.

Jul 21, 2013

Mencari Sang Presiden

Oleh Atep Afia Hidayat - Pergantian presiden merupakan hal yang biasa dalam suatu republik. Untuk Republik Indonesia undang-undang dasar (UUD) hasil amandemen mengamanatkan dipilih setiap lima tahun sekali, dan boleh mengulang jabatannya untuk periode kedua. Dengan sendirinya Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus rela meletakan jabatannya pada tahun 2014 dan tidak boleh dipilih lagi, beliau sudah menduduki jabatannya dua periode.

Lantas pencapaian apa yang diraih ketika Presiden SBY berkuasa ? Ya, banyak kemajuan di berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti selama dua kali lima tahun negara dalam kondisi relatif aman dan stabil tidak ada gejolak yang berarti. Beragam parameter ekonomi menunjukkan perbaikan, meskipun penduduk miskin masih tersebar di seluruh daerah. Indikator perekonomian di atas kertas memang tidak identik dengan kondisi di lapangan. Begitu pula jumlah penganggur masih puluhan juta orang, sehingga pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri masih marak. Sebagian besar TKI masih memilih Malaysia sebagai tempat yang favorit untuk mencari penghidupan. Dalam hal ini ada hal yang kurang logis, yaitu kenapa Malaysia mampu menyediakan lowongan kerja, padahal kalau dilihat dari kekayaan sumberdaya alamnya mungkin hanya seperlima yang dimiliki negara kita.

Setelah Pak SBY tidak menjabat lagi lantas siapakah yang layak menggantikannya ? Hal ini menjadi pertanyaan sebagian besar rakyat Indonesia. Apakah berharap dari kalangan militer lagi seperti Prabowo Subianto, Wiranto atau Sutiyoso, atau cukup dengan tokoh populer san merakyat seperti Joko Widodo dan Dahlan Iskan. Bisa juga dari kalangan intelektual yang datang dari kampus-kampus ternama negeri ini seperti Mahfud MD, atau dari kalangan pengusaha yang sudah terbukti piawai membangun bisnis dan menyediakan jutaan lowongan kerja seperti ChairulTanjung. Begitu pula dari kalangan artis tersohor negeri ini seperti Rhoma Irama, atau politisi yang menjadi dedengkot partai politik (Parpol) seperti Hata Rajasa dan sederet nama lainnya.

Ya, peluang masih terbuka untuk satu jabatan tertinggi di negeri ini yang akan segera lowong. Namun hal yang harus diperhatikan adalah bahwa Indonesia itu besar dan unik. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, tidak berbentuk satu hamparan, namun lebih dari 17 ribu hamparan daratan. Masing-masing hamparan daratan itu dihubungkan dengan lautan dengan berbagai variasi jarak, ada yang setengah kilo meter, bahkan ada yang ribuan kilometer. Hamparan daratan itupun amat beragam, mulai dari yang berukuran puluhan kilometer persegi sampai ratusan ribu kilometer persegi. Beberapa hamparan daratan di antaranya ternyata harus berbagi dengan negara lain seperti di Kalimantan, Sebatik, Timor dan Papua.

Area yang harus dikelola sang presiden hampir dua juta kilometer persegi daratan dan tiga juta kilometer persegi lautan, yang menyimpan kekayaan sumbedaya alam berlimpah. Idealnya keseluruhan rakyat Indonesia yang mendekati angka 250 juta jiwa seluruhnya sejahtera, hal itu dengan memperhatikan kekayaan sumberdaya alam yang luar biasa. Ya, inilah tantangan terbesar sang presiden, yaitu mampu mengelola kekayaan sumberdaya alam dengan sebaik-baiknya untuk kemakmuran segenap rakyatnya, sebagaimana yang diamanatkan UUD.

