.

Apr 23, 2013

Daya Saing Produk Dalam Negeri

Oleh : Atep Afia Hidayat - Belakangan ini persoalan mutu dan produktivitas banyak disoroti, terlebih dengan munculnya globalisais ekonomi yang menuntut daya saing yang tinggi dari aneka produk. Mau tidak mau sektor bisnis dalam negeri pun harus berpartisipasi dalam globalisasi. Memang tak ada apilihan lain, globalisasi seolah “melarutkan” berbagai hal, menyatukan beragam sistem bisnis setiap negara.

Sebagaimana gambaran, di Indonesia dewasa ini telah hadir ratusan perusahaan multinasional, terutama yang memiliki induk di Jepang, Korea Selatam, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Kemampuan perusahaan Jepang dalam melakukan partnership ternyata mampu menembus rimba bisnis Amerika Serikat, Eropa Barat dan lebih dari seratus negara lainnya. Langkah dan strategi Jepang dalam bermitra-usaha dengan luar negeri, lantas diikuti oleh  Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, Singapura. Model yang dikembangkan oleh Jepang ternyata membawa hasil yang memuaskan, terutama menyangkut peningkatan mutu produk, hingga daya saing di pasar global meningkat.

Industri dalam negeri tak dapat dikembangkan secara konvensional dan tertutup. Globalisasi ekonomi menuntut modernisasi dan keterbukaan, maka hal seperi “aliansi” tak bias dihindarkan lagi. Selain itu ternyata mitra usaha asing merupakan kunci keberhasilan dalam menembus pasar global.

Melalui relokasi industri tentu saja bisa banyak belajar, bagaimana perusahaan-perusahaan asing itu meningkatkan produktivitas dan efisiensinya, hingga produknya mampu bersaing di pasar global. Begitu pula cara-cara peruahaan asing bermitra usaha dengan perusahaan lokal patut ditiru. Aliansi perusahaan akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain memudahkan penetrasi pasar baru; pengembangan bisnis baru; menekan biaya riset dan pengembangan; memperkuat daya saing; serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Sektor bisnis dalam negeri selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Faktor internal umpamanya adanya kebijaksanaan uang ketat (tight money policy), antara lain dimaksudkan untuk menekan angka inflasi, namun berdampak kurang menguntungkan bagi sektor bisnis, terutama kredit menjadi seret dengan suku bunganya yang tinggi.

Untuk memperoleh kredit menjadi tidak mudah karena makin menumpuknya kredit macet. Hal itu memang cukup logis mengingat banyak perusahaan yang tak mampu melunasi kredit. Banyak juga perusahaan yang cukup likuid, namun ternyata enggan mencicil utangnya, malah lantas dibebankan sebagai utang baru.

Itulah dampak kebijaksanaan uang ketat yang menyebabkan uang menjadi langka dan mahal. Pengaruhnya amat nyata, antara lain terhadap peningkatan harga produk. Produk menjadi realtif mahal hingga daya saingnya pun dikhawatirkan melorot. Daya saing produk diperlemah oleh ongkos produksi yang semakin meningkat, antara lain sebagai dampak kenaikan tarif listrik dan harga BBM. Padahal di sisi lainya ekspor nonmigas perlu ditingkatkan, antara lain untuk menghindari defisit neraca perdagangan.

Karena kesulitan likuiditas kalangan bisnis banyak yang tertekan. Kalau beberapa waktu yang lalu masih mengandalkan off shore loan (pinjaman luar negeri), maka kini jangan berharap terlalu banyak, yakni karena adanya kebijaksanaan pemerintah dalam membatasi jumlah pinjaman komersial luar negeri.

Kebijaksanaan yang ditempuh tersebut, tak lain untuk mengurangi beban transaksi berjalan yang semakain berat. Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit neraca transakasi berjalan sudah akan terjadi pada kuartal tiga dan empat tahun 2011. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya, neraca transaksi berjalan BI akan memasuki era defisit. Dengan demikian nilai impor akan melampaui ekspor dan menyebabkan currenct account defisit.

