.

Jun 23, 2018

Kota Daruba dan Kabupaten Pulau Morotai

Kota Daruba - Kecamatan Morotai Selatan
(https://goo.gl/maps/Xh1uQJnPRRL2)
Oleh : Atep Afia Hidayat - Sebelum mengupas keberadaan Kota Daruba dan Kecamatan Morotai Selatan, terlebih dahulu dipaparkan mengenai keberadaan pulau-pulau di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini terinspirasi dari keberadaan Pulau Morotai. Pada awal Mei 2018 delegasi pemerintah Indonesia sudah melaporkan  16.056 pulau bernama yang berada di wilayah NKRI ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sedangkan berdasarkan data yang bersumber dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) sampai dengan pertengahan Juni 2017, jumlah pulau secara keseluruhan (baik yang sudah bernama maupun yang belum diberi nama) mencapai 17.500.

Nah, secara "akal sehat" sebenarnya sulit dipahami kepentingan membangun pulau reklamasi, sedangkan "pulau asli" saja sangat banyak. Buat apa membuat pulau baru dengan biaya yang sangat mahal dan dampak ekosistem yang sangat merugikan, pulau-pulau yang ada saja begitu banyaknya, bahkan 1.444 pulau di antaranya "belum sempat" diberi nama.


Lima Kecamatan dan 25 Desa

Dari 17.500 pulau yang ada di NKRI kita lebih fokus ke Pulau Morotai dan pulau-pulau di sekitarnya, yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Pulau Morotai. Secara administratif Kabupaten Pulau Morotai dibagi menjadi lima kecamatan, yaitu Kecamatan Morotai Selatan dengan ibukota Daruba (sekaligus menjadi ibukota kabupaten); Kecamatan Morotai Timur (Sangowo); Kecamatan Morotai Selatan Barat (Wayabula); Kecamatan Morotai Utara (Bere-Bere); Kecamatan Morotai Jaya (Sopi). Kecamatan yang wilayahnya paling luas ialah Morotai Selatan Barat (sekitar 31,61 persen dari luas Kabupaten Pulau Morotai). Kabupaten Pulau Morotai terbentuk tahun 2008, merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara.

Kabupaten Pulau Morotai meliputi lima kecamatan dan 88 desa, di mana 79 desa di antaranya merupakan desa pantai (memiliki kawasan pesisir). Kecamatan yang memiliki jumlah desa paling banyak ialah Morotai Selatan (25 desa).


Pulau Morotai dan Pulau-pulau Di Sekitarnya

Kabupaten Pulau Morotai juga meliputi pulau-pulau yang ada di sekitarnya (sekitar 33 pulau), yang paling besar ialah Pulau Bau yang masuk wilayah Kecamatan Morotai Selatan Barat (Desa Leo-leo). Selain memiliki keindahan pantai yang mempesona Pulau Bau yang dapat ditempuh dari Kota Daruba dengan menggunakan speedboat sekitar dua jam, juga memiliki panorama air terjun yang mempesona. Pulau-pulau lainnya di Kecamatan Morotai Selatan Barat : Pulau Ngele-ngele Besar, Pulau Ngele-ngele Kecil, dan sebagainya. Sedangkan di Kecamatan Morotai Selatan : Pulau Kolorai, Pulau Dodola Besar dan Kecil, Pulau Sumsum (Mac Arthur Island, pernah menjadi markas dan tempat peristirahatan Jenderal Mac Arthur pada masa Perang Dunia II), Pulau Kokoya dan sebagainya. Di Kecamatan Morotai Utara antara lain Pulau Tabailenge.


Posisi Strategis

Luas Kabupaten Pulau Morotai mencapai 2.314,90 km2 atau sekitar 3,22 kali luas negara Singapura (719,9 km2). Pulau Morotai merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Berdasarkan catatan sejarah pada abad ke 15 sampai 16 kawasan ini menjadi bagian dari Kesultanan Ternate; Pada perkembangan selanjutnya pernah didatangi Portugis dengan misi Yesuit (Wikipedia); Sekitar awal  tahun 1940-an dikuasai Jepang, bahkan diambil-alih oleh Amerika Serikat (tahun 1944). Hal itu menunjukkan bahwa Pulau Morotai secara kewilayahan sangat strategis, sehingga pernah menjadi rebutan untuk ekspansi beberapa negara di dunia.


