.

Apr 22, 2013

Ikhlas dan Kekuatan Hati


Oleh : Atep Afia Hidayat - Pagi ini kita mulai beraktivitas, semua organ ikut sibuk, termasuk otak sudah bekerja dan hati pun sudah bergerak. Pagi ini sampai malam nanti, ketika kita mulai tertidur, ada waktu sekitar 14 – 16 jam. Waktu yang cukup panjang, kalau digunakan untuk menempuh perjalanan menggunakan pesawat, mungkin bisa mencapai sebuah kota di Eropa atau Amerika Serikat. Sedangkan kalau naik kereta, mungkin bisa mencapai sebuah kota di Jawa Timur.

Dalam belasan jam itu saya bisa menghasilkan tulisan 20 halaman, bisa berkenalan dengan puluhan orang baru dengan beragam latar belakang, bisa mendaki gunung dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Ya, dalam belasan jam orang bisa berbuat apa saja, mulai dari mencapai sebuah prestasi spektakuler sampai hanya tertidur atau pasif tidak berbuat apa-apa. Waktu yang dimiliki oleh orang yang sukses untuk beraktivitas adalah belasan jam, begitu pula yang dimiliki oleh orang yang gagal.

Persoalannya, apakah dalam beraktivitas itu selalu ikhlas dan menggunakan kekuatan hati. Banyak orang bekerja keras dan mencapai sukses, namun suksesnya semu dan keropos, karena tanpa landasan ikhlas. Menurut Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas, sebagian orang menafsirkan ikhlas secara salah. Komponen ikhlas yang terdiri dari sikap syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia, justru dianggap sikap yang lemah.

Sikap itu dikhawatirkan akan membuat mereka kurang dihargai orang, tidak tercukupi secara materi, atau tidak tercapainya tujuan hidup karena tidak adanya ambisi. Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Dalam kondisi ikhlas – yang sekarang telah dibuktikan secara ilmiah – manusia justru akan menjadi sangat kuat, cerdas dan bijaksana. Kita bisa berpikir lebih jernih, mampu menjalani hidup dengan lebih efektif dan produktif untuk mencapai tujuan. Bahkan hubungan kita dengan siapa pun akan terjalin semakin menyenangkan.

Dengan aplikasi ikhlas maka sudut pandang kita tentang siapapun hanya didasarkan pada kekuatan hati yang bersandar pada ke-Maha Besar-an Allah. Kita melihat orang lain adalah sesame mahluk ciptaan Allah, sama-sama dihidupkan dan dimatikan oleh Allah, sama-sama tidak memiliki daya dan upaya kecuali atas pertolonganNya. Dengan demikian kalau kita menyukai seseorang maka landasannya hanya karena Allah, begitu pula kalau kita membenci seseorang juga hanya karena Allah. Kata demi kata yang keluar dari mulut kita hanyalah kalimat-kalimat indah, sejuk, nyaman, bahagia dan selalu memotivasi orang lain untuk secara bersama-sama menikmati langkah demi langkah kehidupan.

Kehidupan yang dijalani sangat membutuhkan kekuatan hati. Dengan demikian kekuatan hati perlu diaktivasi, jangan dibiarkan tergolek lemah dan tak berdaya. Hati seperti otot, kalau tidak dilatih maka otot itu akan lembek tak bertenaga, tetapi kalau dilatih secara teratur maka otot akan menjadi massif, kuat, kokoh dan bertenaga. Hati yang bertenaga akan siap menaklukkan berbagai rintangan dan teka-teki kehidupan. Hati yang bertenaga itulah hati yang ikhlas, hati yang dilandasi penyerahan diri kepada Sang Maha Kuasa, Allah SWT.

Bagaimanapun, sebagai mahluk manusia memerlukan sandaran dan gantungan. Manusia memang harus bersandar dan bergantung, karena pada dasarnya manusia itu lemah dan labil. Yang menjadi sandaran dan gantungan itu tentu harus yang kuat, bahkan yang maha kuat, Allah SWT, tempat bergantung seluruh mahluk. Banyak manusia yang bersandar dan bergantung pada dirinya, pada manusia lain, pada jin,  pada cerita fiktif atau pada tuhan yang palsu.

