.

Oct 7, 2014

Gemar Berikhtiar

Oleh : Atep Afia Hidayat - Menjalani sekian banyak episode kehidupan jelas tidak cukup hanya dengan berpangku tangan, menunggu keajaiban datang secara bertubi-tubi. Arena kehidupan harus dijalani dengan ikhtiar demi ikhtiar yang nyaris tiada berhenti. Ya, salah satu kunci sukses dalam menjalani kehidupan ialah gemar berikhtiar.

Arena kehidupan memang semakin terjal dengan atmosfer yang makin memanas, dengan kata lain bahwa hidup menjadi semakin banyak tantangan, dengan tingkat kompetisi yang makin ketat. Sulit dibayangkan bagaimana jadinya jika malas berikhtiar atau hanya berikhtiar ala kadarnya. Latas bagaimana kondisi kehidupan hari esok, jika dari hari ini tidak mulai “menabung”. Ya, segala bentuk ikhtiar itu ada yang dinikmati secara langsung ada pula yang ditabung untuk kehidupan esok dan kelak.

Seorang manusia lanjut usia tertatih-tatih menjajakan dagangan berupa mainan anak-anak dengan harga yang tak seberapa. Dari raut mukanya ia tampak sangat lelah, bahkan mungkin sudah mencapai tingkat kelelahan yang ekstrim. Sebenarnya ia menginginkan istirahat, namun tuntutan kehidupan memaksanya harus tetap berikhtiar, untuk mencari sesuap nasi. Pak tua terus berjuang selagi ada sisa-sisa tenaganya dan kesadarannya masih normal. Meskipun agak sempoyongan ia tetap menawarkan dagangannya kepada siapapun yang lewat dihadapannya.

Ada dua pelajaran yang dapat diperoleh dari kisah pak tua yang berjualan maenan anak-anak tersebut. Pertama, pak tua memang gemar berikhtiar hingga sampai masa tuanya pun taka ada kata untuk pension atau sekedar beristirahat. Bagi pak tua hidup harus dijalani dengan sehidup-hidupnya, tidak bisa hanya duduk dan termenung menghabiskan waktu yang tersisa.

Kedua, pak tua memang terlambat menyadari bahwa kehidupan harus diisi dengan ikhtiar, sehingga masa mudanya dihabiskan untuk bersantai atau berikhtiar namun tidak fokus dan tidak produktif. Banyak contoh kasus orang-orang yang berikhtiar namun tidak membawa hasil, hanya kelelahan yang didapat dan membuang-buang waktu saja.

Kehidupan terus berlangsung tanpa jeda sesaat pun, tentu saja sampai ujung waktu yang telah ditentukan. Allah SWT, Tuhan pencipta segenap manusia, mahluk lain dan alam semesta secara pasti telah menentukan kapan episode kehidupan seseorang akan berakhir dan tidak bisa diperpanjang. Kalau sudah datang detik “D”, menit “M”, jam “J”, hari “H”, bulan “B” dan tahun “T”, maka tidak bisa ditawar-tawar lagi, perjalanan hidup seseorang pasti akan berakhir.

Sekali lagi gemar berikhtiar merupakan kata kunci untuk meraih sukses kehidupan di dunia dan di alam berikutnya. Tentu saja ikhtiar yang mengacu pada segala ketentuanNya. Allah SWT menciptakan hardware dan software semua manusia, mahluk hidup maupun mahluk lainnya. Untuk manusia dalam menjalani kehidupannya tentu disediakan tatacara mulai dari A,B,C sampai Z. Nah, gemar berikhtiar namun dengan ikhtiar yang sesuai dengan ketentuanNya. (Tangerang, 7 Oktober 2014).

15 comments:

  1. jika ingin sukses dan meraih hasil yang maksimal memang tidak hanya dengan kerja keras saja namun dengan banyak ikhtiar memohon kepada yang diatas agar dapat diberi kemudahan,sangat ironis sekali terkadang melihat orang yang sangat kerja keras banting tulang seharian,namun meninggalkan ibadah tidak menjalankan apa yang tuhan perintahkan padahal kehipan ini masih akan berlajut tidak hanya berhenti didunia saja dan akan di pertanggung jawabkan pada akir zaman.dalam kerja keras untuk kehidupan sehari hari memang harus di sertai rasa syukur agar diberi kemudahan dalam hidupnya.

    ReplyDelete
  2. Dari cerita tersebut kita dapat memetik pelajaran bahwa bukan hanya rajin bekerja dan usaha yang keras untuk menjalani beratnya kehidupan namun kita juga harus selalu berikhtiar dan bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan..

    ReplyDelete
  3. bahwasanya kita manusia hanya bisa berusaha dan berdoa dan hasilnya allah SWT yng menentukan,disetiap usaha dan doa pasti ada hasilnya

    ReplyDelete
  4. setelah membaca artikle dia tas tentunya kita sebagai anak dewasa jangan lah bernalas-malasan dalam menjalani kehidupan, kakek tua saja masih memiliki juang menjalani sisa hidupnya untuk terus beriktiar dan bekerja keras, itu harus menjadi motivasi tersendiri bagi kita sebagai penerus bangsa untuk selalu bekerja keras dan berikhtiar..

