.

May 21, 2013

Mereka yang Geer Jadi Capres 2014


Oleh : Atep Afia Hidayat - Pemilu 2014 akan berlangsung tahun depan, ranah publik di dunia nyata dan dunia maya sudah dipenuhi foto, poster, spanduk, video, film atau siarang langsung mereka yang geer (gede rasa) jadi calon presiden (Capres), tepatnya bakal calon presiden (Bacapres).

Fenomena yang alamiah di negara manapun, jika masa pemilihan umum tiba, maka mendadak banyak yang jadi “seperti” pemimpin bangsa. Pencitraan dibangun melalui tayangan media massa, dengan tampilan “seperti” pemimpin yang mumpuni dan piawai dalam mengurusi bangsa. Seolah-olah jika kelak terpilih, maka beragam persoalan berbangsa dan bernegara segara tuntas.

Luasr biasa, betapa besarnya energi, sumberdaya dan rupiah yang “dikocorkan” oleh mereka yang geer jadi Capres 2014. Bisa saja mencapai M-Mman, bahkan ratusan M. Tak dapat dipungkiri untuk nyapres perlu dukungan finansial yang memadai. Konon untuk jadi kepala daerah saja dibutuhkan milayaran sampai ratusan milyar rupiah. Nah, kalau jadi Capres bisa saja sampai 1 T. Lantas duit darimana , entahlah. Ongkos sebuah ambisi memang begitu mahal.

Namun dari sekian banyak mereka yang geer jadi Capres 2014, sebenarnya tidak banyak yang masuk kriteria layak. Hanya beberapa saja (kurang dari lima jari) yang pantas memimpin bangsa terbesar keempat di dunia ini. Lantas, apa saja kriterianya ? Ya, tentu saja elektabilitas, populeritas, rekam jejak, kendaraan politik, kualitas kepemimpinan, dan sebagainya.

Rakyat Indonesia yang punya hak pilihlah yang menjadi penentu siapa yang akan terpilih, bapak A, B, C, D atau  Z. Ibu A, B, C atau Z ? Sebagai contoh, bapak A misalnya yang cukup populer, dikenal luas di seluruh Indonesia, punya kendaraan politik yang besar, apakah bisa terpilih ? Ya, bisa iya dan bisa tidak, rekam jejak atau catatan khusus mengenai bapak A sangat berpengaruh bagi keputusan yang diambil oleh rakyat.

Selain itu, persoalan “tongkrongan” juga penting. Yang namanya presiden RI yang setidaknya penampilannya harus oke banget. Dengan kata lain, faktor kondisi fisik, kebugaran, dan penampilan juga sangat menentukan. Bagaimanapun presiden kita dalam suatu kesempatan kelak akan berjajar dengan pemimpin dunia lainnya. Rakyat akan menjadi lebih bangga jika presidennya berkualitas dengan penampilan yang gagah.

Ya, beropini mengenai Capres 2014 bisa makin memanjang dan melebar, yang terpenting adalah bahwa presiden yang terpilih harus benar-benar mampu mengelola bangsa dan negara secara baik dan benar. (Atep Afia)

3 comments:

  1. Siapapun kelak yang akan menjadi pemimpin negara kita ini, semoga orang tersebut bisa menjaga amanah dan mempunyai jiwa pemimpin yang jujur, dan adil. Jangan hanya janji yang di umbar-umbar pada saat berpidato di depan umum, dan pada kenyataannya tidak bisa ditepati.

    ReplyDelete
  2. Semoga mimpi para bacapres tersebut dapat terwujud, kalau tidak bisa malu sekali yang merasa geer. Presiden yang terpilih semoga dapat memimpin bangsa ini dengan arif dan bijaksana serta tegas dan tidak melupakan visi misis ketika kampanya.

    ReplyDelete
  3. fera fitria
    @A22

    Memang tidak murah untuk menjadi seorang pemimpin negara, dengan jumlah biaya yang besar itu seorang bisa menjadi pemimpin atau gagal menjadi pemimpin. Tetapi masyarakat indonesia tidak semudah itu memilih pemimpin negara hanya melihat penampilan dan finansialnya, masyarakat sudah dapat menilai recording atau rekam jejak dari seorang pemimpin yang dia pilih

    ReplyDelete