Sudah jelas bisnis dalam negeri menjadi sulit untuk menggunakan pinjaman  komersial luar negeri. Maka ketergantungan terhadap kredit perbankan dalam negeri serta sumber modal dalam negeri lainnya pun makin meningkat.

Sektor bisnis di Indonesia dihadapkan pada pasar global yang menuntut setumpuk kriteria. Faktor eksternal tersebut harus diantisipasi sedini mungkin. Pasar global begitu selektif, hingga hanya produk yang memiliki kualifikasi tertentu yang bisa masuk. Mutu barang yang substandard, kurang terjaga dan kurang konsisten, menjadi kendala besar dalam perekonomian Indonesia.

Untuk Konsumsi dalam negeri, jutaan konsumen dirugikan. Sedang di luar negeri, selain jadi sulit bersaing juga menghasilkan banyak klaim dan pudarnya kepercayaan terhadap mutu produksi Indonesia. Itulah kenyataannya, produk Indonesia sering ditolak di luar negeri, antara lain karena mutunya yang substandard, tidak memenuhi persyaratan. 

Lengkaplah “tekanan” yang dihadapi aneka produk Indonesia, yakni selain harganya yang relatif mahal, juga mutunya yang sebagian di bawah standar, hingga daya saingnya pun rendah. Umpamanya untuk komodititas udang, seringkali ditolak importir Amerika Serikat, antara lain karena pengusahanya yang belum menerapkan cara produksi yang baik (good manufacturing practice).

Banyak produk Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar global, umpamanya tekstil, garmen dan kayu olahan. Daya saing aneka produk Indonesia perlu ditingkatkan, baik melalui kebijaksanaan makro yang ditempuh oleh pemerintah, maupun melalui kebijaksanaan intern perusahaan.

Kebijaksanaan makro yang biasa ditempuh oleh pemerintah untuk mengkatrol daya saing komoditi ekspor, antara lain melalui mengendalian laju inflasi. Sudah jelas inflasi yang tinggi mendorong kenaikan harga jual produk, yang akhirnya bisa melemahkan daya saing produk di pasar global.

 Pengendalian laju inflasi antara lain melalui penerapan kebijaksanaan uang ketat (yang seringkali menjadi dilema); reformasi perpajakan; dan pengurangan subsidi. Langkah lainnya yang bisa ditempuh pemerintah ialah depresiasi nilai rupiah, sehingga harga jual produk relatif lebih murah. Namun ada dampak yang kurang menguntungkan dari kebijaksanaan tersebut, yakni harga barang impor menjadi lebih mahal. Sedangkan sebagian dari barang impor tersebut justru merupakan barang modal, yang kelak bisa menghasilkan produk untuk ekspor.

Globalisasi ekonomi menuntut adanya peningkatan daya saing produk Indonesia, untuk itu perlu ada keterpaduan antara kebijaksanaan fiskal dan moneter dengan kemauan yang keras dari pihak perusahaan atau sektor bisnis, terutama menyangkut peningkatan produtivitas dan efisiensi; mengadopsi teknologi maju sekaligus mengembangkan inovasi produksi. (Atep Afia)

34 comments:

  1. Dengan adanya sistem pasar global, maka persaingan barang akan semakin tinggi, oleh sebab itu warga Indonesia harus lebih kreatif dalam menciptakan barang jadi dan yang tidak kalah penting juga peran serta dari masyarakat agar lebih memilih barang lokal yang kualitasnya tidak kalah dari produk luar negeri.

    ReplyDelete
  2. Persaingan dunia perdagangan memang semakin tinggi dengan adanya sistem perdagangan global. Di Indonesia dampak ini sangat terasa apalagi masyarakat Indonesia sebagai masyarakat konsumen dengan selalu melihat trend dan lebih suka buatan luar negeri dibandingkan dengan buatan dalam negeri.Oleh sebab itu maka perlu kesadaran yang tinggi dari masyarakat Indonesia agar lebih memilih produk dalam negeri dibandingkan dengan buatan luar negeri.

