Selasa, April 23, 2013

Petani dan Agroindustri

Oleh : Atep Afia Hidayat – Sebenarnya titik berat pembangunan sektor pertanian ialah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Petani dan usaha taninya memang memperoleh perhatian yang serius, hal itu karena petani dan keluarganya merupakan mayoritas penduduk, dan posisi Indonesia masih berstatus sebagai negara agraris.

Petani dan Agribisnis

Oleh : Atep Afia Hidayat Bagi sebagian petani agribisnis masih merupakan istilah asing, padahal petani itu sendiri sebenarnya merupakan bagian dari sistem agribisnis, petani dengan usaha taninya berada di sektor primer. Hal tersebut sejalan dengan pendapat David Downey dan Steven P. Erickson, pakar ekonomi pertanian dari Amerika Serikat, yang membagi agribisnis ke dalam lima sektor, yaitu :

Konglomerat dan Investasi SDM


Oleh : Atep Afia Hidayat  - Awal Desember 2010,  Forbes Indonesia mengungkapkan, bahwa 16 dari 40 konglomerat asal Indonesia berkiprah dalam bisnis batu bara dan kelapa sawit. Sumber kekayaan konglomerat lainnya berasal dari bisnis yang sudah digeluti bertahun-tahun sebelumnya, seperti farmasi, rokok, dan lain-lain. Dua konglomerat terkaya di Indonesia ternyata kakak beradik R. Budi dan Michael Hartono.

Koperasi Vs Konglomerasi


Oleh : Atep Afia Hidayat - Konsepsi demokrasi bagi negara kita adalah demokrasi sosial, yang meliputi demokrasi politik dan ekonomi. Demokrasi politik sudah berdiri tegak di negara kita, terutama sejak terjadinya people’s power pada tahun 1966 dan diperkokoh melalui reformasi tahun 1998.

Memperkuat Jaringan Kerja Koperasi


Oleh : Atep Afia Hidayat - Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM (posisi 30 Desember 2010), jumlah koperasi di Indonesia mencapai 177.482, sebanyak 52.627 dalam kondisi tidak aktif. Jumlah anggota koperasi mencapai hampir 30,5 juta orang, dengan volume usaha mencapai 72,822 triliun rupiah, menyerap hampir 359 ribu manajer dan karyawan.

Pertanian Harus Berorientasi Pasar

Oleh : Atep Afia Hidayat – Petani adalah pengusaha, terlepas di kelas mana berada. Ada petani gurem, menengah dan ada pula petani berdasi. Bagi petani menengah dan petani berdasi, apa yag diusahakannya selalu berorientasi pasar, komoditi apa yang saat ini sedang laku dan harganya bagus.

Metamorfosa Pertanian Ke Agribisnis

Oleh : Atep Afia HidayatSelama ini Indonesia dikenal sebagai negara agraris, terutama karena sebagian besar penduduknya masih mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian. Melalui tahapan pembangunan wajah agraris itu berangsur-angsur dipoles industrialisasi.

Nasib Pengusaha Kecil

Oleh : Atep Afia Hidayat – Globalisasi  telah merambah semua segi kehidupan, terlebih dalam bidang ekonomi. Sebenarnya globalisasi perekonomian sudah muncul sejak berabad-abad yang lampau, terutama dengan mulai ditemukannya berbagai alat transportasi.
Sudah sejak lama suku-suku di Indonesia, Philipina, Thailand, Cina, Vietnam, Kepulauan Pasifik Selatan, India, Arab, Iran (Persia), bahkan hingga ke Mandagaskar, saling berinteraksi dalam perdagangan. 

Persaingan Ekonomi dan Budaya Profesionalisme


Oleh : Atep Afia Hidayat - - Di antara sistem perekonomian yang diterapkan setiap negara kini terjadi pembauran. Menyatunya berbagai sistem tersebut menunjukkan bahwa proses globalisai tengah berlangsung. Kenyataannya terjadi akselerasi dalam proses tersebut, terutama karena kemajuan teknologi informasi dan transportasi.

Menjadi Negara Agribisnis Terbesar


Oleh : Atep Afia HidayatSebenarnya pemerintah kolonial Belanda dimasanya sempat memperkenalkan sistem agribisnis modern, yaitu dengan membangun perkebunan lengkap dengan pabrik pengolahan hasilnya. Perkebunan karet, teh, tebu dan tembakau yang terbesar di Sumatera Utara, Jawa barat dan Jawa Timur, sudah sejak lama memadukan unsur produksi dan pengolahan hingga komoditi yang diekspor berbentuk bahan jadi atau setengah jadi. Namun ternyata masih ada kendala yang dihadapi, yaitu segi pemasaran yang seringkali kurang menentu.

Mengembangkan SDM Pertanian

Oleh : Atep Afia HidayatPetani adalah aktor-aktor bidang pertanian. Kalau prinsip industri mau diterapkan, petani sebagai SDM bidang pertanian harus mampu memahaminya. Lantas apakah kapasitasnya memadai, bagaimanapun untuk mengintroduksi prinsip-prinsip industri diperlukan kapasitas pengetahuan, kompetensi teknis dan inner force dalam dirinya.

Perusahaan Indonesia dan Daya Saingnya

Oleh : Atep Afia Hidayat - Di Indonesia sejak beberapa dekade yang lalu telah hadir beberapa perusahaan raksasa yang beraset puluhan trilyunan rupiah, dan asetnya itu terus menggelembung hingga muncul sebagai “super konglomerat’. Untuk sektor usaha yang sejenis di dalam negeri nyaris tanpa pesaing sehingga gerak usahanya selalu di atas angin.