Banyak manusia yang memper-tuhan-kan manusia lainnya, karena tidak mampu mencapai Tuhan Pencipta Alam Semesta. Dalam kondisi yang demikian yang muncul hanyalah ke-ikhlas-an semua dan kekuatan hati yang palsu. Paradigma mengenai hidup dan kehidupan pun menjadi salah arah, meskipun pada saat itu tercapai kesuksesan, tetapi hanyalah kesuksesan semu, palsu, fiktif dan hanya fatamorgana.

Sebenarnya ukuran kesuksesan sejati itu terletak pada pencapai ikhlas dan kekuatan hati yang prima, sehingga interaksi vertikal dan horizontal bisa dijalani dengan penuh kebahagiaan, kebahagiaan sejati. (Atep Afia)





25 comments:

  1. dengan ikhlas kita tidak akan tersesat kejalan yang tidak diridhoi allah, karena dengan ikhlas kita tidak akan menjadi sombong , dan riya sebab itu kita harus menjalani hidup dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  2. Sejujurnya ikhlas itu sangat sulit kita terima ketika hasil yang kita capai tidak sesuai dengan pengorbanan kita. Apalagi ketika kita merasakan suatu hal yang sama dengan orang lain namun hasil yang kita dapatkan itu berbeda. Sungguh, itu sudah menajdi hukum alam sekali karena kesuksesan seseorang tidak hanya bergantung pada kerja kerasnya namun juga dari keihklasan hatinya menjalankan pekerjaan tersebut untuk tujuan apa ? hanya untuk mendapatkan kemewahan dunia atau keridhoan Allah semata. nah disitulah, keikhlasan di perlukan, termasuk kekuatan hati. Oleh karena itu, saya setuju dengan pernyataan diatas bahwa dalam melakukan tindakan apapun harus di sertai dengan rasa ikhlas agar hasilnya pun membawa berkah bagi kita.

    ReplyDelete
  3. Saya sangat setuju dengan pernyataan di atas bahwa kita sebaiknya ikhlas dan menggunakan kekuatan hati dalam aktivitas yang kita lakukan. Namun kadang kala kita keliru dalam mengartikan definisi ikhlas tersebut. Ikhlas itu bukan berarti pasrah tanpa usaha tetapi seharusnya disertai dengan usaha atau ikhtiar terlebih dahulu. Jadi kita sebaiknya menyelaraskan sikap ikhlas ini dengan usaha yang telah kita lakukan. Kita harus yakin bahwa Allah SWT memberikan cobaan kepada kita itu semata-mata hanya untuk menguatkan hati kita dan agar kita terlatih untuk ikhlas.

    ReplyDelete
  4. Saya juga setuju dengan pernyataan diatas, memang untuk menjadi orang yang ikhlas itu tidak mudah karena kita harus memiliki kekuatan hati untuk melakukan itu. Namun tidak ada hal yang tidak mungkin, kita bisa saja menjadi orang yang selalu ikhlas dalam melakukan segala sesuatu hal, tentunya kita harus bisa mengendalikan diri terlebih dahulu, kita harus rajin bertawakal, berikhtiar dan bersyukur, niscaya hal itu dapat membantu kita untuk menjadi sosok manusia yang memiliki sifat ikhlas.

    ReplyDelete
  5. Saya se7 dengan artikel tsb. Ikhlas sangat sulit dilakukan namun percayalah dengan ikhlas dan yakin bahwa apa yang kita ikhlaskan akan memberikan kita suatu hal yang jauh lebih indah

    ReplyDelete
  6. ikhlas itu ibarat air putih yang tidak tercampur dengan sesuatu. ikhlas itu mudah di ucapkan sulit untuk kita lakukan. ikhlas itu ibarat kita buang air ludah, yang kita buang dan tidak akan teringat lagi. maka mari lah kita untuk belajar melakuan ke ikhlasan meski pun kita tidak bisa untuk melakukan ke ikhlasan jangan berputus asa karna hanya lah allah yang maha mengetahui.
    ikhlas memang sulit tetapi wajib kita pelajari dari sekarang agar kita terbiasa di kemudian hari.