Agama dan Distribusi Penduduk 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pulau Morotai (https://morotaikab.bps.go.id), pada tahun 2016, dari sekitar 77.482 jiwa penduduk Kabupaten Pulau Morotai, 46.983 jiwa (60,64 persen) di antaranya beragama Islam; sebanyak 30.120 jiwa (38,87 persen) beragama Kristen; sebanyak 379 jiwa (0,49 persen) lainnya beragama Katolik, Hindu dan Budha.

Adapun distribusi penduduk pada tahun 2016 untuk setiap kecamatan peringkatnya seperti berikut : Morotai Selatan (29.543 jiwa); Morotai Selatan Barat (15.289 jiwa); Morotai Utara (11.559 jiwa); Morotai Timur (11.225 jiwa); dan Morotai Jaya (9.866 jiwa).


Kota Daruba


Daruba merupakan salah satu  dari 25 desa yang ada di Kecamatan Morotai, selain berstatus sebagai ibukota kecamatan juga ibukota kabupaten. Dengan demikian Kota Daruba seligus berperan sebagai pusat pertumbuhan untuk empat kecamatan lainya yang ada di Kabupaten Pulau Morotai. Dengan demikian jika Kota Daruba mengalami pertumbuhan dan perkembangan, luas wilayahnya akan identik dengan Kecamatan Morotai Selatan.

Batas wilayah Kecamatan Morotai Selatan meliputi sebelah utara dengan Kecamatan Morotai Selatan Barat; sebelah timur dengan Kecamatan Kecamatan Morotai Timur; serta sebelah selatan dan barat dengan Laut Halmahera. Di wilayah Kecamatan Morotai Selatan terdapat Gunung Nakamura dan dialiri Sungai Pilowo dan Sabatai.

Adapun peringkat lima desa dengan jumlah penduduk paling banyak (tahun 2016) di Kecamatan Morotai Selatan berturut-turut Daruba (2.524 jiwa); Dehegila (2.516 jiwa); Gotalamo (2.320 jiwa); Darame (1.797 jiwa); dan Wawama (1.597 jiwa). Kisaran jumlah penduduk setiap desa di Kecamatan Morotai Selatan antara 256 jiwa (Falila) sampai 2.524 jiwa (Daruba).

Sekitar 87,83 persen penduduk Kecamatan Morotai Selatan beragama Islam; sekitar 12,06 persen beragama Kristen; sekitar 0,11 persen beragama Katolik. Di Desa Daruba sekitar 92,29 persen penduduknya beragama Islam dan selebihnya Kristen. Penduduk Kecamatan Morotai terdiri dari berbagai suku/etnis; Suku Togale merupakan penduduk mayoritas di 22 desa yang ada; Suku Sanger merupakan penduduk mayoritas di Desa Darame dan Gotalamo; serta Suku Galela merupakan mayoritas di Desa Daeo Majiko.

Fasilitas pendidikan di Kecamatan Morotai Selatan meliputi 54 satuan pendidikan (sekolah) mulai dari jenjang SD dan sederajat sampai SMA dan sederajat. Untuk SMA dan serajat meliputi 11 sekolah (satu Madrasah Aliyah, enam SMA dan empat SMK). Sedangkan fasilitas ibadah Di Kecamatan Morotai Selatan meliputi 26 masjid; delapan surau (mushola) dan 14 gereja. Ada hal yang unik  untuk kondisi tahun 2016, di Desa Darame dengan jumlah penduduk beragam Islam sebanyak 1.133 jiwa hanya tersedia empat surau/mushola, sedangkan untuk penduduk beragama Kristen yang jumlahnya 752 tersedia enam gereja. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Masjid (Simas) Kementerian Agama pun, ternyata di Desa Darame belum ada masjid.

