Pendahuluan
"Kita hidup di dunia yang disatukan oleh internet,
tetapi terancam oleh tombol nuklir."
Setelah runtuhnya Uni Soviet dan akhir Perang Dingin, banyak pihak percaya bahwa dunia telah menjauh dari bayang-bayang perang nuklir. Sayangnya, anggapan itu kini goyah. Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan bagaimana retorika politik, peningkatan anggaran militer, dan pengembangan senjata canggih kembali memunculkan momok yang sempat dianggap tertidur: perang nuklir.