    ReplyDelete
  3. Adanya sistem pasar global memang berdampak sekali bagi masyarakat Indonesia, karena dengan banyaknya barang-barang dengan brand yang terkenal menjadikan masyarakat lebih suka produk dari luar negeri. Padahal produk buatan dalam negeri kualitasnya tidak kalah bagus, seperti sepatu, tas, sandal dsb.
    Maka dari itu pemasaran produk dalam negeri harus diutamakan daripada pemasaran produk luar negeri.

    ReplyDelete
  4. kalo kita bicara masalah produk ,indonesia adalah sarana market yang cocok untuk jual beli barang pasti akan laris manis ,kalo masalah produk dalam negri yang kini bisa dibilang kalah dalam market penjualan luar negri itu dikernakan ,mungkin kuragnya daya tarik atau bisa dibilang kurang sekali kita dikenalkan terhadap hasil pruduk dalam negri .
    thanks

    ReplyDelete
  5. Kelemahan kita sebagai negara adalah terlalu banyak mengekspor bahan mentah yang harganya relatif lebih murah, coba saja jika negara ini lebih banyak mengekspor barang setengah jadi atau bahkan barang jadi maka akan lain ceritanya. Inovasi, itulah yang dibutuhkan di era sekarang untuk dapat bersaing terjun ke pasar bebas."

    ReplyDelete
  6. Perkembangan dunia yang menjadikan negara lain bebas menjual produknya ke indonesia membuat produk dalam negri tersingkirkan . Dengan rasa nasionalisme yang telah pudar di kalangan pemuda pemuda sekarang membuat brand brand luar negri yang terkenal saja yang mereka suka , padahal kualits barang dalam negri tidak kalah .

    ReplyDelete
  7. Menyikapi era globalisasi ekonomi saat ini memang dibutuhkan trik-trik khusus agar tidak dipandang sebelah mata oleh dunia. Memang bisa dikatakan bahwa produk-produk buatan dalam negeri standard kualitasnya kurang tinggi bila dibandingkan dengan produk-produk luar negeri. Apalagi masyarakat modern saat ini sudah semakin pintar bila menyangkut masalah kualitas. Bila para produsen dalam negeri dapat meningkatkan kulitas produknya menjadi semakin tinggi serta dapat menjaga kekonsistenannya maka tidak mustahil produk Indonesia dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri, atau bahkan dapat merajai pasar dunia.

    ReplyDelete
  8. Menurut saya pemerintah harus membantu wirausahawan-wirausahawan di Indonesia agar mampu meningkatkan kualitas produknya dan mampu berinovasi agar bisa bersaing di pasar global. Disamping itu peran masyarakat juga harus diarahkan untuk mau mengkonsumsi produk dalam negeri. Kita jangan mudah terpengaruh oleh iklan yang memamerkan brand-brand ternama produk luar negeri. Dan jangan pedulikan gengsi. Karena produk-produk dalam negeri juga banyak yang mempunyai kualitas bagus bahkan lebih bagus dari pada buatan luar negeri.

    ReplyDelete
  9. Melihat perkembangan pasar global saat ini, bisa dibilang sangat sulit jika Indonesia bisa masuk di dalamnya. banyak yang menilai kualitas barang yang dijual dari Indonesia di bawah standar. Tapi semua ini bisa saja kita tepis, jika pemerintah mau dan ikut andil di dalamnya. Perlu dukungan dan partisipasi dari pemerintah agar barang - barang buatan dalam negeri bisa merambah ke pasar internasional. Bagi kita masyarakat pun juga jangan pantang menyerah untuk terus mengembangkan bisnisnya agar bisa diterima di pasar global.