Namun siapa yang mengelola SDA itu, sebab untuk mencapai taraf pengelolaan yang mumpuni diperlukan manusia-manusia berkualitas yang terlatih dan terdidik ? Tentu saja hal ini pun harus menjadi fokus sang presiden, yaitu bagaimana secara intensif meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa kualitas pendidikan di negeri ini tertinggal dari negara-negara tetangga terdekat, apalagi kalau dibandingkan Jepang dan Korea. Lantas apa penyebabnya ?

Ya, pendek kata banyak pekerjaan negara (PN) yang harus dikerjakan sang presiden. Memang tidak mudah untuk menduduki kursi nomor satu di pemerintahan itu, bukan sekedar populer  tetapi memiliki visi kebangsaan yang jauh ke depan, terutama menyangkut "mau di bawa kemana Indonesia ini". (Atep Afia)

Sumber Gambar:
http://i862.photobucket.com/albums/ab189/myemotions1/SulemenjadiPresiden.jpg


6 comments:

  1. saya sebagai masyarakat, ingin visi misi menjadi seorang presiden itu tidak hanya di ucapkan ketika saat ber orasi saja. saya butuh aktualnya.
    saya tahu tugasnya seorang presiden berat harus memikirkan masalah masayarakat, masalah negara dan yang lainnya.
    saya berharap yang jadi presiden kedepannya harus memikirkan bagaimana caranya menciptakan lowongan kerja supaya bisa mengurangi angka kemiskinan.
    adakan satu program pemerintah ke masing-masing pelosok daerah di adakannya program mengelola lahan yang baik.
    mungkin ini yang saya harapkan dari presiden selanjutnya

    ReplyDelete
  2. Kami mencari Pemimpin yang tidak hanya mengeluh dan berpidato didepan publik tentang ketakutannya , tapi ia menantang, ia menumbuhkan keberanian pada setiap orang Indonesia, ia menumbuhkan kesadaran bahwa manusia Indonesia berhak atas kedaulatan Sumber Daya Alamnya. Kami butuh Pemimpin yang tak hanya memberi janji tapi langsung realisasi.
    Tak perlu mencari pencitraan kepada masyarakat untuk memperoleh suara, cukup lakukan yang terbaik dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat. Dengan sendirinya kekuatan rakyat akan memihakmu...

    Dari sekian calon yang ada, saya pribadi sangsi terhadap pilihan yang ada. Pada dasarnya bangsa kita kehilangan jati dirinya, kehilangan konsep ideologinya.
    Dan negeri tercinta kita Indonesia Raya sedang mengalami krisi kepemimpinan, kehilangan tokoh panutan.

    ReplyDelete
  3. Untuk menjadi seorang pemimpin di Negara sebesar ini sangatlah sulit karena untuk menjadi seorang Presiden, butuh sifat yang tegas, kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak manapun terlebih dizaman seperti sekarang ini. zaman di mana semua media cenderung mengadu domba dan di monopoli oleh suatu pemain politik yang intinya bertujuan untuk menjatuhkan lawan politiknya tersebut.

    ReplyDelete
  4. http://www.kangatepafia.com/2013/09/habis-sby-terbitlah-jokowi.html?showComment=1395843214218#c386962232233714798

    ReplyDelete
  5. Mochamad Alvin
    @A21-Alvin

    Sebagai Presiden hal yang harus diperhatikan adalah bahwa Indonesia itu besar dan unik. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, tidak berbentuk satu hamparan, namun lebih dari 17 ribu hamparan daratan. Masing-masing hamparan daratan itu dihubungkan dengan lautan dengan berbagai variasi jarak, ada yang setengah kilo meter, bahkan ada yang ribuan kilometer. Hamparan daratan itupun amat beragam, mulai dari yang berukuran puluhan kilometer persegi sampai ratusan ribu kilometer persegi. Beberapa hamparan daratan di antaranya ternyata harus berbagi dengan negara lain seperti di Kalimantan, Sebatik, Timor dan Papua.

    ReplyDelete