.

Apr 27, 2013

Hindari Gaya Hidup Sakit


Oleh : Atep Afia Hidayat - Belakangan ini upaya menerapkan gaya hidup sehat terus digalakkan, termasuk situs kesayangan Anda, MakanGizi.com berupaya menyerukan pentingnya gaya hidup sehat. Beragam langkah tersebut sebenarnya merupakan upaya “perlawanan” terhadap menjamurnya gaya hidup sakit. Dengan demikian ada kompetisi yang ketat antara penerapan gaya hidup sehat Vs gaya hidup sekit.

Lantas, apakah gaya hidup sakit itu ? Begitu mudah kita melihat bagaimana banyak orang yang menarapkan gaya hidup sakit, baik disadari atau tidak. Sebagai contoh, duduk berjam-jam di depan monitor computer, tanpa jeda, tanpa berdiri tanpa istirahat, bahkan tanpa diselingi minum. 

Luar biasa “daya bius” beragam perangkat teknologi informasi, apalagi dengan makin berkembangnya beragam situs jejaring sosial. Kondisi statis selama berjam-jam yang diterapkan pada tubuh tentu sebenarnya sangat menyakitkan tubuh itu sendiri. Dapak dikatakan, tubuhnya “disiksa” dan “diperkosa” diri sendiri.

Memabacanya saja bingung khan ? Bagaimana mungkin begitu tega (teganya, teganya, teganya) menelantarkan tubuh sendiri. Tak lain karena keasyikan main Facebook , Twitter, utak-atik blog, bahkan nonton televisi. 

Gaya hidup sakit seperti duduk selama berjam-jam seolah menjadi begitu permisif, makin dianggap wajar, dan makin banyak pelakunya. Tidak hanya di kantor-kantor, bahkan di rumah-rumah, bagaimana seorang anak SD bermain Play Station selama berjam-jam, begitu konsentrasi dengan mata yang nyaris tidak berkedip. Begitu pula seorang pekerja di kantor, bisa bertahan di sepan layar monitor, baik untuk mengerjakan tugas kantor atau sekedar mengisi waktu dengan beragam gadget.

Penderita beragam penyakit setiap hari berdataangan ke rumah sakit, begitu pula ke Puskesmas dan praktek dokter. Keluhannya sangat beragam, mulai dari merasa kesakitan pada organ tertentu, gangguan pada salah satu sisitem tubuh (sistem kardiovaskuler, urin, pernafasan, dan sebagainya), dan sebagainya. Ada juga yang terserang penyakit sebagai akibat daya tahan tubuh yang rendah, sehingga mudah diinvasi mikroorganisme pembawa penyakit tertentu. Ya, sebagian besar pasien tersebut tak lain karena kadung menerapkan gaya hidup sakit.

Mulai dari pola makan yang berantakan, baik jenis, kualitas, maupun tata cara; Kekurangan gerak dalam kehidupannya, sehingga badan menjadi terasa kaku, peredaran darah kurang lancer, jantung melemah, otot mengendur, dan sebagainya. Ya, semua langkah, sikap atau kebiasaan yang tergolong gaya hidup sakit akan terakumulasi menjadi sejenis penyakit tertentu.

Selain menyangkut fisik, gaya hidup sakit juga meliputi cara berpikir, berperasaan dan berbicara yang tidak sehat. Coba terapkan cara berpikir dan berperasaan negatif dalam satu hari, bahkan hanya satu jam, niscaya gangguan fisik pun segera menghampiri, minimal dalam wujud tekanan darah tinggi. Oleh sebab itu, selain menjaga kondisi tubuh, untuk meraih kehidupan yang sehat, bugar dan berkualitas, maka cara berpikir, berperasaan dan berbicara pun harus dijaga dengan ketat dan cermat. Jangan biarkan pintu “virus” pembawa penyakit, masuk dari pintu manapun. (Atep Afia

2 comments:

  1. Febri aryanti C09 Febri

    Menghindari gaya hidup sakit yaitu dengan cara menyempatkan diri untuk berolahraga minimal 1 minggu sekali agar ada pergerakan untuk tetap menjaga daya tahan tubuh .

    ReplyDelete
  2. yaa saya merasakan sendiri hehe, duduk seharian dikantor dan berhadapan dengan PC, tidak ingat untuk kemana pun yang penting kerjaan harus selesai hari ini. saya lebih fokus terhadap pekerjaan dibandingkan dengan kesehatan tubuh saya, tapi saya sadar setelah membaca artikel ini.

    ReplyDelete