    ReplyDelete
  10. Pada era pasar global ini, banyak negara yang berlomba-lomba untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Sebagai Negara berkembang, Indonesia pun turut serta dalam upaya meningkatan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi ini diwarnai dengan perubahan lingkungan yang cepat dan perkembangan tekonologi informasi yang pesat
    Perkembangan ekonomi Indonesia dewasa ini menunjukkan semakin terintegrasi dengan perekonomian dunia. Hal ini merupakan konsekuensi dari dianutnya sistem perekonomian terbuka yang dalam aktivitasnya selalu berhubungan dan tidak lepas dari fenomena hubungan internasional. Adanya keterbukaan perekonomian ini memiliki dampak pada perkembangan neraca pembayaran suatu negara yang meliputi arus perdagangan dan lalu lintas modal terhadap luar negeri suatu negara. Saat perdagangan bebas diberlakukan, perdagangan luar negeri Indonesia justru memperlihatkan data yang mengkhawatirkan. Nilai ekspor Indonesia sepanjang 2009 merosot cukup tajam, yakni sampai 14,98 persen dibanding 2008 (BPS/Data Republika, 2010).

    ReplyDelete
  11. negara kita ini kaya akan barang mentah yang dibutuhkan oleh negara-negara lain untuk dijadikan sebuah produk jadi. tetapi kenapa malah kita hanya jadi pengekspor bukan malah jadi pencetus produk jadi dengan kualitas tinggi. itupun diekspor dengan harga yang murah, sedangkan kalau barang import sangat tinggi dan akhirnya tidak terjangkau oleh masyarakat. semoga pemerintah dapat lebih bijak menghargai kekayaan alam bangsa ini, menghargai anak bangsa yang berbakat dibidangnya dengan memberikan apresiasi yang pantas. sehingga mereka tidak lari ke negeri lain yang dapat memberikan apresiasi yang sangat pantas dan laak untuk mereka terima. sehingga produk-produk yang nantinya kita hasilkan dapat lebih berkualtas tinggi, kreatif dan bermutu tinggi...

    ReplyDelete
  12. Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber dayanya, berbagai sumber daya dapat kita temukan di negara maritim ini, akan tetapi banyak sekali, mungkin lebih dari 50% kebutuhan pangan kita di supply dari negara lain seperti beras, kedelai, jagung bahkan sampai dengan makanan cepat saji. Lalu, kenapa para warga indonesia lebih memilih produk luar daripada produk negara sendiri? Hal ini di karenakan bebasnya perdagangan antar negara, sehingga dengan mudag mereka mendapatkan produk-produk luar dengan mudah, dan harganya yang dapat bersaing dengan harga dalam negeri serta kualitas dari produk itu sendiri. Lalu dapatkah kita menghentikan pembelian produk-produk luar?Bisa sekali asalkan ada seseorang yang dapat mengembangkan dan berusaha untuk meningkatkan kualitas produk dan dapat menghargai para pengusaha dalam negeri. Kita nantikan besok pada pemilihan capres dan cawapres..

    ReplyDelete
  13. Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang besar dalam bersaing di pasar global. Kenapa tidak? Indonesia memiliki kekayaan SDA yang melimpah ruah, Indonesia memiliki 242 juta jiwa penduduk (World Bank, 2011) yang merupakan jumlah yang sangat fantastis untuk menjadi pasar yang menjanjikan bagi siapapun bangsa di dunia ini. Lalu mengapa sampai sekarang masih sedikit produk-produk yang dapat bersaing di pasar global? Salah satunya adalah bahwa Indonesia hanya memiliki sedikit SDM-SDM yang berkualitas. Tugas kita untuk sadar bahwa dengan membangun manusia-manusia unggul, kita bisa memajukan bangsa,salah satunya bersaing dalam pasar globalisasi. Dengan SDA yang melimpah ruah di Indonesia dan dikelola oleh anak-anak bangsa yang berkualitas, saya yakin Indonesia bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia, aamiin.

