.

Apr 23, 2013

Menurunkan Berat Badan

Setiap hari yang dijalani diisi dengan beragam aktifitas, salah satu di antaranya ialah makan. Setiap orang tidak pernah berhenti makan, karena apa yang dimakan sangat berguna untuk berbagai proses metabolisme tubuh. Lantas berapa banyak kalori yang kita konsumsi ? Hal itu perlu mendapat perhatian serius, karena besarnya kalori yang bersumber dari makanan dan masuk ke tubuh sangat menentukan berat badan. Dengan demikian, jika ingin mengendalikan berat badan salah satu cara terpenting ialah hitunglah kalori yang masuk.

Kelebihan berat badan sudah menjadi persoalan yang serius. Kondisi saat ini sekitar satu milyar orang dewasa telah mengalami kelebihan berat badan. Dalam hal ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutnya sebagai epidemi obesitas global. Riset kesehatan yang dilakukan para peneliti di Amerika Serikat menyebutkan, bahwa gejala obesitas tidak mengalami banyak peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, hal itu merupakan kabar baik. Namun kabar buruknya bahwa gejala obesitas juga tidak mengalami penurunan.

Ternyata lebih dari sepertiga orang dewasa  dalam tahun 2009 dan 2010 mengalami obesitas. Tentu saja sebagian besar di antaranya tidak tinggal diam, namun senantiasa mencoba untuk menurunkan berat badan sampai tercapai timbangan yang ideal. Beragam program diet pun dilaksanakan, meskipun menempuh cara yang masih diwarnai pro dan kontra. Ada sekelompok penderita obesitas yang sangat mengurangi konsumsi karbohidrat; ada yang menghindari lemak; ada yang lebih banyak mengkonsumsi protein; bahkan ada juga yang sengaja mengurangi asupan protein.

Sementara Dr. George Bray, dari Pennington Biomedical Research Center,  Louisiana, Amerika Serikat, melakukan beberapa studi yang berkaitan dengan pengaruh protein terhadap kenaikan berat badan. Dalam studi tersebut digunakan sampel 25 orang dewasa dalam kondisi sehat. Keduapuluhlima orang tersebut diberikan konsumsi 1.000 kalori per hari selama delapan minggu,  dengan pola diet kadar protein rendah, normal dan tinggi. Pengertian kadar protein normal ialah sekitar 15 persen dari energi bersumber dari protein. Sebagai catatan, kalori dalam makanan merupakan ukuran energi.

Dr Bray menyebutkan, bahwa  keduapuluhlima orang tersebut mengalami kenaikan berat badan, adapun penyimpanan lemak adalah  sama persis dengan ketiga tingkat protein yang diujicobakan. Asupan kalori mempengaruhi penyimpanan lemak dalam tubuh. Namun pola diet dengan kadar protein tinggi menyebabkan kondisi tubuh menjadi lebih ramping.

Di sisi lainnya Dr Bray menyatakan, bahwa dengan diet protein rendah maka berpeluang untuk menyebabkan terjadinya kehilangan massa tubuh,  meskipun terjadi asupan kalori yang berlebih. Dalam hal ini menimbang berat badan secara teratur merupakan langkah yang baik untuk mengetahui dengan cepat kondisi tubuh dalam kaitannya dengan obesitas. Hasil studi Dr Bray dipublikasikan melalui  Journal of American Medical Association.

Sedangkan Dr Dariush Mozaffarian dari  Harvard School of Public Health, melakukan studi hubungan antara pola makan dan kondisi seperti penyakit jantung dan diabetes. Menurut Dr Mozaffarian, hal yang lebih penting dari sekedar menghindari jenis makanan itu atau itu, ialah bahwa dalam pola konsumsi harus bijak. Beberapa jenis makanan yang harus diperbanyak asupannya ialah  buah-buahan, sayuran, gandum, ikan, minyak sayur dan kacang-kacangan. Menurutnya, dengan meningkatkan sekitar satu porsi dari enam jenis makanan tersebut, maka sangat membantu untuk menghindari beragam penyakit terkait obesitas. (Atep Afia. Sumber : VOA Radio, 18 Januari 2012).



3 comments:

  1. Sebenarnya kelebihan berat badan itu penyakit atau hanya akibat makan yang tidak terkontrol.Apakpakah dengan mengurangi konsumsi karbohidrat,menghindari lemak,mengurangi asupan protein menjamin bisa menurunkan berat badan?
    @B21-Djarwoto

    ReplyDelete
  2. Artikelnya bagus...
    Terima kasih atas informasinya pak.
    Jadi pola makan yang baik akan berdampak baik pula untuk kesehatan.
    Karena pada masa sekarang paling susah menjaga pola makan sehari-hari, karena di pasar dijajakan makanan yang membuat perut selalu lapar tanpa kita memikirkan apa itu baik untuk kesehatan atau tidak

    ReplyDelete
  3. Artikelnya bagus...
    Terima kasih atas informasinya pak.
    Jadi pola makan yang baik akan berdampak baik pula untuk kesehatan.
    Karena pada masa sekarang paling susah menjaga pola makan sehari-hari, karena di pasar dijajakan makanan yang membuat perut selalu lapar tanpa kita memikirkan apa itu baik untuk kesehatan atau tidak

    B33-Fitria

    ReplyDelete