Oleh : Atep
Afia Hidayat - Akhir bulan Juli 2013
yang lalu isu pergantian nama Provinsi Jawa Barat kembali muncul ke permukaan.
Berbagai surat kabar dan media online terkemuka, termasuk sindonews.com,
beramai-ramai memberitakannya dengan disertai
bergagam komentar pembacanya, seperti apalah arti sebuah nama; di jaman
secanggih ini masih mempersoalkan nama; lebih baik berkonsentrasi pada kemajuan
daerah; mengapa mengedepankan isu primordialisme, dan sebagainya.
Selasa, September 03, 2013
Senin, September 02, 2013
Sawah Abadi Di Kota Bandung, Perlukah ?
Oleh : Atep Afia
Hidayat - Kota Bandung merupakan
kota terbesar ketiga di Indonesia, yaitu setelah Jakarta dan Surabaya. Kota ini
memiliki luas areal 168,23 km2 dengan jumlah penduduk 2,4 juta jiwa (tahun
2011), sehingga memiliki tingkat kepadatan penduduk 14.491 jiwa/km2, merupakan
kawasan terpadat di Jawa Barat. Salah satu persoalan yang dihadapi Kota Bandung
ialah keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH), karena hampir setiap hari ada
saja ruang terbuka yang bermetamorfosa menjadi ruang terbangun, baik untuk
perumahan maupun fasilitas perkotaan. Sebagian besar ruang terbuka yang berubah
tersebut ialah areal pesawahan.
Minggu, September 01, 2013
Perkebunan BUMN Di Pangalengan
Oleh : Atep Afia Hidayat - Kecamatan Pangalengan terletak 48
km sebelah selatan Kota Bandung, Jawa Barat. Merupakan salah satu kecamatan di
Kabupaten Bandung yang terletak pada ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas
permukaan laut (dpl), meliputi 13 desa yang dihuni oleh sekitar 130 ribu
penduduk, tersebar pada areal seluas 273 km2 (tepatnya 27.295 Ha). Pangalengan
merupakan kecamatan yang paling luas di Kabupaten Bandung memiliki panorama
alam yang indah dan berhawa sejuk. Tak heran jika sejak abad ke 19 sudah banyak didatangi pebisnis dan peneliti asal
Belanda, dengan tujuan untuk membuka perkebunan teh dan kina.
Pemekaran Kabupaten Cirebon dan Indramayu
Oleh : Atep Afia Hidayat - Pemekaran Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu terkait
dengan isu pembentukan Provinsi Cirebon.
Pemekaran Kabupaten Bandung, Garut dan Tasikmalaya
Oleh : Atep Afia Hidayat - Kabupaten Bandung sebenarnya sudah mengalami pemekaran pada
tahun 2007 lalu, yaitu dengan terbentuknya Kabupaten Bandung Barat. Namun
setelah dikurangi luas wilayah 1.278 km2 dan 1,5 juta penduduk serta 16
kecamatan, ternyata Kabupaten Bandung sebagai kabupaten induk masih memiliki
luas wilayah 1.757 km2,dan lebih dari 3,2 juta penduduk serta 31 kecamatan.
Pemekaran Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi
Oleh : Atep Afia Hidayat - Pemekaran Kabupaten Bogor sangat mendesak, mengingat daerah
ini sudah dihuni oleh 4,9 juta jiwa, atau lebih dari 11 persen penduduk Jawa
Barat, dengan luas wilayah hampir 3.000 km2. Dengan kondisi seperti ini jelas
rentang kendali pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi kurang
optimal.
Pemekaran Provinsi Jawa Barat
Oleh : Atep Afia Hidayat - Provinsi Jawa Barat memiliki luas wilayah 37.117 km2 dengan
jumlah penduduk pada tahun 2011 mencapai
43,8 juta jiwa, sehingga kepadatan penduduk mencapai 1.235 jiwa per km2. Secara administratif Jawa
Barat terbagi menjadi 18 kabupaten dan 9 kota.