    ReplyDelete
  14. Muhammad Haris5/24/2014 9:31 PM

    Dalam hal produk yang dihasilkan oleh Indonesia sebenarnya tidak begitu berbeda kualitasnya dengan produk luar negri atau impor. Tetapi dalam beberapa produk memang cukup terlihat perbedaannya. Menurut pengalaman yang saya punyai yaitu ketika saya mengenakan produk sepatu impor dan sepatu lokal. Memang secara kualitas bahan sepatu impor lebih bagus dan berkualitas dibandingkan dengan sepatu lokal. Dari segi daya tahan biasanya sepatu impor juga lebih baik. Hal tersebut mungkin terjadi karena standar dari kualitas produk dalam negri belum sepenuhnya merata, meskipun ada beberapa produk lokal yang juga sudah memiliki nama dan kualitas yang baik.

    ReplyDelete
  15. dengan adanya persaingan dunia perdagangan global, produktifitas masyarakat indonesia tentunya harus semakin kreatif agar bisa bersaing dalam persaingan global ini. Untuk medukung itu semua juga membutuhkan SDM yang mumpuni agak produk kreatif masyarakat dapat bersaing.

    Jiki Prayuda
    44310110053

    ReplyDelete
  16. @E32-Theo, @Tugas B05
    Daya saing produk dalam negeri sebenarnya untuk kualitas kita tidak kalah dibandingkan negara-negara lainnya bahkan banyak produk kita yang lebih baik kualitasnya dari negara lain, yang kurang adalah dukungan pemerintah dan kemauan masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk dalam negeri.

    ReplyDelete
  17. ANDES DWI SAPUTRA 41616110016 KWU SENIN
    menurut saya, daya saing global kini sudah semakin memanas bahkan untuk beberapa tahun lagi akan di adakan penjualan bebas antar negara .
    Maka dari itu, kita sebagai warga indonesia harus bisa berperan aktif dalam daya saing ini agar kita tidak terkalahkan oleh negara negara yang ada di sekitar kita nantinya .
    Terima kasih ..

    ReplyDelete
  18. ADE IKA 46116120043 KWU – SENIN
    Menurut saya mengenai daya saing dalam pasar dagang dunia memang sangat meningkat. kita sebagai warga negara indonesia tentu tidak mau kalah dengan negara-negara maju yang lain dalam urusan berbisnis. Tetapi dengan adanya inflasi negara yang menjadi hambatan suatu bisnis, dan membuat pebisnis berpikir ulang untuk menyelesaikan bagaimana menghasilkan suatu produk yang bernilai tanpa memunculkan dampak inflasi dan tetap bermitra dengan produk luar? . seharusnya kita sebagai warga negara yg berwirausaha harus lebih kreatif dalam menciptakan suatu produk dan menjadikan produk indonesia menjadi nilai jual yg tinggi dan mampu bersaing dalam pasar dunia. Selama ini terlalu banyak mengimport barang dari luar dan tidak menggunakan barang dalam negeri, seharusnya kalo kita menjadi warga yg kreatif mampu menciptakan barang yang berkualitas yang berasal dari bahan dasar kualitas rendah.

    ReplyDelete
  19. Nur Khafi 41616110110 KWU-Senin

    Persaingan di era globalisasi memang tidak dapat kita hindari , bagaimana cara menekan agar perusahaan asing dapat dibatasi dengan pajak misalnya? apakah hal itu bisa di jalankan?

    ReplyDelete
  20. samsul faqih 41616110124 KWU Senin
    dalam menghadapi pasar global diperlukan sinergitas antara pelaku usaha dan pemerintah selaku pembuat kebijakan. sehingga kemajuan dan keberhasilan produk dan suber daya lokal dalam pasar global yang kita semua dambakan bisa terwujud.

    ReplyDelete
  21. M.Isa Ibrahim_41616110113_KWU Senin

    Daya saing produk dalam negeri memang bisa dibilang masih kurang untuk bisa bersaing dengan produk dari luar,tapi untuk sekarang ini produk dalam negeri terutama di sektor bisnis Fashion sedang meningkat dan bisa besaing dengan produk-produk dari luar,bahkan produk dalam negeri ini sudah banyak yang di pesan oleh negara lain di luar sana.

