.

Apr 23, 2013

Salurkan Hasrat Menulis


Oleh : Atep Afia Hidayat - Ketika muncul hasrat dalam diri, maka ingin segera disalurkan, supaya tuntas. Begitupun hasrat menulis pagi ini, sudah berjejal dalam kepala (otak). Mencoba mengeluarkan satu per satu kata, dirangkai menjadi kalimat, dan munculah paragraph. Walau mata masih limat watt (5 W), meski kesadaran belum pulih, bahkan baru mencapai 75 persen. Terus terjadi pertarungan, antara kantuk dan cenderung lelap dengan pikiran yang mengalir dan jari yang terus bergerak.

Tersadar bahwa menulis harus ada topik atau pokok bahasan. Ya, sudah fokusnya adalah bagaimana cara memaksa diri untuk terus menulis, meskupun dilanda kantuk atau malas. Terus mengalir, bagaikan air di sungai, yang senantiasa mencari celah dan menghindari hadangan seperti bebatuan sebesar kerbau sekalipun. Air itu terus mengalir, tak ingin untuk dibendung, meluap dan meluap, mencari saluran untuk menuju titik pencapaian. Begitu pun menulis, harus terus mengalir, tidak boleh terbendung apalagi tersandung.

Pada awalnya memaksakan diri untuk menulis terasa berat, bahkan sangat berat. Keluar satu kata saja susah. Lama kelamaan hambatan bisa diatasi dengan makin baik, dan “jam terbang” menulis pun makin banyak. Ya, seperti seorang pilot, sudah berapa banyak jam terbangnya, satu jam, 10 jam, 100 jam, 1.000 jam atau 10.000 jam. Terus tambah “jam terbang” menulis, nanti akan makin berasa bahwa menulis itu nikmat.

Sesuatu yang memberikan kenikmatan tentu saja akan menyebabkan ketagihan, ingin lagi dan mau lagi. Ketagihan menulis adalah hal yang sangat postif, sebab banyak manfaat pokok dan sampingan yang didapatkan. Dengan menulis daya kerja otak bisa terpelihara, tidak cepat menjadi pikun. Ternyata menulis pun bisa membebaskan diri dari cekaman, tekanan, stress, atau depresi, sebab menulis adalah ajang untuk mengurai kekusutan dalam pikiran dan perasaan.

Efek lainnya dari menulis ialah ajang beramal, apapun yang kita tulis asalkan kontennya mengandung kebaikan dan kebenaran, lantas dipublikasikan, maka dengan sendirinya akan mendatangkan pahala. Menulis juga merupakan ajang ekspresi diri atau unjuk diri, bagaimanapun setiap orang perlu eksis, untuk itu perlu narsis (asal jangan lebay). 

Kegiatan menulis juga bisa menjadi sumber penghasilan, baik dalam bentuk artikel, buku, novel dan sebagainya. Masih ada lagi, sebagian besar orang sukses dibidang apapun, ternyata merupakan penulis atau orang yang memiliki kemampuan menulis.  Orang sekaliber Barack Obama, Soekarno, bahkan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah para penulis.

Ketika hasrat tambah menggebu, atusiasme pun terbangun, dengan sendirinya sang kantuk pun perlahan menjauh. Pikiran makin terasa bugar, jari jemari semakin lincah, kata demi kata mengalir dan menderas. Halaman putih di layar monitor pun makin berjejal dengan huruf-huruf. Dan akhirnya satu artikel pun bisa di susun, dalam hitungan menit siap tersaji di layar monitor ratusan orang, bahkan mungkin ribuan orang. Harapan dan klimaksnya, semoga bermanfaat. (Atep Afia)

11 comments:

  1. Jadikan menulis itu sebagai passion, passion dulu. maka lama kelamaan akan terbiasa dan memiliki sensasi yang luar biasa. saya juga hobi menulis.

    ReplyDelete
  2. menulis dapat menjadi curahan hati seseorang, memang seharusnya jika ada hal yang dipikirkan baik itu berkaitan tentang apapun harus segera di luapkan dan salah satunya itu bisa dengan cara menulis. Dengan menulis maka imajinasi seseorang bisa tergambar dari tulisannya.

    ReplyDelete
  3. Pada awalnya menulis memang terkesan susah dan membosankan. Namun, apabila kita dapat mengalahkan rasa tersebut, rasanya semua seperti mengalir spontan dan waktu akan terasa berlalu cepat. Apalagi ketika sedang "mood", pasti rasanya tidak mau berhenti menulis karena passion kita yang menggebu-gebu.