    ReplyDelete
  7. Saya setuju bahwa ikhlas sangatlah sulit dilakukan. Butuh pengorbanan dan kekuatan hati yang besar. Namun percayalah bahwa hasil dari keikhlasan itu akan indah. Dengan ikhlas insyaAllah akan diridhoi Allah dan akan mendapat balasan yang jauh lebih baik. Sekian

    ReplyDelete
  8. saya setuju dengan artikel diatas, ikhlas atau mengiklaskan perbuatan orang terhadap kita yang sangat sulit untuk dimaakan memanglah tidak mudah, tetapi untuk makhluk sosil seperti it, keikhlasan sangat diperlukan untuk menunjang persahabatan dan interaksi antar sesama manusia dengan lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  9. Saya sependapat dengan apa yang disampaikan bapak banyak orang yang melakukan sesuatu hal dengan keras tapi, kita tahu dia melakukan itu terpaksa atau dengan ikhlas. Saya yakin banyak orang yang melakukan sesuatu disebabkan karena ada mau atau ada masud tertentu mungkin dia pikir buat apa dia melakukan sesuatu tapi tidak mendapat apa- apa??? oelh karena itu kita harus berlatih memiliiki sifat ikhlas dalam diri kita dan harus dibarengi dengan hati nurani kita bahwa apa yang kita lakukan benar atau tidak. Oleh karena itu, hati dan pkiran kita harus saling berkaitan.

    ReplyDelete
  10. Saya sependapat dengan artikel yg bapak tulis diatas yaitu pada dasarnya manusia memang masih lemah & labil dalam memantapkan hati, apa lagi untuk iklas, Iklas memang terkadang butuh pengorbanan yg banyak, entah itu pengorbanan fisik, waktu, finansial, dll tetapi tidak ada salahnya untuk selalu mencoba iklas dalam melakukan apa pun. Karena saya percaya kalau semuanya sudah diatur sama Allah dan tidak ada 'kebetulan' dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  11. saya setuju dengan artikel diatas, takaran kesuksesan seserang itu datang jika kita sudah bisa merasa ikhlas, tersenyum karna bersyukur dengan apapun rahmat Allah yang sudah diberikan, dan selalu menjadi penolong bagi orang-orang yang membutuhkannya, memang tidak mudah untuk merasa ikhlas yang benar-benar ikhlas, itu semua memang harus dibantu dengan kekuatan hati yang bagus, namun apa salahnya untuk mencoba ikhlas bukan? karna dengan ikhlas hidup kita akan menjadi lebih tenang dan bahagia

    ReplyDelete
  12. Saya setuju, semua manusia memang harus bersifat ikhlas serta hati yang kuat agar apah yang di jalankan tidak membuat hati menjadi galau dan risau serta bisa menerima segala apapun dengan lapang dada. Dan memang di butuhkan kekuatan hati agar sesuatu yang sudah di ikhlaskan terjadi tetapi tidak di inginkan maka tidak akan merusak perasaan hati dan akan tetap menerimanya dengan hati yang kuat.

    ReplyDelete
  13. iya memang ikhlas itu sulit untuk di lakukan tetapi kalau kita mau belajar untuk ikhlas pasti bisa ko contohnya seperti kehilangan barang - barang yang kita sayang ya seperti kehilangan jaket, hp, maupun uang kita harus belajar menerima dan ikhlas meskipun itu sakit hati, tapi ingat itu berarti bukan rezeki kita dan kita kurang beramal, kemungkinan besar itu ujian buat kita tetapi suatu saat nanti tuhan pasti akan menggantinya yang lebih bagus dari itu. intinya semua manusia bisa ko belajar ikhlas

    ReplyDelete
  14. saya setuju dengan artikel di atas,setiap orang harus mempunyai sifat iklhas dan kekuatan hati,apabila kedua nya di kerjakan dengan bersamaan sesuatu yang sulit akan terasa lebih mudah

    ReplyDelete
  15. saya setuju dengan aplikasi ikhlas maka sudut pandang kita tentang siapapun hanya didasarkan pada kekuatan hati yang bersandar pada ke-Maha Besar-an Allah. Kita melihat orang lain adalah sesama mahluk ciptaan Allah, sama-sama dihidupkan dan dimatikan oleh Allah, sama-sama tidak memiliki daya dan upaya kecuali atas pertolonganNya. Dengan demikian kalau kita menyukai seseorang maka landasannya hanya karena Allah, begitu pula kalau kita membenci seseorang juga hanya karena Allah. Kata demi kata yang keluar dari mulut kita hanyalah kalimat-kalimat indah, sejuk, nyaman, bahagia dan selalu memotivasi orang lain untuk secara bersama-sama menikmati langkah demi langkah kehidupan.