Infrastruktur perkotaan yang terdapat di Kecamatan Morotai antara lain Bandar Udara (Bandara) Pitu yang berlokasi di Desa Wawama (Kode Pos 97771). Bandara domestik ini tergolong Kelas III. Menurut situs Wikipedia Bandara Pitu dikenal juga sebagai Bandara Leomattimena merupakan bandara militer yang dikelola TNI AU. Dalam perkembangannya paling lambat tahun 2019, Bandara Pitu akan dipersiapkan menjadi Bandara Internasional, hal tersebut berkaitan dengan ditetapkannya Pulau Morotai sebagai salah satu dari 10 top destinasi prioritas; dengan target pada tahun 2019 mendatang dapat mendatangkan 500 ribu wisatawan mancanegara. Sejak tahun 2016 sudah ada pesawat komersial yang melayani penerbangan dari dan ke Ternate serta Manado (Wings Air).

Selain Bandara,  Kecamatan Morotai Selatan juga memiliki Pelabuhan Daruba yang akan dikembangkan untuk mendukung keberadaan Morotai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Pelabuhan Daruba memiliki route dari dan ke Pelabuhan Ternate, Jailolo dan Tobelo. Sedangkan infrastruktur berupa jalan raya utama yang ada di Kota Daruba (Kecamatan Morotai Selatan) antara lain Jalan Raya Darane, Jalan PDAM, dan sebagainya.

Kota Daruba dan Pulau Morotai pada umumnya sedang dipersiapkan menjadi salah satu destinasi wisata internasional, dengan keunggulan wisata sejarah dan wisata pantai. Untuk mendukung hal tersebut maka sudah tersedia beberapa resort, hotel, penginapan dan restoran seperti Moro Madoto Resort, D'Aloha Resot, Hotel Ria, Penginapan Ampera, Losmen Marina Putri dan sebagainya.


Penutup

Pulau Morotai yang berstatus kabupaten dengan pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi di Kota Daruba (Kecamatan Morotai Selatan), namanya makin mendunia. Pesona pantainya yang memukau (pariwisata), kekayaan alamnya yang berlimbah (pertanian, perkebunan, kehutanan dan pertambangan); Hal tersebut akan memancing para investor dari manca negara antara lain dari Cina, Jepang, Korea Selatan dan Australia, untuk datang dan segera mengekploitasi dan mencari keuntungan di kawasan tersebut. Persoalannya masuknya investasi asing harus disikapi dengan penuh kehati-hatian, antara lain menyangkut kepemilikian, jangan sampai ada kasus pembelian pulau oleh perorangan warga asing. Dalam hal ini kesejahteraan masyarakat lokal (setempat) harus mendapatkan prioritas, jangan sampai hanya jadi "penonton" di daerahnya sendiri.




Sumber :
https://nasional.kompas.com/read/2018/05/04/20442371/indonesia-daftarkan-16056-pulau-bernama-ke-pbb
https://www.viva.co.id/berita/nasional/927968-catat-ini-jumlah-pulau-di-indonesia-yang-sebenarnya
https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pulau_Morotai
Kabupaten Morotai dalam Angka 2017 (https://morotaikab.bps.go.id/)
Kecamatan Morotai Selatan dalam Angka 2017 (https://morotaikab.bps.go.id/).
http://taiwanicdf-morotai.blogspot.com/2014/10/peta-lokasi-wisata-di-kabupaten-pulau.html
https://petatematikindo.wordpress.com/2014/08/18/administrasi-kabupaten-kepulauan-morotai/
https://www.pesonaindo.com/tempat-wisata-pulau-morotai-wajib-kunjungi/
http://tips-wisata-indonesia.blogspot.com/2015/07/24-tempat-wisata-pulau-morotai-yang.html
http://simas.kemenag.go.id/index.php/profil/masjid/page/10/?kecamatan_id=6096
http://referensi.data.kemdikbud.go.id/index11.php?kode=270802&level=3
http://www.pikiran-rakyat.com/wisata/2017/04/09/morotai-benahi-bandara-demi-dongkrak-turis-mancanegara-398471
https://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Pitu
http://hubud.dephub.go.id/?id/bandara/detail/261
http://beritadaerah.co.id/2015/11/09/pelabuhan-daruba-pulau-morotai-dikembangkan-menjadi-pelabuhan-pendukung-kek/
http://annienugraha.com/daruba-kota-kecil-kaya-wisata-di-morotai/





No comments:

Post a Comment