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum....

    Ini adalah pembelajaran yang sangat berharga buat kita semua khususnya bagi anak muda Indonesia,sukses itu butuh perjuangan,sukses itu tidak mudah ,sukses itu butuh air mata dan keringat kita sendiri dalam arti butuh usaha/ikhtiar,doa yang kita panjatkan setiap harinya.Jalan kehidupan tidak selamanya lurus terkadang berbelok-belok didepan masih banyak krikil2 kecil yang siap menggelincirkanmu dan semua itu tergantung diri kita sendiri ,dalam artikel ini memberikan pembelajaran bahwa menabung itu dari sedini mungkin(sekarang )bukan hari esok atau nanti serta ikhtiar itu tidak memandang usia

    ReplyDelete
  7. Betapa banyak kita menyaksikan, orang yang siang dan malamnya selalu sibuk bekerja, sehingga tidak sempat sholat berjama’ah, tidak sempat membaca al-Qur’an, dan tidak sempat silaturrahim. Jadi, mari kita ikhtiar mencari rizki dengan semangat iman. Jika kita hidup dalam kekurangan harta, tapi memiliki kekuatan ilmu, kesabaran, keluarga yang iman dan taat beribadah, syukurilah. Itu adalah rizki yang dahsyat. Jika semua itu kita miliki dan harta juga berlebih, maka syukurilah dengan bersegera menebarkan bagi yang membutuhkan. Tauladanilah Siti Khadijah, Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Agar kekayaan berupa materi itu semakin melapangkan jalan untuk menjadi hamba yang mendapat ridha Ilahi

    ReplyDelete
  8. ini akan menjadikan pembelajaran bagi kita semua seorang kakek yang udah lansia masih aja berihtiar mencari nafkah gimana dengan kita yang masih muda harussnya kita lebih semangat berikhtiar dalam melihat hari esok bukan???msak kita kalah dengan kakek yang lansia itu???

    ReplyDelete
  9. Assalamualaikum wr wb

    Benar - benar suatu pelajaran bagi kita sebagai seorang umat muslim yang seharusnya selalu menghargai setiap waktu yang ada dengan selalu berikhtiar. karena kita sendiri yang akan membawa kemana kehidupan kelak kita nanti bermuara . mensyukuri setiap nafas yang telah tuhan berikan saat ini tentunya dengan mengisi setiap nafas tersebut dengan suatu kebaikan dengan cara yang baik pula . dan tidak lupa bahwa kita harus selalu membantu sesama . dengan adanya kisah bapak tua diatas , kita harus lebih berusaha lagi di saat ini , disaat kita masih muda agar selalu berusaha dalam hidup dan tentunya beriktiar dan jadikan suatu pelajaran bahwa kita mempunyai kedua orang tua yang seharusnya kita bahgiakan disaat tua, bukan menghabiskan sisa sisa waktunya dengan pekerjaan untuk menyambung hidup agar bisa makan .

    ReplyDelete
  10. berikhtiar adalah salah satu perbuatan yang terpuji didalam ajaran agama islam, dengan berikhtiar yakin bahwa Allah SWT akan memberikan pilihan yang terbaik bagi kita yg mau berusaha dan pantang menyerah.

    ReplyDelete
  11. Banyak hal yang kita ambil dari kisah hidup kake tua penjual mainan untuk menikmati masa muda dan masa tua kita kelak, jika kita melewati masa muda yang tidak produktif pastilah kelak masa tua yang akan terbaring lemah, seperti yang kita simak dari wacana di atas, menikmati masa tua itu bukan berarti harus diam saja di rumah, mengerjakan sesuatu yang kita tekuni itu jauh lebih baik, seperti contoh ibu Een Sukaesih mengabdikan dirinya menjadi guru bahkan saat lumpuh pun tak mengurung niatnya untuk mencerdaskan putra putri Indonesia hingga akhir menutup mata, itulah ikhtiar hidup yang mulia di dunia juga Alam lainya,,
    Meski ketampanan di makan usia namun janganlah membuat kita menjadi lemah,
    Tetap berusaha di iringi dengan ikhtiar yang sesungguhnya kepada ALLAH SWT..

    ReplyDelete
  12. Dalam meraih apa yang kita inginkan, kuncinya ada dua yaitu doa dan usaha yang tiada henti.

    ReplyDelete
  13. Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Sekarang ini banyak sekali generasi muda yang malas dan mudah sekali putus asa. Mereka cenderung mencari cara yang instan dan menghalalkan segala cara agar tujuan mereka cepat tercapai.
    Berbeda sekali dengan bapak yang dicontohkan di atas. Kita seharusnya lebih giat bekerja dan lebih gemar berikhtiar karena kita masih muda.

    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  14. Muhamnad Reza Wahyu.A.
    @A09

    Kita sebagai manusia harus selalu berikhtiar dan kita harus lebih giat untuk bekerja dan harus selalu bersyukur

    ReplyDelete
  15. Muhamnad Reza Wahyu.A.
    @A09

    Kita sebagai manusia harus selalu berikhtiar dan kita harus lebih giat untuk bekerja dan harus selalu bersyukur

    ReplyDelete