Oleh : Atep Afia Hidayat - Sebuah partai politik yang
masih eksis menggelar kongres luar biasa beberapa hari yang lalu di Bali.
Hasilnya mudah ditebak, terbentuk kepengurusan Parpol yang merangkap jabatan dengan
tugas kenegaraan. Tidak tanggung-tanggung ada yang merangkap jabatan presiden
dan menteri. Bukan fenomena baru dan sama sekali tidak menarik, namun betapa
mengenaskan. Apa sulitnya mencari figur atau tokoh tertentu untuk ditempatkan
dalam kepengurusan Parpol.
Selasa, April 23, 2013
Daya Saing Produk Dalam Negeri
Oleh : Atep Afia Hidayat -
Belakangan ini persoalan mutu dan produktivitas banyak disoroti, terlebih
dengan munculnya globalisais ekonomi yang menuntut daya saing yang tinggi dari
aneka produk. Mau tidak mau sektor bisnis dalam negeri pun harus berpartisipasi
dalam globalisasi. Memang tak ada apilihan lain, globalisasi seolah
“melarutkan” berbagai hal, menyatukan beragam sistem bisnis setiap negara.
Perbankan dan Dunia Usaha
Oleh : Atep Afia Hidayat - Ketergantungan dunia usaha (sector riil) terhadap sektor
perbankan tampaknya semakin tinggi. Usaha apapun, baik dalam bidang industri,
perdagangan, jasa, konstruksi, pertambangan, pertanian, dan sebagainya amat
tergantung pada pembiayaan dari bank.
Bisnis Makin Mengglobal
Oleh : Atep Afia Hidayat - Bisnis makin merambah segala bidang. Segala sesuatu seolah
bisa dibisniskan, dicari nilai
tambahnya, baik dalam wujud barang atau jasa. Iklim bisnis makin memanas,
mencuat ke permukaan dengan makin melibatkan banyak orang.
Dunia Usaha yang Kompetitif dan Efisien
Oleh : Atep Afia Hidayat - Dunia
usaha yang kompetitif dan efisien, itulah yang diperlukan dalam mengantisipasi
era globalisasi perekonomian. Lantas, sudahkah dunia usaha nasional memiliki
ciri-ciri kompetitif dan efisien? Jawabannya tentu saja bisa berupa
angka-angka, antara lain angka perndapatan per kapita penduduk, jumlah jam
kerja, nilai ekspor nonmigas plus migas, besarnya upah minimum, dan sebagainya.
Etika Bisnis dan Tanggungjawab Sosial
Oleh
: Atep Afia Hidayat - - Begitu cepatnya perkembangan yang terjadi dalam dunia bisnis, hingga secara
akumulasi mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Tetapi, ternyata aspek
pertumbuhan itu kurang diimbangi dengan pemertaan, maka terjadilah kasus
kesenjangan sosial dan ekonomi. Kesenjangan makin melebar jika upaya kearah
pemerataan tidak dijalankan secara intensif.
Pengembangan Teknologi Pertanian
Oleh : Atep Afia Hidayat - Memasyarakatkan teknologi pertanian berarti mengupayakan
pengembangan dan penerapan teknologi baru dibidang pertanian khususnya dengan
sasaran masyarakat tani. Namun memasyarakatkan teknologi pertanian juga berarti
menggalakan penemuan atau inovasi bidang teknologi pertanian dikalangan sivitas
akademika pertanian, atau masyarakat kampus pertanian.
Pengembangan Bioteknologi Pertanian
Oleh : Atep
Afia Hidayat – Untuk memperkuat perekonomian Indonesia sehingga mandiri dan
andal, sebenarnya harus terlebih dahulu
memperkuat sector pertanian. Untuk mencapai posisi tangguh tersebut antara lain
perlu didukung oleh pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek)
seoptimal mungkin. Dengan dukungan Iptek maka nilai tambah yang diperoleh
sektor pertanian dapat meningkat.
Memasyarakatkan Teknologi Pertanian
Oleh : Atep Afia
Hidayat – Indonesia tidak bisa
begitu saja melupakan pertanian, bagaimanapun sektor agraris tetap saja menjadi
sektor paling penting. Pembangunan
pertanian harus berlanjut, sebagaimana ditempuh negara tetangga Thailand dan
Vietnam. Usaha penelitian dan pengembangan teknologi pertanian yang sesuai
dengan kebutuhan petani perlu dilanjutkan dan ditingkatkan.
Keberadaan Buah Lokal
Oleh : Atep Afia Hidayat - Sebelumnya kita membahas pengertian buah
lokal, apakah itu ? Buah lokal meliputi dua macam, yang pertama adalah buah
yang varietas tanamannya asli Indonesia dan ditanam petani di Indonesia; yang kedua ialah buah yang
varietas tanamannya dari negara lain namun ditanam petani di Indonesia. Dengan
demikian, buah lokal itu buah yang dihasilkan petani Indonesia terlepas dari
mana asal varietasnya.
Wajah Asli Pertanian Indonesia
Oleh : Atep Afia Hidayat – Pertanian tempo doeloe adalah pertanian tradisional yang bersifat boros lahan,
energi dan sumberdaya manusia (SDM). Bagaimana tidak, usaha tani yang dilakukan
hanya menghasilkan tingkat produksi yang rendah dengan kualitas panen yang
kurang baik, serta nilai tambah yang diperoleh sangat minim.
Sawah Digusur Petani Menganggur
Oleh : Atep Afia Hidayat – Dilihat dari aspek kuantitas petani dan keluarganya masih
merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Sedangkan bagian terbesar dari seluruh
petani tersebut ialah petani yang mengelola sawah, menanam padi, atau
bermata-pencaharian dari usaha tani padi sawah. Menyangkut segi kuantitatif
yang makin menyusut memang tak dapat dipungkiri, salah satu alasan kenapa petani meninggalkan sawahnya
hingga jumlahnya makin menyusut, ialah karena
tekanan terhadap lahan.
Langganan:
Komentar (Atom)