    ReplyDelete
  4. Sedikit berbagi tentang pengalaman saya dalam hal menulis,Pada saat pertama saya mau melakukan aktifitas menulis saya bingung apa yang harus saya tulis,juga ada rasa takut juga kalau tulisan saya nanti akan banyak menyinggung orang lain .Tetapi setelah saya coba untuk terus menulis yang saya rasakan malah selalu ketagihan karena disinilah saya bisa mencurahkan apa yang ada dalam pikiran dan hati saya .

    ReplyDelete
  5. Memang seharusnya menulis dibiasakan dari sekarang, Salah satu fungsi terutama kita sebagai mahasiswa yang akan menghadapi skripsi/ tugas akhir yang mungkin akan menghabiskan pikiran di otak kita untuk menemukan hal-hal yang dapat menjadi refrensi nanti.
    Dengan membiasakan menulis dapat menghindari terjadinya kesalahan dalam penulisan, baik itu dalam penggunaan kalimat yang benar,tanda baca yang benar ataupun besar kecilnya huruf pda awal kalimat. semua itu sangat berpengaruh dalam pengerjaan sebuah tulisan.

    ReplyDelete
  6. membiasakan menulis memang harus dibiasakan dan nantinya menjadi kebiasaan dan itulah yang terjadi pada saya sehingga terkadang saya harus mengutarakan sesuatu kepada orang terdekat lewat tulisan baik sms, surat, email atau yang lainnya. hingga terkadang tulisan tersebut membuat saya tersenyum sendiri. tetapi hasrat menulis itu harus segera dituangkan pada saat kita memiliki ide dan tangan ini telah klik dengan otak kita. karena jika ditunda maka ide yang mungkin bisa menghasilkan sesuatu jadi terhambat. apalagi kita mahasiswa yang nantinya pasti harus mau tidak mau menulis untuk TA agar dapat lulus dan mendapatkan gelar.

    ReplyDelete
  7. menulis merupakan jembatan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dengan memperbanyak menulis atau membuat artikel,jurnal,karya tulis dan semacamnya,maka akan banyak pula orang yang mengetahui dunia pendidikan,politik,wisata dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  8. @B16-KRISNA, TB05 setuju bahwa menulis sangatlah penting, dimanapun kita berada tidak bisa terhindar dari tulisan. Menulis harus segera dibiasakan sejak dini, berawal dari terpaksa lama-lama kan terbiasa, dengan menulis kita akan merasakan berbagai dampak positif.

    ReplyDelete
  9. @C19-HILMAN, TC05

    Setelah membaca artikel ini, saya jadi mengerti betapa pentingnya menulis. Saya sangat setuju dengan kalimat "Menulis adalah amal" berarti kita dapat mengasumsikan setiap tulisan posiif yang kita lakukan adalah pahala bagi kita karena, orang yang membacanya akan mendapatkan ilmu baru ataupun informasi yang mungkin belum mereka ketahui sebelumnya.

    ReplyDelete
  10. Hendrik Milion Silaen
    @E16-Hendrik, @Tugas B05

    Artikel ini sangat bagus dan bermanfaat bagi kita semua, apalagi khususnya kita sebagai mahasiswa-mahasiswi sangat cocok dicoba dilakukan untuk membantu menciptakan daya kreasi yang terpendam dalam diri kita untuk dikembangkan. Menulis memang suatu hal yang kurang digemari oleh orang, tapi dalam artikel ini sudah dideskripsikan begitu banyak peluang-peluang yang di dapat dari menulis, misalnya menulis bisa membebaskan diri dari cekaman, tekanan, stress, ataupun depresi, sebab menulis adalah ajang untuk mengurai kekusutan dalam pikiran dan perasaan seseorang. Menulis juga dapat mendatangkan rejeki, amal dan kesuksesan dalam hidup. Untuk itu mari kita coba untuk berkreasi dalam menulis yang baik dan benar.

    ReplyDelete
  11. @E14-Imam, @Tugas B05
    Dari artikel ini kita tau bahwasanya menulis itu penting karna dapat melatih imajinasi kita dalam berkarya. Menulis memberikan banyak maanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Untuk diri kita sendiri manfaatnya mungkin dapat menyalurkan hobi bagi yang hobi menulis, selain itu sebagai ajang penghasilan dari menulis sehingga menciptakan karya tulis seperti buku dll. Bagi orang lain lain dapat mengetahui sumber informasi dari apa yg kita tulis

    ReplyDelete