Oleh : Atep Afia Hidayat – Pemilihan
Umum (Pemilu) 2014 memang relatif masih lama, namun para politisi jauh-jauh
hari sudah membuat prediksi dan strategi yang akan dijalankannya. Bagi politisi
yang sudah mendapat kursi empuk di parlemen atau kabiner, tentu muncul
keinginan untuk meraih kembali kursi empuk tersebut.
Minggu, April 28, 2013
Pesona Parpol dan Republik Impian
Oleh : Atep Afia Hidayat – Beberapa
tahun yang lalu istilah tebar pesona sempat naik ke permukaan, dipopulerkan
oleh seorang politisi terkemuka negeri ini terhadap politisi lainnya.
Sebenarnya seorang politisi menebar pesona sangat wajar, bagaimana bisa dipilih
oleh rakyat seandainya tidak punya pesona. Ada politisi tebar pesona, ada juga
partai politik (Parpol) penuh pesona. Dalam kiprah institusinya yang dikejar
adalah bagaimana supaya tampil penuh pesona, kapanpun dan di manapun.
Situs Web Anggota Dewan
Oleh : Atep Afia Hidayat – Sudahlah
nggak usah berlebihan (lebay) dalam menanggapi cerita, kisah atau kasus apapun
yang bersumber dari perilaku dan aksi para anggota dewan yang terhormat. Toh
mereka dipilih oleh rakyat, ada yang satu orang mewakili puluhan ribu, bahkan
ratusan ribu rakyat. Lebih dari seratus juta rakyat punya hak pilih atau suara,
lantas disuarakan dalam Pemilu, dan merekalah perwujudan dari suara rakyat itu.
Wakil Rakyat Di Dunia Maya
Oleh : Atep Afia Hidayat – Sebagai
dampak kemajuan teknologi informasi, saat ini interaksi di antara setiap orang
semakin intensif saja. Selama 24 jam penuh bisa tersambung dan ketika sedang
berada di manapun. Teknologi informasi pun menyebabkan terbentuknya dunia maya,
kita bisa berbicara langsung dengan siapapun, di manapun dan kapanpun. Tinggal
pilih alat atau gadget yang tersedia. Keberadaan internet dan televise
menyebabkan titik-titik di dunia menjadi saling berdekatan, posisi setiap orang
pun menjadi nyaris “tanpa jarak”.
Peran Pemuda dalam Pemilu 2014
Oleh : Atep Afia Hidayat – Pemilihan
Umum 2014 masih sekitar tiga tahun lagi, namun hingar bingarnya mulai terasa.
Beberapa Partai Politik (Parpol) baru didirikan, mulai dari Partai Nasional
Demokrat (Nasdem), Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI) dan sebagainya. Parpol
baru akan bersaing dengan Parpol lama untuk memperebutkan dukungan masyarakat,
termasuk di dalamnya kelompok pemuda.
Antara Demo, Batu dan Peluru
Oleh : Atep Afia Hidayat - Penggunaan
peluru dalam mengendalikan aksi demontrasi sering terjadi. Lantas kenapa peluru
harus “bicara” dalam aksi demontrasi. Kalau dirunut saat peristiwa demonstrasi
terjadi, ternyata peluru “menyahut” karena batu juga “bicara”. Ada demonstran
yang melempar batu dan benda-benda keras lainnya, selain dibalas dengan
tembakan peluru hampa, ternyata peluru tajam pun ada yang turut serta.
Demo dan Kepentingan Rakyat
Oleh : Atep Afia Hidayat - Pasca era reformasi tahun 1998 aksi demontrasi (demo) sering mewarnai pemandangan di berbagai kota Indonesia, tidak saja di kota
besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makasar, di kota-kota kecil pun demo
terjadi. Motornya ialah mahasiswa aktivis kampus, kalangan LSM dan buruh.
Topiknya beragam dan belakangan yang paling sering ialah mengkritisi kinerja pemerintahan SBY-Budiono.
Manajemen Konflik dalam Bernegara
Oleh : Atep Afia Hidayat - Konflik
selalu mewarnai arena kehidupan, dari konflik-konflik yang sangat kecil sampai
konflik yang sangat besar. Konflik terjadi akibat perbedaan persepsi, berlainan
pendapat dan karena ketidak-samaan kepentingan. Konflik ada yang bisa
diselesaikan secara tuntas, ada yang setengah tuntas, ada juga yang
berlarut-larut tanpa solusi.
Jelang Pilpres 2014
Oleh : Atep Afia Hidayat - Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan
mengakhiri jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014,
ternyata memasuki pertengahan 2013 ini sudah banyak tokoh dan politikus nasional yang sudah
ge-er (gede rasa) untuk segera menggantikannya. Berbagai survey calon presiden
(Capres) pun digelar, dengan hasil yang sangat beragam. Beberapa nama Capres
muncul ke permukaan, berbagai sikap dan pendapat pun bermunculan. Lantas, siapa
bakal pengganti SBY ?
Membesarkan dan Menguatkan Indonesia
Oleh : Atep Afia Hidayat – Tak
dapat dipungkiri, bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang paling majemuk
namun satu tujuan dan satu cita-cita. Salah satu hak suatu bangsa yaitu
kemerdekaan, telah berhasil diraih dengan susah payah sekitar 68 tahun yang
lalu. Jadi tahun 2013 ini, Bangsa
Indonesia memasuki 68 tahun penampilannya sebagai bangsa yang merdeka dan
berdaulat. Jika dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya yang telah mengenyam
kemerdekaan ratusan tahun, maka Bangsa Indonesia masih relatif muda. Bangsa
Amerika Serikat misalnya, saat ini sudah berusia 237 tahun.
Dibutuhkan Pemerintahan yang Kuat
Oleh : Atep Afia Hidayat – Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa
Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya. Merdeka artinya lepas dari segala
campur tangan dan penindasan bangsa lain, juga merupaka pernyataan “siap
berdiri sendiri”, atau “siap mengurusi diri sendiri”. Sebuah ungkapan yang
menunjukkan kesiapan untuk menjadi dewasa dan mandiri menjadi sebuah bangsa.
Bangsa Indonesia Belum Mandiri
Oleh : Atep Afia Hidayat – Memasuki usia kemerdekaan ke 66, ternyata bangsa Indonesia belum mandiri.
Dalam berbagai aspek masih tergantung pada bantuan bangsa lain. Posisi bangsa
yang belum mandiri terutama disebabkan oleh kondisi pemerintahan yang belum
kuat, serta adanya kelangkaan negarawan. Hanya bangsa yang mandirilah yang bisa
tampil dalam kancah pergaulan internasional dengan posisi terhormat.
Langganan:
Komentar (Atom)