    ReplyDelete
  22. Dodi Tri Wibowo 41116120100 KWU Senin

    Daya saing produk dalam negeri saat ini memang masih kurang dan masih tertinggal dengan negara-negara maju.
    untuk menjadikan produk-produk dalam negeri memiliki daya saing yang tinggi dengan produk negara lain, maka kita harus memberikan inovatif dan kreatifitas agar produk yang kita tawarkan menjadi menarik dan memiliki nilai daya saing yang tinggi

    ReplyDelete
  23. Novi Dwi Lestari // 41117110089 // KWU Senin

    Saat ini persaingan produk dalam negeri memang pesat, terlebih banyak impor barang dari luar negeri yang semakin menekan produk dalam negeri. Terlihat dari pola konsumsi masyarakat modern saat ini yang lebih bangga menggunakan produk dari luar negeri yang digadang-gadang “lebih baik” jika dibandingkan dengan barang dalam negeri. Padahal, tidak semua barang dari luar negeri memiliki kualitas yang baik namun hanya memiliki “nama besar”. Oleh karena itu, pengusaha dalam negeri harus memperbaiki baik dari segi kualitas serta menjaganya dan juga inovasi serta pemasaran. Karena saat ini sudah banyak merek lokal yang dapat diterima dimasyarakat luas karena terbukti kualitasnya, bahkan mungkin banyak yang mengira merek tersebut merek luar negeri yang ternyata adalah merek lokal. Kita dapat membantu mendukung para pengusaha lokal dengan mulai menggunakan produk lokal. “Bangga pakai produk dalam Negeri”

    ReplyDelete
  24. Vivi Ratnasari3/12/2018 1:01 PM

    Vivi Ratnasari // 43217110160 // KWU Senin

    Menurut saya , daya saing global saat ini memang sangat berpengaruh terhadap industri dalam negeri kita . Produsen dalam negeri harus berusaha sebisanya untuk tetap eksis tak kalah dengan produk produk dari luar negeri . Mereka harus sekreatif mungkin agar tidak kalah saing , tapi apakah cukup hanya mereka yang berusaha ? Tidak. kita selaku masyarakat Indonesia juga harus bisa ikut membantu caranya dengan memilih produk produk lokal , membantu para pengusaha lokal , dan membantu juga perekonomian Indonesia .

    ReplyDelete
  25. Hasthi Dasto Fibrianto 41616110019 KWU Kamis

    Perbaikan manajemen dan strategi pemasaran juga sangat di perlukan untuk persaingan global terlepas dari peningkatan kwalitas barang atau produk dalam Negri.

    ReplyDelete
  26. Erika Aulia-43217110115 (KWU SENIN)

    Adanya perdagangan bebas luar negeri yang masuk ke dalam negeri justru bisa sangat berdampak positif bagi perekonomian di dalam negeri. Para pelaku perdagangan di dalam negeri seharusnya bisa semakin terpacu dalam membuat produk yang tidak kalah saing dengan produk luar. Namun dampak positif ini akan bisa dirasakan jika beberapa pihak terus mendukung tidak hanya dari para produsen produk yang harus lebih memperhatikan kualitas, para konsumen juga harus harus lebih antusias mendukung produk dalam negeri ketimbang produk luar, dan dari pihak pemerintah sebisa mungkin mempermudah para pengusaha produk dalam untuk lebih mengembangkan usahanya di dalam negeri sendiri.

    ReplyDelete
  27. Ardian Adi Saputro / 41216110055 / KWU kamis

    Banyak diantara kita yang mempunyai keterampilan dalam bidang menciptakan sebuah produk, kemampuan tersebut di Indonesia sangat jarang diapresiasi, kita tau orang Indonesia banyak yang mampu menciptakan produk seperti negara lain, kecenderungannya produk kita tidak mampu bersaing bisa karna faktor pemasar yang kurang tanggap dan kurang bergerak atau karena bahan yang digunakan kurang memiliki kuatlitas yang baik, dari segi itu adanya faktor dorongan dari pihak yang berkaitan dengan bidang Produk memberikan media maupaun alat agar mampu terciptanya produk yang berkualiatas agar tangan-tangan kreatif tidak terabaikan di negeri ini.