    ReplyDelete
  16. Saya amat sangat setuju dengan artikel diatas. Sejujurnya ikhlas itu memang sulit dilakukan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu pasti kita bisa melakukannya.

    ReplyDelete
  17. ikhlas itu hal tidak mudah dilakukan karena ikhlas dapat di katakan sebagai ujian dalam hidup, manusia di katakan ikhlas jika ia dapat menahan rasa kecewa, marah, sakit, bahkan ketidak relaan terhadap sesuatu yang tidak dapat dimilikinya. dan dengan ikhlas kita dapat menjadi manusia yang lebih sabar

    ReplyDelete
  18. ikhlas, ungkaian kata yang mudah namun sulit dilakukan. ketika kita harus merelakan sesuatu yang berarti dihidup kita itu ibarat melepas sesuatu dianggota badan, akan ada yang berbeda didiri sendiri bahkan dikehidupan kita yang jalani. ikhlas rumit namun ketika kita sudah ikhlas itu semua akan indah.

    ReplyDelete
  19. Ikhlas adalah sesuatu yg sulit untuk dilakukan tetapi dengan ikhlas selalu ada hikmah dr sebuah keikhlasan

    ReplyDelete
  20. Sudah banyak yg menyatakan bahwa keikhlasan itu memang sulit dilakukan namun . Ikhlas adalah sebuah pilihan hati dengan sikap tersebut kita akan merasakan kenikmatan yang luar biasa

    ReplyDelete
  21. untuk ikhlas memang sangat susah, karna iklas sebagian dari cobaan didalam hidup ini, sama sepertinya orang meminta sesuatu dengan kita atau memberi sedekah, kadang masih terpikir atau belum iklas, maka kita belajar untuk mengiklaskannya

    ReplyDelete
  22. Sejujurnya ikhlas itu sangat sulit kita terima ketika hasil yang kita capai tidak sesuai dengan pengorbanan kita. Apalagi ketika kita merasakan suatu hal yang sama dengan orang lain namun hasil yang kita dapatkan itu berbeda.Sungguh itu hukum alam yang wajar . Namun jika Seseorang mempunyai sifat iklhas dan kekuatan hati,apabila kedua nya di kerjakan dengan bersamaan sesuatu yang sulit akan terasa lebih mudah.

    ReplyDelete
  23. Agis Priyanto
    Kode Tugas : @C24-AGIS, Tugas TC05

    Komentar :
    "Sebenarnya ukuran kesuksesan sejati itu terletak pada pencapai ikhlas dan kekuatan hati yang prima, sehingga interaksi vertikal dan horizontal bisa dijalani dengan penuh kebahagiaan, kebahagiaan sejati."
    Keikhlasan hati dan kekuatan hati membuat kita menjadi tentram dan damai, ikhlas berarti melepaskan segala rasa negatif dan mendatangkan rasa positif.
    Ikhlas hati membuat kita bersyukur atas nikmatnya.
    Kekuatan hati membuat kita menjadi kuat dalam menghadapi godaan dan kuat dalam menjalani hidup.

    ReplyDelete
  24. Mohamad Burhanudin
    @27-BURHANIDIN, TugasTC05

    Segala hal yang di lakukan dengan iklas maka akan mendatangkan kebaikan / pahala baik di hadapan allah SWT. maka dari itu semua yang kita lakukan harus di dasari oleh keiklasan.
    contoh aja :
    " kalau kita iklas bekerja dengan niat mencari nafkah buat keluarga kita maka semua itu akan di nilai ibadah di hadapan allah SWT". karna dengan iklas hati kita juga akan kuat, dan akan mendatangkan pikiran yang positif.

    ReplyDelete
  25. saya sangat setuju dengan artikel diatas. bahwa ikhlas dan kekuatan hati sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. penting bagi kita untuk selalu ikhlas dan memiliki kekuatan hati yang besar dalam menjalani kehidupan ini.
    tugas TA05 @a19-aris

    ReplyDelete