Kamis, Agustus 29, 2013
Peluang Jokowi Menjadi RI 1
Oleh : Atep Afia
Hidayat - Posisi saat ini Jokowi
adalah Gubernur Provinsi DKI Jaya terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada) tahun 2012. Sedangkan status Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah
Presiden Republik Indonesia terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009. SBY secara konstitusi
harus mengkahiri masa jabatannya tahun 2014 dan tidak boleh mencalonkan diri
lagi, sebab terbatas hanya dua periode. Nah, apakah selepas SBY lengser lantas
Jokowi bisa naik “tahta”, atau pindah kantor dari Balai Kota ke Istana Negara
Jakarta. Peluangnya cuku besar, alasannya populeritas Jokowi makin menanjak,
dukungan Parpol cenderung makin menguat,
dan yang terpenting mayoritas rakyat makin terpikat dengan sepak terjangnya.
Pendidikan Tinggi Di Yogyakarta Tidak Merata
Oleh : Atep Afia Hidayat - Yogyakarta sudah sejak lama dikenal sebagai kota
budaya dan pendidikan. Kota yang menjadi pusat kebudayaan Jawa terbesar di
Indonesia tersebut menjadi tujuan anak-anak muda dari berbagai daerah di
indonesia untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi. Begitu pula minat
lulusan SLTA yang ada di Yogyakarta untuk meneruskan kuliah di salah satu PTN
atau PTS termasuk yang paling tinggi di Indonesia. Luar biasa pencapaian Provinsi Daerah Istimewa (DI)
Yogyakarta dalam bidang pendidikan.
Tingkat Partisipasi Kuliah Di Jawa Barat Paling Rendah
Oleh
: Atep Afia Hidayat - Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, Bogor dan Depok
memang memiliki beberapa perguruan tinggi yang termasuk kelompok terbaik di
Indonesia, seperti ITB, UI, IPB dan Unpad. Berbondong-bondong calon mahasiswa
dari Jawa Barat, provinsi lain bahkan dari negara tetangga mendaftar di
perguruan tinggi tersebut. Namun ternyata dalam tingkat partisipasi masyarakat
Jawa Barat untuk kuliah di perguruan tinggi
tergolong yang paling rendah di Indonesia.
Senin, Agustus 26, 2013
Daftar Link Pemrov, Pemkab dan Pemkot
otda.kemendagri.go.id
id.wikipedia.org
KangAtepAfia.com - Sampai dengan 15 April 2013 di Indonesia terdapat 538 daerah otonomi yang meliputi 34 provinsi, 411 kabupaten dan 93 kota. Bagaimana caranya supaya daerah sebanyak itu bisa dijelajahi, sehingga bisa diketahui karakter dan keunikannya masing-masing. Setiap daerah tentu saja memiliki daya tarik tersendiri dan perbedaan dalam beberapa faktor tertentu. Adanya keinginan untuk memisahkan diri dari daerah induk tidak lain karena adanya keberagaman. Namun bagaimanapun semua tetap dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Bagaimana kondisi setiap daerah otonomi tersebut, gambarannya dapat diperoleh melalui situs web resmi yang dimilikinya :
id.wikipedia.org
KangAtepAfia.com - Sampai dengan 15 April 2013 di Indonesia terdapat 538 daerah otonomi yang meliputi 34 provinsi, 411 kabupaten dan 93 kota. Bagaimana caranya supaya daerah sebanyak itu bisa dijelajahi, sehingga bisa diketahui karakter dan keunikannya masing-masing. Setiap daerah tentu saja memiliki daya tarik tersendiri dan perbedaan dalam beberapa faktor tertentu. Adanya keinginan untuk memisahkan diri dari daerah induk tidak lain karena adanya keberagaman. Namun bagaimanapun semua tetap dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Bagaimana kondisi setiap daerah otonomi tersebut, gambarannya dapat diperoleh melalui situs web resmi yang dimilikinya :
Langganan:
Komentar (Atom)











