.

May 8, 2013

Orang dan Dunianya

Oleh : Atep Afia Hidayat - Setiap orang, siapapun dengan atau tidak sengaja selalu membentuk ‘dunianya’. Sebenarnya setiap orang memiliki dunia-nya masing-masing, punya sudut pandang atau persepsi masing-masing yang bisa berbeda dengan orang lainnya. 

Ada istilah ‘kesamaan persepsi’, hal tersebut artinya antara satu orang dengan orang lainnya, misalnya sahabatnya ada kesamaan cara pandang, terdapat banyak titik temu dalam dunianya masing-masing. Ada juga orang yang dikenal suka ‘memaksakan kehendak’, artinya orang tersebut tidak memahami dunia orang lain. Menurut pendapatnya, antara dirinya dan orang lain harus selalu ada kesamaan sudut pandang.

Beragam konflik yang terjadi di dunia ini tak lain adanya infasi terhadap dunia orang lain. Terjadinya pemaksaan kehendak supaya orang lain mengikuti kemauannya. Sementara orang lain tidak menyerah begitu saja, tetapi memberi perlawanan. Jika konflik kepentingan ini di tingkat kepala Negara, maka perang antar Negara pun menjadi sulit terhindarkan. Jika konflik tersebut terjadi pada orang-per orang, maka bisa saja menyebabkan perang dingin atau perkelahian.

Memahami dunia orang lain jelas tidak mudah. Sebagai modal utamanya ialah simpati dan empati. Simpati artinya memberikan pengakuan terhadap keberadaan dunianya orang lain. Sedangkan empati artinya merasakan pergerakan yang terjadi di dunia orang lain.

Dengan simpati dan empati, maka interaksi antar dunia menjadi harmonis, beragam konflik kepentingan bisa diselesaikan secara bijak dan penuh toleransi. Contoh kasus, disebuah rumah yang hanya memiliki satu unit pesawat televisi, konflik antar dunia sering terjadi. Makin banyak anggota keluarga, maka makin sering terjadi konflik.

Kecuali jika di rumah tersebut terbiasa dengan saling ber-simpati dan ber-empati. Jika si Ayah penggemar berat sepak bola, sementara si Ibu penggemar sinetron, si anak paling kecil fil kartun, serta anak pertama dan kedua penikmat musik.

Nah, dalam waktu yang bersamaan, empat stasiun televise menyajikan acara-acara tersebut. Jelas yang terjadi ialah tuntutan masing-masing orang untuk menonton acara pilihannya, lalu siapa yang harus mengalah. Persoalan sederhana ini tentu membutuhkan manajemen konflik yang baik, sehingga tidak ada satu orang pun yang merasa aspirasinya tidak tersalurkan.

Menurut Dr Ibrahim Elfiky (2007), seorang maestro motivator dunia, setiap orang memiliki serangkaian nilai dan kepercayaan yang melatarbelakangi setiap tingkah lakunya. Jika anda berupaya mengubahnya sesuai keinginan anda, hal ini bisa menjadi tantangan atau kekecewaan.

Kekecewaan muncul sebagai akibat tidak adanya perubahan nilai dan perilaku orang tersebut. Perubahan kecil yang akan anda rasakan kemungkinan disebabkan rasa takut dan merasa sia-sia karena dengan cepat orang tersebut akan kembali ke kebiasaan lamanya.

Karakter, sikap, etika, temperamen seseorang terbetuk dalam proses yang panjang dan kompleks. Faktor genetik, lingkungan serta pendidikan (budidaya pribadi) sangat berpengaruh terhadap pembentukan ‘dunianya’. Dengan demikian, upaya mengubah dunia orang lain sangat tidak mudah, perlu penetrasi ke dalam cara berpikir dan berperasaannya, memahami sikap dan kebiasaannya, dan akhirnya mendalami karakternya.

Kepentingan seseorang terhadap orang lainnya, sebenarnya tidak menyangkut ‘dunianya’ secara total, tetapi hanya sebagian kecil saja, terutama menyangkut keinginan-keinginan tertentu supaya orang lain melakukan sesuatu. Misalnya seorang direktur sebuah perusahaan, menghendaki peningkatan disiplin pada para karyawannya. Seorang tenaga marketing menginginkan orang membeli produk yang dijualnya.

