.

Apr 23, 2013

Misteri Tol Cipularang

Oleh : Atep Afia Hidayat - Jalan tol Cikampek – Purwakarta – Padalarang (Cpularang) pernah menjadi topik nge-trend (trending  topics) berbagai media, baik cetak, elektronik maupun internet. Munculnya nama Cipularang ke permukaan, tidak terlepas dari tragedi kecelakaan lalulintas yang menimpa rombongan pedangdut pria,  sabtu, 3 September 2011.  Kecelakaan mobil tersebut terjadi di Km 96 +500 (arah Bandung Jakarta).  

Selang beberapa hari, tepatnya Rabu, 7 September 2011, terjadi kembali kecelakaan di mana sebuah kendaraan  minibus travel menyeruduk truk di Km 93+100 (arah Bandung – Jakarta). Kejadian tersebut menewaskan enam orang yang semuanya warga kebumen.

Masih ada lagi, Sabtu, 10 September 2011, sebuah kecelakaan tunggal kembali terjadi, sebuah mobil terbalik di Km 95+700 (arah Bandung – Jakarta). Kecelakaan terakhir tidak menimbulkan korban jiwa, namun dari rangkaian kejadian sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan tol Cipularang. Sebenarnya apa penyebabnya, apakah faktor pengemudi, kendaraan, kondisi jalan, atau kondisi alam di sekitar jalan ?

Menurut berbagai sumber, beberapa ruas jalan yang rawan kecelakaan ialah  Km 96,  Km 97, Km 85, dan antara Km 77-79. Dengan demikian perlu ada perhatian khusus dan perlakuan khusus terhadap ruas-ruas tersebut.   Sementara Ir. Jodi Firmansyah, MSE., Ph.D., pakar rekayasa struktur khusus jalan dan jembatan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengusulkan, perlunya dipasang garis kejut pada beberapa titik yang dinilai rawan kecelakaan, seperti Km 90-100 jalur Bandung– Jakarta maupun Jakarta–Bandung. Disarankan juga supaya pihak pengelola  harus menambah rambu-rambu, sehingga  pengguna jalan akan mendapat kemudahan.

Titik-titik rawan di tol Cipularang memang cukup “menggoda” para pengemudi untuk memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Di sisi lainnya di kawasan tersebut angin bertiup kencang, sehingga kerap mengganggu kondisi stabil kendaraan. Kalau pengemudinya kurang berpengalaman dan kurang memahami kinerja dan perporma kendaraan, sering kali timbul oleng dan menyebabkan hilang kendali. Faktor lainnya yang menjadi penyebab kecelakaan ialah pengemudi yang lelah dan mengantuk.

Jalan tol Cipularang pembangunanannya dapat diselesaikan pada bulan April 2005. Dalam kondisi lancar dapat mempersingkat waktu tempuh Jakarta – Bandung, menjadi hanya sekitar satu setengah sampai dua jam. Jalan tersebut memiliki empat gerbang tol yaitu di Sadang, Jatilihur, Cikamuning dan Padalarang. Sepanjang lintasan 58,5 km terdapat lima buah jembatan, yang terpanjang ialah jembatan Cipada sepanjang 72o meter, terletak di Km 110. Dalam hal  ini kontur jalan tol mulai dari Cikampek sampai Padalarang, memiliki kemiringan agak menipu dan kelokan sentrifugal, untuk itu dibutuhkan kemampuan fokus dan tingkat kehati-hatian  yang maksimal dari pada pengemudi. 

Untuk menncapai Bandung setelah lintasan tol Cipularang harus terlebih dahulu memasuki tol Padaleunyi. Jika seluruh lintasan Cipularang dan Padaleunyi  disatukan maka ruas jalan tol tersebut dinamai Tol Purbaleunyi, dengan gerbang tol terakhir di Cileunyi, kawasan timur Kabupaten Bandung. Dari Cileunyi jalan akan bercabang menuju  Cirebon dan seterusnya, serta Tasikmalaya dan seterusnya.

Lantas, upaya apa yang harus ditempuh supaya frekuensi terjadinya kecelakaan di ruang jalan tol dengan pemandangan paling indah se-indonesia itu  bisa diminimilisasi ?

Menurut Noviar, Direktur Eksekutif Indonesia Toll Road and Transportation Watch (IntoTransWatch),  faktor penyebab kecelakaan berulang di beberapa titik ruas tol Cipularang  harus dilihat dengan cermat. Antara lain menyangkut tingkat kedisiplinan pengguna jalan tol dan kondisi kendaraan.

Menurutnya,  sebagai dasar membuat kebijakan untuk pencegahan terjadinya kecelakaan,  semua stakeholder  mulai dari pihak Jasa Marga sebagai operator jalan tol Cipularang, para pengguna hingga petugas lapangan serta patroli kepolisian perlu melakukan evaluasi lapangan. Noviar mengungkapkan,  menyalahkan secara langsung konstruksi jalan tol yang sudah dibangun sesuai standar internasional tersebut  bukan merupakan  solusi.

Kecelakaan demi kecelakaan di beberapa ruas tol Cipularang sebenarnya bukan misteri. Faktor penyebabnya bisa berasal dari ketidakdisiplinan pengguna, kendaraan, kondisi jalan dan kondisi lingkungan setempat, serta kombinasi di antara factor-faktor tersebut. (Atep Afia).

5 comments:

  1. @B16-KRISNA, TB05 perlu adanya evaluasi dan upaya perbaikan, bagi pengendara harus senantiasa berhati-hati, dan ber do’a untuk keselamatan

    ReplyDelete
  2. @C19-HILMAN, TC05

    Dalam pembuatan artikel ini kita jadi bisa tahu tentang kejadian yang sangat tidak diinginkan oleh setiap pengendara ketika berada di area tol cipularang. Tol cipularang terkenal dengan misteri kecelakaan kendaraan setiap tahunnya. Kita sebagai pengendara wajib lebih berhati-hati lagi ketika berjalan disana. Dan harapan saya sebagai masyarakat, pemerintah seharusnya dapat mengantisipasi terjadinya kecelakaan lagi.

    ReplyDelete
  3. @D14-Raafi,@Tugas A05
    Kita percaya tidak percaya akan adanya hal seperti itu , tetapi yg namanya kecelakaan sudah ada takdirnya , bisa juga dari faktor manusianya yg kurang fokus atau mengantuk bisa juga dari kendaraannya yg tidak stabil atau mengalami kendala yg menjadikan terjadinya kecelakaan

    ReplyDelete
  4. @D14-Raafi,@Tugas A05
    Kita percaya tidak percaya akan adanya hal seperti itu , tetapi yg namanya kecelakaan sudah ada takdirnya , bisa juga dari faktor manusianya yg kurang fokus atau mengantuk bisa juga dari kendaraannya yg tidak stabil atau mengalami kendala yg menjadikan terjadinya kecelakaan

    ReplyDelete
  5. Hendrik Milion Silaen
    @E16-Hendrik, @Tugas B05

    Titik-titik rawan di tol Cipularang memang cukup “menggoda” para pengemudi untuk memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Tol Cipularang perlu pembenahan ulang kembali ruas-ruas jalan yang sudah tidak sebagaimana mestinya dilalui kendaraan dan meninjau dan mencari solusi apa penyebab kecelekaan di titik-titik rawan tol Cipulrang. Dengan demikian nanti dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di tol Cipularang.

    ReplyDelete