.

Apr 23, 2013

Misteri Usia 40


Judul Buku : Misteri Umur 40 Tahun
Penulis : Ali bin Sa’id bin Da’jam
Penterjemah : ‘Ainun Najib Azhari Lc.
Penerbit : At-Tibyan – Solo
Peresensi : Atep Afia Hidayat

Konon usia 40 tahun memiliki banyak rahasia dan misteri. Nah lho ! Usia 40 adalah usia yang matang, bagaimana tidak, kalau rata-rata usia manusia 60 tahun, maka usia 40 tahun artinya sudah menjalani sekitar dua per tiga waktu kehidupan. Untuk menggenapinya tinggal satu per tiga lagi waktu kehidupan. Dalam memasuki usia 40 tahun tentu perlu introspeksi diri, antara lain menyangkut pencapaian selama ini.

Ali bin Sa’id bin Da’jam, melalui sebuah bukunya (Yaa Ibnal Arba’iin) menguraikan “Misteri Umur 40 Tahun”. Edisi Bahasa Indonesia buku tersebut merupakan hasil terjemahan  “Ainun Najib Azhari Lc, diterbitkan oleh At-Tibyan, Solo, meliputi 128 halaman, berisi pokok bahasan, “Mengapa Di Usia 40 Tahun ?”; “Usia 40 Tahun dalam Pandangan Al-Qur’an dan As-Sunnah”; “Usia 40 Tahun dengan Uban”; “Usia 40 Tahun dalam Pandangan Ulama”; “Usia 40 Tahun dalam Pandangan Para Penya’ir”; “Usia 40 Tahun dalam Pandangan Ilmu Kedokteran dan Ilmu Sosial”; dan “Yang Diharapkan dari Orang yang Telah Mencapai Usia 40 Tahun”.

Pada awal pembahasannya, Ali menjelaskan bahwa usia 40 tahun merupakan titik perubahan seseorang, terutama bagi yang serius menginginkan petunjuk dan mengharapkan kebaikan. Usia 40 tahun juga bisa merupakan permulaan taubat dan saat menjalani kehidupan dengan penuh syukur. Bagaimanapun, selama 40 tahun menjalani kehidupan, telah dilimpahi nikmat sedemikian rupa. Dalam kurun waktu 40 tahun, Allah SWT telah mengguyurkan kasih sayangnya, dengan tiada jeda.

Memasuki usia 40 tahun kekuatan tubuh atau otot memang agak mengendur, namun akal dan pikiran justru bertambah kuat. Dengan demikian, pintu semakin terbuka untuk lebih memaknai hidup dan kehidupan. Rasulullah SAW diangkat Allah SWT menjadi Rasul saat berusia 40 tahun. Hal tersebut memiliki makna tersendiri. Allah SWT menyebut usia 40 tahun secara khusus dalam Al-Qura’an, Surat Al-Ahqaf 15.

Ya, usia 40 tahun menunjukkan tingkat kematangan hidup, dan seharusnyalah demikian. Ada juga yang mengatakan , bahwa usia 40 tahun  merupakan puber kedua, terutama bagi seorang laki-laki. Tak heran banyak yang tampil sebagai Remako (Remaja Kolot), gaya dan penampilan meniru remaja. Hal itu sebenarnya menunjukkan “lampu kuning”. Dengan demikian, pencapaian tingkat kedewasaan belum sempurna. Tak heran jika uban yang mulai tumbuh lantas disamarkan dengan warna hitam, tidak ingin terlihat sebagai orang dewasa, maunya dianggap muda terus.

Tak heran jika Ibnu At-Ta’awidzy menuliskan sebuah sya’ir-nya :

Wahai pencari kenikmatan …..
Setelah datang uban ……
Waktu semakin pergi dan menjauh ……..
Apakah kau ingin setelah usia empat puluh ….
Masa kanak-kanak kan kembali ? ! …….
Sangat mustahil keinginan itu terjadi …….

Ya, dengan memasuki usia 40 tahun sebenarnya asam-garam kehidupan sudah banyak dirasakan. Hal yang lebih pantas ialah berorientasi ke depan, memperispkan diri untuk kehidupan selanjutnya. (Atep Afia)


3 comments:

  1. @B16-KRISNA, TB05 harus disadari bahwa setiap hari usia semakin berkurang, maka kita harus memanfaatkan kehidupan dunia semaksimal mungkin untuk meraih kesuksesan akhirat.. amiin..

    ReplyDelete
  2. @C19-HILMAN, TC05

    Saya sangat setuju dengan tokoh islam "Ali bin sa'id bin da'jam". Beliau sudah jelas menjelaskan betapa keramatnya usia 40tahun bagi setiap manusia. Usia 40 tahun merupakan titik perubahan seseorang, karena di usia 40 tahun manusia telah memiliki kematangan hidup.

    ReplyDelete
  3. Hendrik Milion Silaen
    @E16-Hendrik, @Tugas B05

    Dalam artikel di atas sudah dijelaskan bahwa usia 40 tahun merupakan kematangan hidup seseorang. Oleh karena itu orang yang telah mencapai usia 40 tahun diharapkan bisa menjadi tauladan bagi orang yang berusia di bawah 40 tahun.

    ReplyDelete