.

Jul 22, 2013

Peringkat ICT 2013 Perguruan Tinggi Di Indonesia

Oleh : Atep Afia Hidayat - Keberadaan perguruan tinggi (PT) makin menjadi pusat perhatian, hal itu mengingat peranannya yang sangat strategis dalam memajukan peradaban suatu bangsa dan negara, khususnya menyangkut pengembangan ilmu pengatahuan, teknologi dan seni (Ipteks). Berbagai lembaga pemeringkatanpun muncul, baik yang berskala nasional atau internasional. Hal yang menjadi obyek pemeringkatan bisa meliputi kinerja akademik, hasil penelitian, kepedulian terhadap lingkungan, penerapan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) sampai situs web.

Penerapan ICT di PT sudah menjadi keharusan, bagaimanapun PT merupakan sentra pengembangan Ipteks yang mumpuni . Melalui penerapan ICT setiap PT bisa berbagi Ipteks dengan masyarakat lokal, nasional bahkan global. PT secara rutin menyelenggarakan penelitian dan kajian beragam keilmuan mulai dari teknik, kedokteran, pertanian, ekonomi,  hukum, politik, sastra dan budaya, dan sebagainya. Berbagai produk karya ilmiah itu sewajarnya dipublikasikan untuk masyarakat luas, jika semula menggunakan media tercetak maka kini lebih efektif menggunakan media  digital dan online. Selain menjangkau sasaran yang lebih luas, pola penyebaran Ipteks berbasis ICT juga lebih ramah lingkungan. Setidaknya tidak memerlukan kertas yang bahan bakunya bersumber dari kayu-kayu asal hutan, dan tidak menggunakan tinta yang dalam proses produksinya menghasilkan limbah.

Adalah  Telkom Smart Campus Award (TeSCA), sebuah program pemeringkatan PT di Indonesia yang telah mengembangkan dan menerapkan ICT, berupaya mengapresiasi dan memacu PT untuk berlomba dalam menerapkan ICT dalam pendidikan. Menurut situs web resminya tescaindonesia.org, bahwa TeSCA merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom Indonesia. Pada program TeSCA 2012, PT Tempo Inti Media Tbk (Tempo Media Group) bergabung sebagai penyelenggara program dan media partner. Program ini juga didukung beberapa lembaga antara lain Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti Kemdikbud), Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom), dan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas).

TeSCA sendiri diawali tahun 2008, mulai berupaya mengukur kecerdasan PT dalam bidang ICT.  Dalam hal ini menurut salah satu anggota komite  juri TeSCA, Prof. Ir. Nizam, MSc., Ph.D, yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi, Kemdikbud, sebagaimana dikutip okezone.com, bahwa  smart bukan dalam infrastruktur saja, namun yang menjadi tujuan utama ialah berbagi ilmu. Ya, sudah semestinya setiap PT senantiasa berbagi ilmu, pengetahuan, teknologi dan seni untuk masyarakat ilmiah. Beragam publikasi ilmiahnya jangan hanya tersimpan di lemari perpustakaan yang sulit terjangkau masyarakat luas.

Selanjutnya situs web TeSCA mengemukakan, bahwa metode perhitungan indeks TIK dan pemeringkatan perguruan tinggi pada TeSCA 2012 berdasarkan metode ZEN Smart Campus yang tersusun atas 10 domain, antara lain: Suprastruktur Kampus; Infrastruktur Teknologi; Profil Pemangku Kepentingan; Ragam Pemanfaatan Aplikasi; Strategi Pendidikan Nasional; Dampak dan Manfaat Penerapan Teknologi; Komunitas Eksternal; Riset (Penelitian & Pengembangan); e-Green (TIK Ramah Lingkungan); dan Inovasi (Pendidikan).

Lantas, perguruan tinggi mana saja yang pada tahun 2013 dinilai paling cerdas dalam menerapkan ICT dalam penyelenggaraan tri darmanya ? Inilah peringkat 20 besar beserta indeksnya :

1.  Universitas Indonesia (4.878)
2.  Universitas Gunadarma (4.731)
3.  Institut Teknologi Bandung (4.500)
4.  Universitas Padjadjaran (4.370)
5.  Universitas Airlangga                (4.271)
6.  Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer AMIKOM Yogyakarta (4.271)
7.  Universitas Bina Nusantara (4.223)
8.  Universitas Komputer Indonesia (4.216)
9.  Universitas Gadjah Mada (4.141)
10.  Universitas Kristen Duta Wacana (4.131)
11.  Institut Pertanian Bogor (4.103)
12.  Universitas Kristen Satya Wacana (4.099)
13.  Universitas Brawijaya (4.094)
14.  Universitas Sriwijaya (4.091)
15.  Universitas Muhammadiyah Malang (4.045)
16.  Universitas Kristen Petra (4.042)
17.  Institut Teknologi Telkom (IT TELKOM) (4.040)
18.  Universitas Negeri Surabaya (4.025)
19.  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (4.021)
20.  Universitas Ahmad Dahlan   (4.008)




3 comments:

  1. Selamat malam pak,

    Di era globalisasi sekarang ini, Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) atau sering disebut Information and Communication Techology (ICT) telah merambah ke semua aspek kehidupan, tidak terkecuali dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan, pemanfaatan TIK dapat mengubah cara dan proses belajar mengajar, sistem pengelolaan pendidikan, pelayanan kepada stakeholder, termasuk kebiasaan semua civitas akademika.

    Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan dan pengembangan TIK di perguruan tinggi di Indonesia perlu dimunculkan instrumen pemicu dan pemacu agar perkembangan TIK di seluruh kampus dapat terus ditingkatkan.

    Program TeSCA yang sudah digulirkan sejak tahun 2008, kini juga lebih diarahkan untuk mendorong terjadinya percepatan dan peningkatan pemanfaatan TIK di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

    TeSCA merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom Indonesia. Pada program TeSCA 2012, PT Tempo Inti Media Tbk (Tempo Media Group) bergabung sebagai penyelenggara program dan media partner.
    TeSCA merupakan pengukuran indeks, pemeringkatan dan sekaligus pemetaan perguruan tinggi yang melaksanakan atau memanfaatkan TIK dalam kegiatan pendidikan di lingkungan kampus. TeSCA dimulai sejak tahun 2008 dan sampai 2010 konsep TeSCA berupa pemberian penghargaan (awarding) bagi perguruan tinggi terbaik dalam pelaksanaan TIK di kampusnya. Sejak 2011 dan sekarang TeSCA 2012.

    Pelaksanaan TeSCA didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Teknologi dan Informasi, serta Asosiasi Perguruan Tinggi Teknologi dan Informasi. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang kredibel dan berasal dari praktisi, pakar TIK, serta pemerintah.

    "Proses penilaian dimulai dari pengiriman kuesioner sebagai bentuk self assesment desk evaluation, lalu site visit, penilaian akhir, dan penghargaan,

    Telkom sendiri tetap berkomitmen untuk mendorong setiap kampus untuk terus meningkatkan implementasi ICT-nya lebih tinggi lagi. Selain itu, logo ICT TeSCA bisa dijadikan identifikasi bahwa kampus tersebut masuk dalam kategori berperingkat terbaik.

    Dengan perubahan penyelenggaraan TeSCA yang menggunakan sistem pemeringkatan, maka setiap proses peningkatan implementasi yang dilakukan oleh setiap kampus bisa dimonitor lebih baik lagi. Bahkan dengan mengikuti TeSCA, setiap kampus akan merasakan banyak keuntungan, termasuk peningkatan citra kampusnya di mata masyarakat luas.

    Makna dari TeSCA adalah
    TeSCA merupakan inisiatif Telkom untuk mendorong perguruan tinggi di Indonesia melakukan berbagai percepatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan TIK dalam praktek belajar mengajar di kampus.

    Manfaat dari TeSCA bagi perguruan tinggi
    1.Setiap perguruan tinggi yang berpartisipasi pada TeSCA 2012 akan mendapatkan laporan nilai indeks pelaksanaan TIK yang akan dirinci berdasarkan nilai indeks per domain dan per parameter. Laporan nilai ini akan dibandingkan dengan nilai Indeks pada TeSCA 2011.

    2.Dari nilai indeks TIK di masing-masing perguruan tinggi yang berpartisipasi, selanjutnya akan dibuat pemeringkatan yang terbagi dalam 3 kategori, yaitu TeSCA 100, TeSCA 500, dan TeSCA 1000.

    3.Dengan partisipasi aktif dari perguruan tinggi akan dapat dilakukan pemetaan pemanfaatan TIK untuk perguruan tinggi di Indonesia.

    4.Seluruh data dan fakta TeSCA 2012, juga informasi dan data program TeSCA tahun-tahun sebelumnya dapat diakses melalui website www.tescaindonesia.org


    Demikianlah dari saya terima kasih

    TYO

    ReplyDelete
  2. Mochamad Alvin
    @A21-ALVIN

    Penerapan ICT di PT sudah menjadi keharusan, bagaimanapun PT merupakan sentra pengembangan Ipteks yang mumpuni . Melalui penerapan ICT setiap PT bisa berbagi Ipteks dengan masyarakat lokal, nasional bahkan global. PT secara rutin menyelenggarakan penelitian dan kajian beragam keilmuan mulai dari teknik, kedokteran, pertanian, ekonomi, hukum, politik, sastra dan budaya, dan sebagainya. Berbagai produk karya ilmiah itu sewajarnya dipublikasikan untuk masyarakat luas, jika semula menggunakan media tercetak maka kini lebih efektif menggunakan media digital dan online. Selain menjangkau sasaran yang lebih luas, pola penyebaran Ipteks berbasis ICT juga lebih ramah lingkungan. Setidaknya tidak memerlukan kertas yang bahan bakunya bersumber dari kayu-kayu asal hutan, dan tidak menggunakan tinta yang dalam proses produksinya menghasilkan limbah

    ReplyDelete
  3. A04-YULIANI TUGAS-A05

    Pada artikel ini kurang dijelaskan pemahaman mengenai apa itu ICT. namun kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ICT sangat berpengaruh pada kampus maupun perusahaan.

    ReplyDelete