Selasa, Mei 21, 2013

Parpol Kalang Kabut

Oleh : Atep Afia Hidayat - Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 tinggal hitungan bulan, tak lama lagi memang. Geliat Pemilu 2014 sudah sangat terasa, bahkan cenderung menghangat menuju memanas. Ada beberapa lembaga yang menjadi bagian dari Pemilu, mulai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan tentu saja sang aktor utama Partai Politik (Parpol). Semua Parpol saat ini sedang kalang kabut alias riweuh dalam menyiapkan kemenangan dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Mereka yang Geer Jadi Capres 2014


Oleh : Atep Afia Hidayat - Pemilu 2014 akan berlangsung tahun depan, ranah publik di dunia nyata dan dunia maya sudah dipenuhi foto, poster, spanduk, video, film atau siarang langsung mereka yang geer (gede rasa) jadi calon presiden (Capres), tepatnya bakal calon presiden (Bacapres).

Kamis, Mei 16, 2013

Bakal Ada Mesjid Di Stadion Alianz Arena

Oleh : Atep Afia Hidayat - Luar biasa, keberadaan Franck Ribery di klub sepak bola paling ngetop dan juara liga di Jerman, Bayern Munich, mendapat posisi yang istimewa. Frank Ribery sangat mengidamkan adanya sebuah ruangan kecil untuk shalat di area stadion Alianz Arena, dan manajemen Bayern Munich ternyata menyanggupinya, bahkan berencana membangun sebuah mesjid..

Selasa, Mei 14, 2013

ITB Buka Program Studi Pertanian dan Kehutanan

Oleh : Atep Afia Hidayat - Mulai tahun akademik 2012 – 2013 Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka Program Studi (PS) Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Kehutanan. Kedua PS bernaung di bawah Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH). Menurut Direktur Humas ITB, Marlia Singgih, bahwa titik berat kedua PS baru tersebut lebih ke engineering atau teknik dibanding sains. Setiap PS akan menampung 50 mahasiswa baru, dengan tempat perkuliahan di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, sebelumnya merupakan Kampus Universitas Winaya Mukti (Tempo.co).

Rabu, Mei 08, 2013

Berbisnis Setiap Saat

Oleh : Atep Afia Hidayat - Sebenarnya setiap orang memiliki waktu yang begitu terbatas, pasti. Jumlah hari hidup (JHH) yang diberikan kepada setiap orang berbeda-beda, ada yang 70 x 365 hari, ada yang lebih dari itu, dan kebanyakan orang Indonesia kurang dari itu.

Bisnis Berbatas Waktu

Oleh : Atep Afia Hidayat -  Segalanya berbatas waktu. Kehidupan manusia berbatas waktu, selalu ada limitnya. Bahagia berbatas waktu, sengsara pun berbatas waktu. Sehat berbatas waktu, sakit pun berbatas waktu. Waktu akan memisahkan setiap perjumpaan.

Bisnis yang Menyusut

Oleh : Atep Afia Hidayat - Kehidupan setiap orang diwarnai penyusutan yang mutlak, mulai dari kondisi fisik, kemampuan berpikir, bahkan umur. Setiap detik umur kita menyusut, dengan angka yang pasti dan tanpa kompromi. Jika jatah usia kita 66 tahun, maka setiap “ulang tahun” terjadi penyusutan sisa waktu hidup.

Hati yang Ikhlas

Oleh : Atep Afia Hidayat - Kata ikhlas begitu mudah diucapkan, tetapi cukup sulit untuk diaplikasikan. Ikhlas itu bukan tanpa pamrih atau tidak ada motivasi. Di dalam ikhlas tetap ada pamrih dan motivasi, yaitu hanya untuk Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta. 

Do'a dan Harapan Hati

Oleh : Atep Afia Hidayat - Itulah manusia, karena kelemahannya sebagai mahluk, maka senantiasan mendekati Yang Maha Kuat, Allah SWT. Dalam kehidupannya manusia selalu dihadapkan pada beragam persoalan hidup, mulai dari tidak tersedianya apa yang dibutuhkan, sulitnya mencapai suatu tujuan, atau belum terpenuhinya keinginan-keinginan.

Mendengar Suara Hati

Oleh : Atep Afia Hidayat - Hati itu merasa, bepikir, mendengar dan bersuara. Suara hati terus bisa lembut, bisa begitu kencang. Suara hati yang lembut justru lebih mudah didengar, sedangkan suara hati yang kencang, nyaris tak terdengar. Perhatikan dalam kerumunan orang, masing-masing hatinya bersuara sendiri-sendiri. 

Hati yang Melayang

Oleh : Atep Afia Hidayat - Perhatikan layang-layang. Terbang tinggi mengangkasa, kadang menukik ke arah bumi. Layang-layang seperti memiliki kebebasan mutlak, dengan perlente memamerkan keindahannya di angkasa raya. Padahal, layang-layang dikendalikan sepenuhnya. Kapan harus makin tinggi, kapan harus pulang ke bumi.

Hati yang Teduh

Oleh : Atep Afia Hidayat - Teduh mencerminkan kondisi yang sejuk, misalnya di bawah pohon. Terkadang disertai angin bertiup sepoi-sepoi. Angin yang lembut, semilir membelai tubuh. Hati yang teduh berati hati yang nyaman (istilah betawi : adem), hampir tidak ada gejolak, kecuali gejolak yang ringan. Hati yang teduh begitu menentramkan, begitu nikmat.