Sabtu, April 27, 2013

Arena Kehidupan Di Antara "Rem" dan "Gas"

Oleh : Atep Afia Hidayat - Dalam berkendaraan, baik sepeda motor atau mobil, ada kalanya kita harus "nge-gas" ada kalanya harus "nge-rem". Dua-duanya diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi. Jika jalan kosong melompong, maka tancap gas sampai batas tertentu. Sebaliknya, rem diperlukan saat situasi darurat. Jika tidak diambil langkah "nge-rem" akan membahayakan pihak internal dan eksternal.

Cadangan Migas Makin Terbatas


Oleh : Atep Afia Hidayat - Tak ada pilihan lain, upaya diversifikasi sumberdaya energi harus dilakukan sedini mungkin. Hal tersebut mengingat deposit minyak dan gas (migas) yang makin mendekati titik kritisnya. Untuk saat ini deposit migas di negara kita memang masih cukup banyak, namun berdasarkan kalkulasi hanya cukup untuk jangka waktu 10 hingga 15 tahun mendatang. Kondisi dimana migas akan lenyap dari wilayah tanah air kita, memang benar-benar akan terjadi, karena pada dasarnya sumberdaya energi migas itu tidak bias diperbaharui (irenewable).

Anatomi Korupsi


Oleh : Atep Afia Hidayat - Seorang menteri kabinet berkata : “Bila saya ke luar negeri, saya merasa malu karena setiap orang tahu tentang korupsi di negeri ini”. Karenanya ia berjanji akan melakukan segala sesutau sesuai dengan wewenangnya untuk menumpas korupsi, atau mengundurkan diri jika ia gagal. - Tak usah kaget ini di Thailand. (Dikutip dari  Suara Pembaharuan,  30 Mei 1990)

Menuju Banten Berbasis Internet

Oleh : Atep Afia Hidayat - Suatu saat, setahun, dua tahun atau beberapa tahun lagi, seluruh desa di Propinsi Banten sudah tergabung dalam suatu jaringan komunikasi, khususnya internet. Bahkan bisa saja Desa Bangkonol di Lebak Selatan sudah memiliki situs internet www.bangkonol.go.id, begitu pula Desa Barengkok dengan www.barengkok.go.id. Dengan keberadaan kedua situs tersebut, potensi kedua desa bisa diketahui oleh siapapun dan di negara manapun, dan investor atau wisatawan manca negara berdatangan.

Potensi Wisata Banten

Oleh : Atep Afia Hidayat - Bayangkan, dalam setiap tahunnya ada 1,3 milyar orang yang berlalulalang, berwisata ke manca negara. Berapa orang yang singgah di Indonesia? Data dari Organisasi Pariwisata Dunia mengungkapkan, hanya 4 juta orang, atau hanya sekitar 0,3 persen dari seluruh wisatawan manca negara (wisman) yang datang ke Indonesia. Sementara Malaysia dikunjungi 14,7 juta orang (1,1 persen) dan Thailand 15 juta orang (1,2 persen). Lantas, berapa orang wisman tersebut yang berkunjung ke Provinsi Banten ?

Empat Belas Daerah Di Banten

Oleh : Atep Afia Hidayat – Pembentukan daerah otonomi baru atau pemekaran wilayah yang menjadi aspirasi atau obsesi sebagian masyarakat, sampai saat ini masih menjadi topik menarik untuk dikaji lebih lanjut. Beberapa kalangan merasa gerah dengan makin banyaknya jumlah rencana pemekaran wilayah, sehingga memberikan usulan kepada pemerintah pusat untuk mengevaluasi kembali urgensinya.

Potensi Kota Tangerang Selatan

Oleh : Atep Afia Hidayat - Kota Tangerang Selatan (Tangsel)dibentuk dengan dasar hukum UU No. 32/2007, tanggal 29 Oktober 2008, meliputi Kecamatan Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu. Sebelah timur berbatasan dengan Kota Jakarta Selatan (DKI Jaya) dan Kota Depok (Jawa Barat), sebelah selatan berbatasan dengan Kota Depok dan Kabupaten Bogor (Jawa Barat), sebelah utara berbatasan dengan Kota Tangerang, dan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tangerang. Kota Tangerang Selatan meliputi luas wilayah 210,49 km2 dengan jumlah penduduk mencapai 966 ribu, dengan kepadatan penduduk mencapai 4.589 jiwa per km2.

Kabupaten dan Kota Serang

Oleh : Atep Afia Hidayat - Sudah sepantasnya Kota Serang terbentuk, mengingat kedudukannya sebagai Ibu Kota Propinsi Banten dan perkembangan perkotaan di Kecamatan Serang dan sekitarnya yang memerlukan pengelolaan administrasi pemerintahan secara khusus.

Memindahkan Ibukota dari Jakarta

Oleh : Atep Afia Hidayat -  Wacana pemindahan Jakarta sebagai ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin menguat. Berbagai usulan pun berdatangan, mulai dari pemindahan ke Jonggol (Bogor, Jabar), Natar (Lampung), Medan (Sumut), Pekanbaru (Riau), Batam (Kepri), Balikpapan (Kaltim), Palangkaraya (Kalteng), bahkan Makassar (Sulawesi Selatan). Terlepas dari daerah mana yang akan terpilih, yang jelas Jakarta sudah tidak layak lagi sebagai ibu kota negara dan kota internasional.

Bisnis Sukes dengan Ide Cemerlang

Judul : Penjadi Pengusaha, Mengubah Ide Cemerlang Menjadi Bisnis yang Besar dan Menguntungkan -
Judul Asli : Turn Your Good Idea Into a Great Business -
Penulis : Mike Southon & Chris West -
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama –
Resensi Oleh : Atep Afia Hidayat -

Menjadi pengusaha, mengubah ide cemerlang menjadi bisnis yang besar dan menguntungkan. Pada dasarnya sebua bisnis besar bermula dari ide cemerlang. Dan ide cemerlang itu bisa muncul dari siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Persoalannya, bisakah ide cemerlang itu diwujudkan menjadi bisnis, menjadi usaha yang sangat menguntungkan.

Efek Bius Facebook

Oleh : Atep Afia Hidayat - Efek bius artinya efek yang membuat diri seseorang tidak sadar, sebagaimana obat bius yang digunakan dalam praktek medis, misalnya saat mau dioperasi. Ya, situs jejaring sosial Facebook atau yang lebih keren dengan sebutan FB, memiliki efek bius yang luar biasa. Bisa menyebabkan seseorang terbang dari dunia nyata, masuk, hanyut dan tenggelam di dunia maya.

Nonton Teve Satu atau Dua Jam Saja

Oleh : Atep Afia Hidayat - Makin menarik, makin interaktif, makin menyita waktu. Sajian di layar televisi, monitor komputer atau laptop, makin membuat banyak orang lupa waktu dan lupa diri. Serasa terintegrasi dengan dunia maya, seperti nyebur dalam kolam fantasi, bisa berjam-jam, bahkan sehari penuh. Pernah dikabarkan ada seorang pria pengunjung warnet yang meninggal, setelah online tiga non stop. Melalui kecanggihan teknologi informasi, dunia maya makin menantang untuk ditelusuri, lebih dalam dan lebih dalam lagi, sampai akhirnya terlena.