.

Apr 25, 2013

Keong Racun, Keong Sawah dan Keong Emas

Oleh : Atep Afia Hidayat - Secara morfologi atau zoologi, keong racun, keong sawah dan keong emas termasuk kelas moluska. Nama beken lain dari keong ialah siput, ada siput dengan cangkang ada juga siput bugil (tidak memiliki cangkang). Orang pedesaan di Jawa (Tengah dan Timur) menyebut keong bugil sebagai resrespo. Habitat siput sebenarnya sangat luas, mulai perairan tawar, payau sampai lautan yang dalam. Siput atau keong umumnya makan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitarnya. Lantas, apa bedanya keong racun, keong sawah dan keong emas ?

Keong emas atau keong mas memiliki nama latin Pomacea canaliculata Lamarck. Dibeberapa daerah keong mas dikenal sebagai siput murbai. Jenis siput ini berasal dari Amerika Latin, masuk Asia Tenggara sekutar tahun 1980-an, awalnya diperkanalkan sebagai jenis makanan protein hewani baru. Ternyata hewan ini berkembang-biak dengan pesat, sehingga berubah menjadi hama potensial bagi tanaman padi berusia muda di negara-negara Indonesia, Filipina, Kamboja, Thailand dan Vietnam.

Dibeberapa daerah hama keong emas menjadi musuh utama para petani padi, sehingga untuk mengendalikannya ditempuh berbagai cara, mulai dari pemungutan keong dan penghancuran telurnya, penggunaan semut merah semut merah untuk memakan telor keong, penggunaan bebek untuk memakan keong muda, penggunaan tanaman beracun, sampai penggunaan pestisida. Hal itu karena kemampuan berkembang-biak keong emas yang luar biasa, sebagai gambaran seekor keong emas betina mampu menghasilkan 15 kelompok telur dalam sekali siklus hidup (berkisar antara 60 - 80 hari). Ternyata setiap kelompok telur berisi 300 - 500 butir. Pertambahan populasi yang luar biasa, di mana seekor keong mas dewasa bisa menghasilkan 1000 - 1200 telur dalam setiap bulannya.

Adapun keong sawah dengan nama latin Pila ampullacea, di Jawa Barat dikenal sebagai tutut, merupakan siput air yang memiliki habitat di perairan tawar. Tersebar di sawah, parit, sungai dan danau. Keong sawah atau tutut dikenal dengan juga dengan sebutan siput air, keong gondang, atau siput sawah. Ada kemiripan dan kekerabatan antara keong mas atau keong murbai dengan keong sawah, masih berkerabat. Namun keong sawah memiliki warna cangkang hijau pekat sampai hitam, dengan ukuran lebih kecil. Sedangkan keong mas cangkannya berwarna lurik kecoklatan.

Keong sawah, siput sawah, siput air atau tutut merupakan makanan yang lezat, memiliki kadar protein yang tinggi. Keong sawah yang layak konsumsi terutama yang diambil atau dipanen di sekitar kolam, parit atau danah, sedangkan yang diambil di sekitar sawah agak berisiko, karena mengandung kadar pestisida dalam tubuhnya.

Adapun keong racun, nama yang sempat dipopulerkan Sinta dan Jojo melalui situs web You Tube dengan lebih dari 5 juta views, adalah istilah yang digunakan petani seperti di Karawang, untuk keong emas. Para petani sibuk mencari “racun keong” untuk membasmi keong racun tersebut. (Atep Afia)

2 comments:

  1. Surya Dwiatmaja @C12-SURYA

    Informasi yang lumayan bagus, saya jadi tahu bahwa keong racun itu adalah istilah lain untuk keong emas. Sementara kata "racun" bukanlah berarti keong tersebut beracun, melainkan keong tersebut adalah racun (hama) bagi para petani padi karena perkembang biakannya yang sangat cepat.
    Sebenarnya saya juga tertarik terhadap siput bugil yang sempat dibahas di paragraf awal, tetapi di paragraf-paragraf selanjutnya malah tidak dibahas dan gambarnya pun tidak ada. Tetapi memang sesuai sih dengan judul artikelnya (karena di judul artikelnya tidak ada kata siput bugil).
    Selain itu, dari artikel keong ini saya belajar bahwa sesuatu yang bagus itu belum tentu memberikan manfaat yang besar. Keong sawah yang memiliki penampilan lebih jelek dari keong emas malah memberikan manfaat yang lebih besar dari keong emas yang penampilan fisiknya lebih baik.

    ReplyDelete
  2. Yusuf affandi @B09-YUSUF
    Daging keong dapat diolah menjadi keripik, kerupuk, tepung, pepes, kecap, tongseng, dan juga sate keong.

    ReplyDelete