Seorang guru menghendaki murid-muridnya memahami apa yang diajarkannya, atau seorang ayah dan ibu yang mengehendaki anak-anaknya menjadi anak yang berbakti. Dengan demikian, tidak perlu menyentuh ‘dunianya’ secara total, cukup wilayah-wilayah tertentu yang strategis dijadikan ‘sasaran tembak’. (Atep Afia)

20 comments:

  1. setiap orang memiliki dunianya masing-masing akan tetapi kita perlu mengetahui dunia orang lain dari segi berpikir dan berperasaannya, memahami sikap dan kebiasaannya dan akhirnya mendalami karakternya..

    ReplyDelete
  2. setiap manusia tentu memiliki pandangan mengenai "dunianya" sendiri, hal tersebut dapat dikatakan "sah-sah saja", namun mengenai hal tersebut tentu memiliki batasan-batasan tertentu yang dapat dijadikan sebagai fondasi atau petangan bagi diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  3. Memang wajar setiap orang itu memiliki dunianya sendiri. Karena masing-masing individu pastilah mempunyai asumsi/pandangan yang berbeda-beda. Karena berbeda-beda itulah, maka kita harus memiliki sifat saling simpati dan empati, dengan begitu kepentingan sosial kita di masyarakat dapat diterapkan dengan baik.

    ReplyDelete
  4. perbedaan persepsi merupakan hal yang wajar terjadi di kehidupan, adanya konflik adalah salah satu cara untuk melatih sikap simpati dan empati, beberapa orang yang kurang mampu bertoleransi ialah seseorang yang biasa disebut anti sosial. dan tipikal orang seperti itu akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi karena terkesan egois dan hanya terpaku pada dunia nya sendiri. oleh karena itu, seseorang boleh memiliki dunia nya masing masing, tapi dengan dibarengi dengan interaksi sosial seperti toleransi mislanya, yang cukup baik

    ReplyDelete
  5. Memang setiap orang memiliki dunia yang berbeda-beda. Sulit bagi kita untuk saling memahami ke dunia orang lain. Perbedaannya yaitu dari sudut pandang, banyak berbagai konflik yang terjadi. Benar kata bapak modal utama untuk memahami dunia orang lain ialah simpati dan empati disitulah kita bisa dapat memahami dunia orang lain

    ReplyDelete
  6. setiap orang memiliki dunianya masing-masing, kita tidak bisa merubahnya dan menyamakannya. memang sulit memahami dunia orang lain, tetapi jika kita tidak bisa memahaminya akan terjadi konflik. maka dari itu kita harus bisa memahami orang lain dengan cara simpati dan empat seperti yang bapak katakan.

    ReplyDelete
  7. kita bisa memahami dunia orang lain tetapi kita ga akan bisa ikut campur didalam kehidupan mereka/ dunia mereka. dan kita dapat simpati dan empati seperti apa yang ada di artikel

    ReplyDelete
  8. Disinilah pentingnya toleransi dan saling menghormati,karena setiap orang mempunyai "dunia" yang berbeda-beda,sehingga jika kita memiliki suatu kehendak,tidak bisa dipaksakan begitu saja terhadap orang lain, karena kita juga harus menghormati "dunia" orang lain.
    Agar tidak terjadi konflik, hendaknya suatu permasalahan akibat perbedaan sudut pandang diselesaikan dengan cara yang baik,seperti bermusyawarah ataupun berdiskusi, karena pada dasarnya Ideologi pancasila-pun sudah mengajarkan kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah,agar dicapai sebuah mufakat.

    ReplyDelete
  9. Definisi Empati : keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalaml keadaan perasaan atau pikiran yg sama dengan orang atau kelompok lain.(http://kamusbahasaindonesia.org/)
    Definisi Simpati : 1. rasa kasih, rasa setuju, rasa suka kepada orang lain; 2. Keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dsb) orang lain.(http://kamusbahasaindonesia.org/)
    Definisi Konflik : percekcokan, perselisihan, pertentangan.(http://kamusbahasaindonesia.org/)

    konflik menurut saya adalah bentuk dari sikap seseorang yang telah kehilangan atau kekurangan 2 pondasi pembentuk suatu masyarakat yang harmonis dan menciptakan dunia untuk sebelah pihak yang berkepentingan.
    dari sudut pandang saya ketika seseorang menciptakan dunia pribadinya maka sudut pandang tersebut hanya dan hanya jika di peruntukan untuk dirinya sendiri, jika sudut pandang kita diberikan kepada orang lain yang belum tentu sejalan dengan pemikiran kita sudah tentu timbul konflik dari sudut pandang tersebut. maka alangkah baiknya jika kita sisipkan rasa empati dan simpati sebelum kita mengutarakan sudut pandang pribadi atau golongan.

