.

Apr 21, 2013

ASI dan Ketahanan Pangan


Jenis Publikasi : Artikel
Penulis : Lucia V. Pardede, SKM, MSc
Penerbit : gizi.depkes.go.id
Peresensi : Atep Afia Hidayat

Apa hubungannya Air Susu Ibu (ASI) dan Ketahanan Pangan ? Keterkaitan di antara keduanya diungkapkan dalam “Breastfeeding and Food Security” yang dimuat WABA Activity Sheet 10, kemudian disadur oleh Lucia V. Pardede dengan judul Air Susu Ibu dan Ketahanan Pangan. Pada bagian  pendahuluan artikel dijelaskan bahwa terkait dengan issu ketahanan pangan, maka pemberian ASI kepada bayi merupakan aspek penting yang perlu diperkirakan dalam issu ketahanan pangan.


Menurut World Alliance for Breastfeeding Action (WABA), meneteki/memberi ASI kepada bayi merupakan jantung dari ketahanan pangan, karena selain ekonomis, merupakan pangan alami, praktis , dan selalu tersedia setiap saat dibutuhkan dan dengan suhu yang sesuai dan berkesinambungan demi masa depan insan di bumi kita ini. 

Dalam hal ini WABA pun menilai bahwa ASI itu merupakan “pangan alami”, dan ternyata menyusui bayi merupakan jantung ketahanan pangan. Tak dapat dipungkiri bahwa secara kodrati pangan dan gizi pertama yang masuk ke dalam sistem metabolisme tubuh seseorang, idealnya ASI. Kalau digantikan sumber pangan dan gizi lain tentu saja dapat dikatakan terjadinya penyimpangan terhadap siklus awal kehidupan manusia. Sehingga ASI eksklusif idealnya diberikan selama enam bulan, dengan kata lain tidak disarankan mengkonsumsi sumber pangan dan gizi lain.

Secara keseluruhan artikel terbagi dalam bagian Pendahuluan; Manfaat ASI bagi Kelangsungan Hidup Bayi; Manfaat ASI bagi Ibu; Manfaat ASI bagi Keluarga; Manfaat ASI bagi Masyarakat; Manfaat ASI bagi Lingkungan; Bagaimana dengan Toksin pada ASI; Aspek Ketahanan Pangan Melalui Kehidupan Perempuan (Konsepsi atau Kehamilan, Defisiensi Mikronutrein); Pemberian ASI Menjamin Kesehatan Masa Depan; Memenuhi Kebutuhan Ibu Meneteki; Memperkenalkan Makanan Padat; dan bagian akhir ditutup dengan Komitmen.

Dijelaskan bahwa beberapa manfaat pemberian ASI bagi bayi antara lain, terdapat zat yang dinakaman kolustrum, yaitu air susu yang pertama kali dikeluarkan oleh seorang ibu yang melahirkan, ternyata memenuhi kebutuhan gizi bayi yang baru dilahirkan. ASI memang luar biasa, di dalamnya terdapat zat  anti virus, anti bakteri, zat yang memperkuat daya tahan bayi, dan sumber vitamin A. Maka tak heran jika ASI berperan sebagai immuniasi pertama bagi bayi. Dan masih banyak daftar manfaat ASI lainnya.

Sedangkan manfaat pemberian ASI bagi Ibu antara lain dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara dan rahim, anemia dan osteoporosis. Melalui proses meneteki maka hubungan emosional ibu dan bayi akan semakin erat. Kasih ibu akan terasa kuat dan terbawa terus hingga dewasa. Proses meneteki menghemat waktu dan biaya penyiapan makanan bagi bayi. Selain itu menyusui bayi secara ekslusif  dapat menjarangkan kelahiran (KB alami) dan  mempercepat proses pemulihan dan penyembuhan ibu pasca melahirkan.

Ya, ASI memang merupakan pangan alami yang terbaik, sehingga proses pemberian ASI atau menyusui merupakan bagian dari ketahanan pangan global. (Atep Afia – MG 0113 – 006/Sumber : www.gizi.net)


2 comments:

  1. @c32-ELMAR , TUGAS TC05

    menilai bahwa ASI itu merupakan “pangan alami”, dan ternyata menyusui bayi merupakan jantung ketahanan pangan. Tak dapat dipungkiri bahwa secara kodrati pangan dan gizi pertama yang masuk ke dalam sistem metabolisme tubuh seseorang, idealnya ASI. Kalau digantikan sumber pangan dan gizi lain tentu saja dapat dikatakan terjadinya penyimpangan terhadap siklus awal kehidupan manusia. Sehingga ASI eksklusif idealnya diberikan selama enam bulan, dengan kata lain tidak disarankan mengkonsumsi sumber pangan dan gizi lain.

    ReplyDelete
  2. @B29-RIVALDI , TUGAS TB05

    ASI memang sangat penting khususnya untuk bayi yang baru dilahirkan, pemberian ASI untuk sang bayi sebenernya wajib dilakukan, karena ASI dinilai sangat penting untuk pertumbuhan sang bayi. Disamping penting untuk sang bayi, orang tua yang memberikan ASI juga mendapatkan keuntungan, yaitu menjauhkan dari kanker payudara dan rahim. Pemberian ASI juga bisa dijadikan proses penyembuhan pasca melahirkan.

    ReplyDelete