    ReplyDelete
  28. A Eka Pratiwi - 43116120035, KWU Kamis

    Menurut saya orang-orang Indonesia sangat kreatif, untuk produk produk lokal sekarang pun tidak kalah bersaing dengan barang hasil negara lain. Seperti contoh nya baju, sudah ada beberapa brand lokal yang masuk ke mall yang artinya qualitas nya bersaing dengan merk internasional. Sekarang ini pemerintah pun menggalakannya ekonomi kreatif yang mana memberikan kemudahan-kemudahan dalam melakukan usahanya. Karena pemerintah percaya jika anak muda Indonesia itu inovator dan jg kreatif, dapat memberikan kontribusi kepada negara dengan penciptaan lahan kerja dan bisa di ekspor sehingga memberikan devisa ke negara.

    ReplyDelete
  29. The, Eka Yuliarto / 41616110006 / KWU 1 Kamis

    Persaingan pasar ekonomi bisnis lokal atau asing. Masyarakat indonesia cenderung konsumtif akan hal-hal bermerk/branded dari luar negeri. hal ini yang harus di lihat jeli oleh para pengusaha merk/brand lokal agar bisa bersaing dengan brand asing. dengan cara kualitas produk diperbaiki dan promosi yang sesuai.

    ReplyDelete
  30. Ariski N 41615120036 KWU kamis
    Daya Saing
    Disamping itu peran masyarakat juga harus diarahkan untuk mau mengkonsumsi produk dalam negeri. Kita jangan mudah terpengaruh oleh iklan yang memamerkan brand-brand ternama produk luar negeri. Dan jangan pedulikan gengsi. Karena produk-produk dalam negeri juga banyak yang mempunyai kualitas bagus bahkan lebih bagus dari pada buatan luar negeri.

    ReplyDelete
  31. Maftuh Rizki/41117110101/KWU kamis
    sebenarnya indonesia mampu akan menembus pasar global,namun kurangnya kesadaran masyarakat dan terlalu gengsi untuk mengkonsumsi produk dalam negeri.dibanding produk asing harga produk dalam negeri sangatlah jauh lebih mahal,terkadang kita masih meragukan kwalitas produk dalam negeri,selain itu produk dalam negeri kurang mempromosikan produksinya.Itu yang harus kita rubah bahwasannya produk dalam negeri setara dengan produk luar yang mempunyai kwalitas bagus pula.

    ReplyDelete
  32. Jamal Jipesya (41816120082) KWU Senin

    Adanya kompetisi atau daya saing yang ketat memang sudah selayaknya terjadi dan memang bukan untuk dihindari melainkan untuk menjadi motivasi yang mendorong munculnya kreativitas dan kualitas yang lebih tinggi lagi.

    ReplyDelete
  33. Rico Pratama3/14/2018 4:05 PM

    Rico Pratama/41516110183/KWU Kamis

    Seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia harus bangkit dan bangga dengan produk lokal yang berkualitas dan menjadi tuan rumah untuk negerinya sendiri sehingga mempunyai rasa kecintaan tersendiri bagi Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memerlukan bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usaha produk lokalnya agar bisa menarik minat masyarakat dan kesadarannya untuk cinta tanah air.

    ReplyDelete
  34. Irvan Agus Setiyanto - 41616110104 - KWU Kamis
    industri kecil menengah di Indonesia saat ini memiliki kelemahan-kelemahan yang cukup banyak, sehingga menimbulkan permasalahan dalam mengembangkan usahanya.
    Sudah merupakan hal yang wajar jika dalam menjalankan usaha, kita sering dihadapkan pada berbagai permasalahan-permasalahan.Namun kita harus melihat inti dari permasalahan tersebut, apakah masalah tersebut terdapat di faktor internal ataukah di faktor eksternal

    ReplyDelete