan teknologi sehingga kita harus pandai dalam bergaul sehingga kita tidak terjebak dalam kemiskinan social dalam berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  4. Fenomena miskin sosial sudah terjadi di era modern terutama di daerah perkotaan.
    Banyak anak yang lebih senang bermain dengan gadget mereka ketimbang bermain dengan teman sebayanya. seperti maen bola atau permainan tradisional lainnya.
    Otomatis ini yang membuat generasi penerus bangsa miskin sosial. Apakah kita ingin semua generasi penerus bangsa miskin sosial karena asyik bermain dengan gadgetnya.

    ReplyDelete
  5. Miskin sosial (udah miskin, sial pula)..fenomena ini memang sudah menjangkit kesemua kalangan dan dampaknya sungguh membahayakan hubungan talisilaturahmi antar sesama yang semakin lama akan hancur. Mari, sebelum terlambat kita kurangi ber-mesos ria dan tingkatkan intensitas pergaulan secara nyata baik dengan keluarga, teman, calon mertua, dosen dan masih banyak lagi.

    #indonesia ayo bangkit...

    ReplyDelete
  6. Syaipudin Juhri3/30/2014 8:50 PM

    Miskin sosial sekarang ini sudah sangat mewabah di negara kita. Dengan semakin sibuknya seseorang, maka semakin sedikit waktu mereka untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Umumnya sekarang ini masyarakat lebih condong dan terbiasa bersilaturahmi menggunakan media sosial,

    ReplyDelete
  7. miskin dalam arti diatas ialah bisa dibilang ketidak punyaan suatu benda atau hal pendukung materi hidup.jaringan sosial pun semakin modern sebagai acuan untuk hal silaturahmi.alangkah baiknya suatu masyarakat melakukan hal ini secara nyata.miskin itu harusnya bukan sebagai hal keluhan,lebih baik kita terapkan tidak miskin hati,

    ReplyDelete
  8. Miskin sosial sudah tidak lag terjadi di Indonesia jika masyarakat indonesia menggunakan internet. Memang internet menggunakan kuota dan kuota perlu mempunyai uang untuk membeli kuota tersebut,jika SDM di Indonesia sudah baik maka tidak ada hal lagi yang menghambat masyarakat indonesia untuk menggunakan internet atau jejaring sosial.

    ReplyDelete
  9. Fenomena miskin sering sekali di sangkut pautkan dengan mental yang sangat kurang kurangnya beradaptasi terhadap lngkungan sekitar kita,kurangnya berkomunikasi terhadap tetanga sekitar dan lebih menyindiri.

    ReplyDelete
  10. Miskin sosial terjadi karena ketidak nyamanan seseorang dalam bergaul dengan teman di sekitarnya, yang bisa terjadi karena trauma dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Hal ini bisa disebabkan oleh tindakan bully dari temannya, perbedaan fisik dll.
    Peranan orang tua juga sangat penting dalam mensupport pertumbuhan pergaulan sosial anaknya sejak dini, agar seorang anak dapat tumbuh dengan pergaulan sosial yang nyata dilingkungan, dibandingkan dengan pergaulan di jejaring sosial media.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak juga, mungkin dari si anak itu sendiri kemungkinan menutup diri dengan lingkungan sosialnya, mungkin itu dari sifat internal maupun external. Mungkin dari lebelling buruk masyarakat terhadap orang tersebut yang juga bisa membuat si orang tersebut untuk menutup diri dan menisolirkan diri sendiri demi menenangkan diri.

      Delete
  11. menurut pendapa saya memang benar perkembangan teknologi mempengaruhi interraksi sosial secara langsung dimasyarakat,dimana masyarakat seakan apatis terhadap keadaan sekitar dan lebih peduli terhadap kehidupan maya. sebagai contoh ketika sebuah keluarga sedang makan bersama dan masing-masing sedang asyik dengan gedgetnya maka suasana yang timbul tidak akan nyaman.selain itu miskin sosial juga akan membuat orang kesulitan beradaptasi di luar zona nyamanya.

    ReplyDelete
  12. pesatnya perkembangan teknologi memberikan dapak pada kehidupan manusia salah satu yang mendapatkan pengaruh paling besar adalah interaksi secara langsung antara satu orang dan orang lain kurang terjalin dengan baik. Setiap orang sibuk dengan gadgetnya dan kurang bersosialisasi dengan orang di sekitar hal ini menyebabkan tingkat kepedulian dengan orang yang berada di sekitar menjadi menurun. Walaupun mengaku memiliki banyak teman atau rekan di media sosial tetapi di kehidupan nyata di sekitar lingkungan tempat tinggal orang tersebut kurang mendapatkan kepedulian dari masyakat sekitar.

    ReplyDelete
  13. Mungkin inilah sisi negatif dari teknologi, semua memang ada positif dan negatifnya, tering dulu film tentang twitter ada kata-kata menarik di film itu "orang yang asik di sosial media belum tentu sama dengan kenyataannya"

    ReplyDelete
  14. miskim sosial, ini terjadi sekarang ini. dimana orang2 sibuk dengan dunianya sendiri dan tanpa memikirkan orang lain. pengaruh teknologi dan informasinsangat amat jelas terasa. contoh saja di krl atau tempat umum lainnya, orang orang sibuk dengan gadgetnya masing2 dan tanpa tegur sapa dengan prang lainnya.

    ReplyDelete
  15. Soleh Hakim Ansori
    @A11 - SOLEH
    kesenjangan sosial merupakan salahsatu masalah yang sudah lama ada, adanya kesenjangan ekonomi pada lapisan masyarakat menyebabkan mereka hidup dengan kurangnya hubungan sosial. orang yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi akan lebih merasa hebat, olehkarena itu perlu adanya peran pemerintah untuk mengatasi kesenjangan sosial ini serta adanya kemauan dari setiap individu untuk berusaha memperbaiki tingkat ekonomi mereka.

    ReplyDelete