    ReplyDelete
  10. konflik adalah suatu hal yang sudah tidak asing lagi terjadi, untuk menyelesaikan konflik tersebut ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu dengan cara bermusyawarah, saling menghargai, dll. memang sulit untuk memahami pendapat orang lain dikarenakan belum terbiasa dengan hal tersebut, jika sudah terbiasa lambat laun akan memahami hal tersebut

    ReplyDelete
  11. "be your self" kalimat itu selalu kita ucapkan setiap kali mengingatkan orang lain agar bertindak sesuai dengan dirinya sendiri. dan hal itu benar, kita tidak berhak mengatur kemauan dan kemampuan kita sendiri untuk orang lain, karena sebenarnya, masing-masing kita itu memiliki kemauan dan kemampuan sesuai dunianya sendiri. dan lakukanlah sesuatu itu sesuai dengan apa yang kita miliki, asalkan tetap pada satu arah, sesuai sengan aturan dan hukum syariat agama.

    ReplyDelete
  12. seseorang akan relatif nyaman dalam pekerjaanya apabila didalam pekerjaannya terdapat dunia nya sendiri, seseorang cendrung beganti ganti pekerjaan apabila belum menemukan dunianya sendiri sampai ia menemukan dunianya dan dunia seseorang tidak dapat dipaksakan Terima Kasih

    ReplyDelete
  13. setiap insan memiliki dunia yg berbeda tapi terkadang tujuannya sama...
    dan dalam hal ini sikap toleransi sangat ditekankan agar tak terjadi perpecahan..

    ReplyDelete
  14. setiap manusia didunia pastilah memiliki dunianya masing-masing sehinga terkadang mereka sibuk akan dirinya sendiri. karena selain sibuk mereka juga akan melupakan segala sesuatu diluar dunianya.

    ReplyDelete
  15. kadang perbedaan itu indah dan tidak bisa dipaksakan untuk jadi sama satu dengan yang lainnya. setiap sisi dalam kehidupan seseorang pasti mempunyai dunianya sendiri masing-masing,tinggal tergantung bagaimana membiasakan diri untuk hidup dalam lingkungan sosial,pribadi maupun keluarga yang dilandasi dengan kemauan.

    ReplyDelete
  16. semua manusia mempunyai dunia dan kita jangan mengganggu dunia mereka,kita juga mempunyai dunia
    dan yang pasti setiap kita ingin jadi yang terbaik,oleh karena itu kita harus saling menghormati

    ReplyDelete
  17. Persepsi hidup merupakan hal yang terjadi dalam kehidupan ini, dan sangat wajar setiap orang itu memiliki dunianya sendiri. Karena masing-masing individu pastilah mempunyai asumsi/pandangan yang berbeda-beda. Dengan adanya konflik melatih kita untuk menyikapi orang lain dengan bersimpati dan berempati, dengan modal inilah utama kita akan bisa memahami dunia orang lain.

    ReplyDelete
  18. sifat dan persepsi setiap orang untuk hidup mereka itu tidak sama. mungkin jika ada kemiripan persepsi itu bisa dibilang itu adalah kecocokan kemistri antar orang itu. orang yang saling mempunyai kemistri dengan orang lain akan lebih mudah dalam menerima perbedaan sikap atau persepsi antar dirinya dengan persepsi orang lain. dan benar untuk memunculkan kecocokan kemistri itu kita harus mempunyai sifat simpati dan empati dengan orang lain, karena kita juga tahu, bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, dan apabila seseorang sudah terlalu asyik dengan dunia nya sendiri tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya, jiwa simpati dan empati pada diri orang tersebut akan hilang dan bisa memicu konflik karena ketidakbisaan dia dalam menerima dan memaklumi dunia orang lain,

    ReplyDelete
  19. Menurut saya, tidak apa-apa jika kita memiliki perbedaan pandangan. Namun ada saatnya kita mau melepas ego untuk mencapai tujuan bersama.

    ReplyDelete
  20. @D20-Ayu, Tugas A05 mengenai artikel orang dan dunianya sendiri sangat bagus dan menarik, dengan inti setiap individu manusia tidak bisa hidup didunia tanpa bantuan dari orang lain

    ReplyDelete